Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Hantaman untuk Rey Season2


__ADS_3

Hari ini, Dewi mendatangi rumah milik Clara, ia langsung membawa pistolnya. Hatinya sangat marah, namun sesaat ia berhenti di depan rumah Clara. Terlihat di area rumahnya banyak penjagaan ketat. Bodyguard-nya sangat banyak, hingga Dewi pun mengurungkan niatnya.


"Sialan, padahal si Surya sudah gue bunuh, tapi lihatlah penjagaan rumahnya saat ini begitu banyak. Bagaimana bisa aku menculik Clara dari rumahnya, sebaiknya kita pulang dulu saat ini kita tidak bisa masuk." Ujarnya sambil memijit kening yang terasa pening di kepalanya.


Anak buahnya yang sedang menyetir mobil dan langsung pergi meninggalkan rumah Clara.


🌾🌾🌾


Di rumah Surya.


David kini terbaring lemah, terlihat kepalanya botak tanpa mengenakan wig andalannya. Mereka rawat di rumah untuk sementara waktu, dan membawa perawat andalannya untuk memasangkan infusan di tangannya. Ibu Farrah sedikit lega, karena tadi David sempat pingsan dan mengeluarkan darah dari hidungnya.


"Bagaimana Bu keadaan kak David,?" ucap Clara sambil duduk di samping David yang kini lagi di pasang infusan di tangannya.


"Dia sudah agak lumayan, ibu tadi sempat kaget, dia mengeluarkan banyak darah. Lihatlah wig-nya! Ibu sakit melihat ini, semoga saja dia segera sembuh setelah kita kirim dia ke luar negri." Lirih Ibu Farrah sambil meneteskan air matanya.


"Insya Allah Bu, tidak ada yang tidak mungkin, semoga kak David bisa melewati masa kritisnya." Balas Clara memeluk ibu Farrah.


"Kamu selalu membuat ibu nyaman berada di dekatmu." Ucap Ibu Farrah sambil mengusap kepala Clara lembut.


"Ibu bisa saja, aku sayang Ibu." Ucap Clara mencium punggung tangan Ibu Farrah.


Setelah itu, Surya datang dan langsung melihat keadaan David. Terlihat wajah pucat, Surya serasa tidak tega melihatnya, ia ingin sekali memberitahu keadaan David yang kini sedang sakit parah kepada keluarganya. Namun David mencegahnya hingga Surya tidak bisa berbuat apa-apa. Dirinya hanya berdoa semoga saja, David segera sembuh setelah nanti berobat keluar Negri.


🌾🌾🌾


Di rumah Clery.


Dia sedang sibuk mengurus kedua baby twins girls-nya. Hingga kesedihan yang meratapi dirinya kini hilang sejenak setelah melihat


sang buah hati yang sangat lucu dan menggemaskan.


Terdengar bunyi ponsel milik Clery, dirinya langsung melihat layar ponselnya terdapat nama Kevin. Clery mendesah, lalu ia mengangkatnya.


"Hallo, apa hari ini kamu sibuk, kita pergi jalan sebentar. Aku sangat bosan di rumah." Ucap Kevin dari ponselnya.


Tanpa berpikir panjang Clery langsung mau di ajak Kevin jalan. Karena memang dirinya butuh udara yang segar


"Oke, baiklah aku tunggu kamu menjemputku." Balas Clery.


Kemudian ponselnya mati, karena mereka akan bersiap-siap untuk pergi.

__ADS_1


Clery melirik Twins Girls-nya yang kini tengah tertidur pulas. Clery lega karena mereka tidak rewel, di sana ada dua baby sister langsung Clery menyuruh mereka untuk menjaganya.


"Saya mau keluar dulu, jaga mereka baik-baik ya,?" ucapnya lembut.


Clery bersiap untuk pergi jalan bersama Kevin, mungkin ini bisa untuk menghilangkan suntuknya di rumah.


Satu jam kemudian.


Kevin sudah menunggu Clery di luar rumah, setelah itu Clery berjalan menulusuri tangga. Terdapat Darren yang kini sedang bersidakep melihat Clery keluar kamarnya.


"Aku harap kamu dan Rey baik-baik saja," ucapan itu membulatkan mata Clery, ia langsung berjalan kencang dan memeluk sang Kakak.


"Sejak kapan Kakak pulang," ucap Clery manja.


"Hmm, kemaren malam, aku tau kamu lagi ada masalah. Sebaiknya kamu pergi saja dulu, Kakak ada urusan mendadak." Ucap dingin Darren.


Setelah itu, Clery langsung melepaskan pelukannya dan berlalu pergi.


"Dasar bocah manja, sudah punya suami juga sipatnya begitu ckckck." Ujar Darren dan berlalu pergi.


Darren sudah tau semua masalah yang menimpa Clery, dan kini ia akan datang ke rumah Rey.


🌾🌾🌾


Terdengar suara bell, dan Art-nya pun membukakan pintunya.Terdapat Darren dengan membawa wajah kesal dan marah.


Ia duduk sambil menunggu Rey datang menghampirinya. Sementara Rey di kamarnya sudah siap untuk turun ke bawah. Art-nya mengetuk pintu kamar Rey dan ia memberitahu bahwa Kakak-nya Clery sudah berada di bawah untuk menemuinya.


