
Waktu menunjukan pukul 09.25, Rey belum tidur, Ia masih memikirkan nasib Clara yang di culik oleh Surya alias pria misterius.
Menurutnya ini sangat tidak benar, bagaimana pun Clara masih berstatus istrinya. Rey bangkit dari tempat tidur, Ia melirik ke arah Darren dan juga Kevin. Ia merasa bersalah karena telah melibatkannya dalam urusan yang sangat serius ini.
Ia mendesah kasar, matanya tidak bisa menutup untuk tidur, lalu, Rey langsung mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi Clara. Lagi-lagi tidak aktif, pikirannya sangat kacau, Ia berpikir Clara mematikan ponsel miliknya.
"Ah, sialan, kenapa jadi begini sih rumah tangga gue! semua ini memang salahku! apa Clara sebenci ini, hingga ia meninggalkanku sendirian." Ucap Rey sambil terus menghubungi nomor yang sudah tidak aktif.
Clery terbangun dari tidurnya, ia merasa haus dan langsung mengambil air yang sudah tersedia di kamar hotelnya. Ia kemudian melihat jam di ponselnya. Terlihat jam sudah menunjukan pukul setengah sepuluh, Ia kemudian mengambil ponsel dan mencoba menghubungi mamahnya.
"Hallo, mah,?" ucap Clery.
"Sayang, kamu kemana saja sih, mamah hubungi kamu sama kakak kamu, tapi gak ada jawaban?" ujar mamah shiren dalam telephone.
"Maafkan kita mah, sekarang kita lagi menginap di hotel. Kita kelelahan dan memutuskan untuk menginap di hotel." Seru Clery menjawab ucapan mamahnya.
"Oh, baiklah tapi bagaimana Clara sudah kalian temukan? apa dia baik-baik saja?" tanya mamah shiren penasaran.
"Hmm..., maafkan kami mah, Clara sudah duluan di bawa orang ke Jakarta." 9Clery cemas ia menggigit jarinya.
"Siapa dia? apa dia orang jahat! mamah sangat khawatir sama Clara?" ucap mamah shiren terdengar sangat cemas.
Clery tidak bisa berkata-kata lagi kepada mamahnya. Ia berjanji akan menemukan Clara lagi. Telephone mereka terputus, Clery menghembuskan nafas kasar sambil menjatuhkan badannya ke kasur.
"Ini sangat merumitkan! Clara semoga kamu baik-baik saja? apa Surya menyakiti mu Clara? awas saja kalau dia berani menyakiti adikku! pukulan akan gue layangkan di hadapan Surya." Clery mengoceh sambil mencoba memejamkan matanya lagi.
🌸🌸🌸
__ADS_1
Di rumah Surya, Clara sudah bersiap untuk tidur, Ia sudah mengenakan baju tidur seperti biasa. Ia sangat merindukan Clery dan juga mamah shiren. Ia berpikir apa ini jalan yang terbaik untuknya? atau ini malah membuat masalah baru untuk kedepannya.
Clara mondar-mandir di pinggir tempat tidurnya, Perutnya berbunyi meminta jatah makan malam, Ia langsung menuju dapur yang terletak di bawah.
"Ah, ini menyebalkan sekali, rumah gede tapi penghuni cuma seuprit, apa-apaan si bos ini, membuatku takut saja di rumah ini." Ucapan Clara terdengar jelas di telinga Surya yang kini tengah berdiri di belakangnya.
"Apa yang kamu katakan asistenku?" ucap Surya dingin sambil menatap ke arah Clara yang ini sedang menuruni tangga.
Sontak saja suara bosnya itu mengagetkan Clara yang sedang berjalan pelan menuruni tangga.
"Ahh, bos kenapa tiba-tiba muncul di belakang sih? perasaan tadi tidak ada orang?" ucap Clara bingung sambil berkacak pinggang ke arah Surya alias bosnya.
"Berani sekali kamu berkacak pinggang kepada atasan mu ini?" ucapan Surya membuat Clara kaget, ia tidak menyadarinya ia sudah berkacak pinggang ke arahnya.
