
"SHIREN.....," teriak Papah Farrel membuka pintu rumahnya dan mendapatkan putrinya sudah lemah di siksa oleh istrinya sendiri.
Papah Farrel menohok melihat Clara sudah lemah tak berdaya, dirinya langsung mengahampiri mereka dan langsung memeluk tubuh Clara.
Terlihat Clara sudah lemah dan Papah Farrel berteriak memanggil Art-nya untuk segera datang.
Setelah datang, ia menitipkan Clara yang sudah pingsan duluan, Art itu bergetar melihat wajah Clara terluka.
Papah Farrel bangkit langsung menampar keras Pipi istrinya itu.
Plaakk.... plaakkk....
"Bunuh saja aku Shiren, ayo tusuk aku! kenapa kamu sangat sadis kepada anak kamu sendiri haah! aku tidak menyangka. Papah kira kamu sudah berubah dan menerima Clara dengan sepenuh hati kamu. Tapi nyatanya kamu belum sadar juga, aku kecewa sama kamu Shiren." Ucap keras Papah Farrel.
Mamah Shiren hanya diam menjatuhkan pisau yang ada di tangannya ke lantai.
"Pah"
"Stop, aku sudah muak sama akting yang so baik kamu. Lihatlah anak kita yang sampai sekarang kamu membencinya, apa kesalahannya haah? kamu hanya terobsesi sama kasih sayang kamu sama Clery dan membenci Clara. Untung saja Clery tidak jahat dan tidak seperti kamu yang ikut-ikutan membenci Clara. Sudah banyak dia membantu kita, termasuk mencarikan mata buat kamu, ah mungkin kamu sudah lupa! aku akan segera menceraikan kamu Shiren." Desis Papah Farrel berderai air mata, dirinya melihat Clara yang sudah pingsan dan langsung menggendongnya keluar rumah dan di ikuti oleh Art-nya keluar.
Art-nya juga merasa takut terhadap Mamah Shiren dan lebih memilih ikut ke rumah sakit dengan Papah Farrel.
Clara di tidurkan di belakang bersama Art-nya.
Papah Farrel sangat sakit melihat putrinya sendiri di siksa sama Orangtuanya sendiri.
Di perjalanan, Papah Farrel sangat bingung, dirinya harus menjelaskan apa kepada Surya suami anaknya nanti.
Dirinya pun malu untuk menjelaskan semua yang telah terjadi. Untung saja Papah Farrel. cepat sampai dan tepat waktu, kalau tidak. Entahlah mungkin Clara sudah di bantai habis-habisan oleh Mamahnya sendiri.
🌾🌾🌾
Di rumah Surya.
__ADS_1
Ibu Farrah sedang mencuci piring bekas dirinya makan, menurutnya dirinya tidak mau terlalu menyusahkan pembantunya. Hanya piring satu saja, ibu Farrah juga bisa.
Namun apa yang terjadi, piring itu melesat dari tangannya saat mau di masukan ke dalam rak yang ada di atas tempat cuci piring.
Praakk....
Piring itu pecah, Ibu Farrah menghembuskan nafasnya kaget. Tidak seperti biasanya ibu Farrah teledor seperti ini, dirinya merasa tidak enak hati dan mengingat kepada Clara menantunya.
"Apa Clara baik-baik saja, saya harus menghubunginya," ucapnya sambil beranjak pergi dari dapur.
Piring yang pecah pun sudah dirinya bersihkan terlebih dahulu.
Setelah itu, Nomor ponsel Clara tidak di angkat. Membuat kecemasan ibu Farrah semakin kuat, ibu Farrah pun menghubungi Surya.
Setelah di angkat, ibu Farrah langsung memberitahukan kepada anaknya bahwa Clara tidak mengangkat telephonenya.
Setelah itu, Baby Twins menangis dan Ibu Farrah pun ke Kamar Twins Boys dan mendapati sedang di gendong oleh kedua baby sisternya.
🌾🌾🌾
Papah Farrel langsung membawanya secara tergesa, Clara langsung di bawa ke ruangan untuk di cek kondisinya.
"Kalian tunggu di sini dulu," ucap sang Dokter.
Papah Farrel pun langsung duduk, dirinya harus segera menghubungi Surya supaya datang ke rumah sakit.
Papah Farrel hanya mengirimkan alamat Rumah sakit dan menyuruh Surya datang ke sana.
Setelah beberapa menit, sang Dokter keluar dan langsung di sambut oleh Papah Farrel.