Deg...


Hati Rey tersentug dan ia pun langsung menuruni tangga. Dan benar saja, ada Darren yang tengah duduk di sofa dengan gaya santai.


"Berani sekali kau menyakiti kedua adik Perempuanku." Desis Darren.


Rey hanya terdiam, saat Darren mengucapkan kalimat itu.


"Kak Darren, Ak....," ucapannya terpotong karena Darren langsung saja menghantam wajah tampan Rey.


Bugghh....


"Kau brengsek Rey, setelah kau menyakiti Clara dan kini kau juga menyakiti Clery. Aku tidak menyangka bahwa kau pria yang sangat jahat. Lihatlah Clery begitu mencintaimu. Dan dengan mudahnya kau membuang Clery begitu saja, jangan salahkan aku bila suatu hari nanti Clery tidak lagi peduli sama kamu." Teriak Darren dengan rahang mengeras, ia tidak cukup memukulnya sekali, lalu, ia langsung mencengkram kerah leher yang di pakai Rey. Lalu ia langsung memukulnya lagi.

__ADS_1


"Ini untuk menyakiti Clara dulu, dan ini bugghhh... untuk menyakiti Clery, sudah cukupkah pukulanku ini, atau masih kurang." Desis Darren sambil menyodongkan wajahnya ke arah Rey dan menghempaskannya dengan kasar.


Darren pergi setelah ia cukup puas menghabisi wajah Rey. Tangan Rey meraih sofa untuk ia pegang dan berdiri, setelah itu ia mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Sialan, gue kira Darren tidak akan mengamuk begini, sungguh di luar dugaan." Ucap Rey ia pun langsung keluar dan melajukan mobilnya.


Tak berselang lama, di perjalanan, ia melihat mobil Kevin berada di depan mobilnya.


"Sama siapa Kevin di dalam mobil." Ucap Rey penasaran, setelah itu, ia membuntuti Kevin karena memang dia curiga bahwa yang bersama Kevin adalah Clery.


Di dalam mobil Kevin.


"Clery, dari tadi kita cuma muter-muter saja, apa tidak ada tujuan lain." Ucap Kevin sambil fokus menyetir.


"Hmm, baiklah kita ke danau saja, kau tau tempatnya. Kurasa tempat itu sangat sejuk dan damai, aku ingin menenangkan hatiku sejenak di sana." Balas Clery tersenyum.


"Oke baiklah," Kevin langsung melajukan mobilnya ke arah tujuan mereka.


Setelah beberapa menit, mereka sampai di mana danau itu berada. Tanpa di sadari Rey pun mengikuti jejak mereka berdua.


"Clery, cintamu palsu padaku, lihatlah kau kini berduaan bersama Kevin." Desisnya sambil berjalan membuntuti mereka dari arah belakang.


Tak berselang lama, perasaan Rey mulai aneh. Ia tidak rela melihat Clery lama-lama duduk bersama Kevin di bangku dekat danau itu.


Terlihat mereka sedang bercanda ria satu sama lain. Hatinya memburu cemburu, namun ia tepis, setelah Kevin memegang tangan Clery ia emosi dan langsung saja menghampiri mereka berdua.


Padahal Kevin sudah tau keberadaan Rey jadi ia sengaja memegang tangan Clery.


Rey bergegas dengan membawa langkah cepat.


Buughhh.. pukulan itu mengenai wajah Kevin yang kini sedang duduk berdua bersama Clery.


"Rey kau ini apa-apaan," teriak Clery.


"Kau yang apa-apaan punya suami tapi berselingkuh sama teman suamimu ini." Desis Rey.


"Setelah kau melihat ini, berani sekali kamu menyebut aku berselingkuh tanpa ada bukti bahwa aku yang selingkuh. Kau tau? aku selalu memikirkanmu setiap waktu, berharap kamu mencintaiku dan menjemputku ke rumah, atau enggak kamu datang menjenguk anak kita. Kemana hatimu Rey selama ini! aku sudah sabar menahan semua yang ada di di hatiku. selama ini cintaku hanya bertepuk sebelah tangan. Dan sekarang kamu menuduhku berselingkuh haahh, kamu tidak mencintaiku dan tidak sepantasnya kamu menuduhku berselingkuh dengan Kevin. Aku membencimu Rey, satu hal lagi, jangan pernah menemuiku lagi, aku sudah lelah sama perasaan ini yang kau pun tidak menghargai rasa cintaku selama ini untukmu." Seru Clery sambil mengusap air matanya, kemudian ia pergi meninggalkan Kevin dan juga Rey di sana.


Rey termangu mendengar ucapan Clery barusan, ia tidak mengerti sama perasaannya saat ini. Ia begitu cemburu ketika Clery jalan bersama pria lain.


Rey terdiam membisu mencerna setiap ucapan Clery, setelah itu ia sadar dan langsung mengejar Clery yang kini sudah pergi jauh dari penglihatannya.

__ADS_1


"Kejarlah Rey, kau tidak menyadari selama ini kamu takut kehilangan Clery dalam hidupmu. Namun kamu tidak menyadarinya selama ini." Ucap Kevin dan langsung duduk kembali menatap danau yang damai dan tentram.


__ADS_2