"Aduh, bos maafkan asisten bodohmu ini! aku sungguh tidak sengaja, ini efek aku kaget mendengar suara mu tadi?" ujar Clara langsung meluruskan tangannya lagi.
Clara langsung menuruni tangga, ia masuk ke dapur yang mungkin bagi Clara sangat mewah, Ia menohok melihat prabotan yang serba mahal di dapur Surya.
"Bos, dapur mu saja, Segini mewahnya duh, dapur di kampung ku tidak sebagus ini." ucap Clara sambil terus berputar melihat-lihat sekeliling dapur.
Surya mendesah kesal, Clara membuatnya pusing, hingga ia pun langsung memijit keningnya.
"Ah kamu, cepat bikin aku makanan, Oh ia nasi goreng saja yang simpel, kalau kamu masak aku keburu pingsan. Dari tadi kamu melihat-lihat terus prabotanku saja." Ujar Surya sambil terus melihat tingkah konyol Clara.
"Bos, kulkas milikmu, seperti lemari pakaian saja! ini sangat besar dan cantik sekali." Seru Clara sambil memeluk kulkas milik Surya.
Dalam hati Surya Clara polos sekali ia mulai gemas sama tingkah konyolnya itu. Hingga ia lupa bahwa Clara ia culik untuk memancing Rey.
__ADS_1
"Kamu sangat nora banget, apa kamu mau bos mu ini mati kelaparan gara-gara kamu terus memeluk kulkas yang tidak ada gunanya itu." Sontak saja ucapan Surya membuat Clara tertawa.
"Bos, mana ada kelaparan tapi uangnya banyak, terus ini kulkas sangat berharga banget lho? di dalamnya banyak makanan dan juga minuman! bukankah itu berharga?" Seru Clara sambil menatap ke arah Surya.
"Sudah sana kamu buatkan nasi goreng saja jangan lupa pakai sosis, aku sangat suka sosis" ucap Surya ia langsung duduk di meja makan.
Clara segera memasak nasi goreng buatannya, ia juga merasa sangat lapar.
Setelah 10 menit bergelut di dapur Clara langsung menyodorkan nasi goreng buatannya, sambil tersenyum dan memainkan alisnya ke atas dan ke bawah.
"Silahkan bos, nasi goreng buatanku sangat enak dan lezat" ujar Clara ia langsung menyantap nasi goreng buatannya juga, perutnya sudah keroncongan dari tadi.
"Kamu, badan kecil tapi makan banyak. Kok tidak gendut sih" tanya Surya melihat tingkah Clara yang sedang makan nasi gorengnya.
"Ini sebuah anugrah bos, aku sering nyemil makan juga tapi tubuhku sangat bagus, tidak pernah melebar." Dengan pedenya Clara mengatakan semuanya kepada Surya.
Di dalam hidup Surya ia baru menemukan sesosok wanita yang seperti Clara yang sangat polos. Debaran jantung meloncat-loncat, Sehingga Surya mengatur nafasnya dan ia tidak akan melihat wajah cantik Clara lagi. Ini membuatnya sangat aneh, tidak bisa di kendalikan.
Clara sudah selesai makan, ia langsung minum air putih, Matanya mulai sayu, Clara merasa kekenyangan hingga berat matanya mulai menambah.
"Bos?" ucap Clara.
"Hemmm, Surya masih makan nasi gorengnya sambil melirik ke arah Clara yang ada di depannya.
"Aku sangat ngantuk sekali, aku ke kamar duluan yah?" ucapan Clara langsung membuat Surya berhenti makan.
"Emang kita sekamar, sana kamu pergi gak usah ijin segala." Clara langsung meninggalkan Surya, ia sudah tidak tahan lagi menahan kantuknya, hingga surya pun ia abaikan.
__ADS_1
"Dasar wanita aneh, baru makan segitu saja langsung ngantuk. Duh gue kenapa jadi lihatin dia terus sih, debaran jantung gue tidak bisa di kendalikan saat bertatapan sama tu cewek. Ah sialan Clara lo harus tanggung jawab" seru Surya ia langsung berhenti makan dan melangkah pergi.