"Kalian tenang saja, pasien hanya kelelehan karena tenaganya lemah. Sekarang dia juga sudah sadar, kalian bisa menengoknya." Ucap sang Dokter tersenyum dan langsung permisi pergi.
Papah Farrel dan Art-nya langsung masuk ke dalam, terlihat Clara sudah sadar dan tersenyum.
__ADS_1
"Apa kamu baik-baik saja sayang," ucap sendu Papah Farrel.
"Clara baik Pah, terima kasih sudah menolong Clara. Tapi Clara mohon jangan bercerai sama Mamah, Mamah hanya khilap dan nanti juga di sadar kok." Ucapnya sambil mengusap air mata Papahnya.
"Hatimu sangat baik sayang, Papah sangat sayang sama kamu. Maafkan Papah tidak bisa melindungimu, kenapa kamu bisa di siksa oleh Mamah kamu," tanya pelan Papah Farrel.
"Dewi meninggal, dan itu akibat ulah Mamah, dia yang membunuh Dewi di dalam penjara. Mamah membayar polisi dalam untuk melancarkan aksinya. Papah tenang saja, polisi itu sudah Clara tangkap kok," Sahutnya sambil tersenyum.
"Shiren sudah keterlaluan, dia terobsesi sama kasih sayang kepada Clery, hingga siapa saja yang menganggu Clara tak segan dia membunuhnya. Papah heran sama dia, biarlah nanti Papah marahi dia lagi. Kenapa kamu juga tidak melawan hingga kamu luka begini," tanya Papah Farrel kepada putrinya.
"Clara hanya takut kebabalasan dan akan menimbulkan pertengkaran yang hebat, dan juga tidak mau melawan Orangtua sendiri, Clara sangat sayang sama Mamah," lirih Clara.
"Kamu selalu memikirkan hati orang lain, biarkan saja dia yang terluka biar jadi pelajaran hidupnya. Semoga Mamah kamu cepat sadar, Papah akan bicara sama dia," ucapnya kesal.
"Jangan marahi Mamah Pah, kasian jiwanya nanti terguncang. Polisi juga nanti akan menangkap Mamah untuk di mintai keterangan soal Dewi." Ucap Clara sendu.
Bagi Clara, dirinya tetap merasa sedih Mamah Shiren akan segera di tangkap. Hatinya sedih, walau pun Clara sudah di siksa habis-habisan sama Mamahnya sendiri, tapi Clara tetap menyayanginya.
Namun siapa sangka, Mamah Shiren mendengar percakapan anak dan suaminya. Dirinya melangkah mundur lalu pergi meninggalkan ruangan Clara.
Mamah Shiren mengikuti mereka dan mengintip di balik pintu ruangan rawat Clara.
Dirinya menangis dan meratapi apa yang telah dia lakukan kepada putrinya sendiri, Mamah Shiren melihat kedua tangannya yang telah menampar dan menyered Clara. Namun yang ia dengar Clara tidak marah dan benci kepada dirinya.
"Clara benar, aku hanya terobsesi sama kasih sayang untuk Clery. Maafkan aku Clara Mamah sangat kejam dan kamu tetap menyayangi Mamah mu ini," Mamah Shiren menangkupkan kedua tangannya di wajahnya dirinya meraung menangis menyesali perbuatannya.
"Clara benar, dia hanya menasehatiku saja sebagai anak mengingatkan hal baik untuk Orangtuanya. Tapi apa yang telah aku perbuat, malah menyiksanya tolong maafkan aku Clara sayang," lirih Mamah shiren di parkiran mobil.
Mamah Shiren masuk ke dalam mobil, apapun yang terjadi nanti, Mamah Shiren akan menerimanya.
"Bahkan aku malu untuk menemui putriku yang sudah aku siksa tadi. Clara Mamah menyesal, kamu sama sekali berhati malaikat, aku memang sangat bodoh, sekarang aku tidak tau harus bagaimana. Papah mau menceraikanku, aku tidak mau itu terjadi." Mamah Shiren menangis di dalam mobil.
Wajahnya kacau akibat menangis terus, dirinya langsung pulang dan akan menemui Clery.
__ADS_1
"Clara benar, aku terobsesi sama Clery, hingga aku melupakanmu. Clara sudah banyak berbuat baik padaku, tapi aku selalu jahat dan membencinya. Aku pantas di hukum, Clara maafkan Mamah," lirih Mamah Shiren.