
Dokter kini sudah datang bersama Suster. Clery terlihat merespon semua ucapan Mamah Rey. Setelah itu Rey turun di bantu Suster dan juga Mamah Rey duduk ke kursi roda untuk melihat perkembangan Clery.
"Bagaimana Dok kondisi Clery saat ini,?" tanya Mamah Rey penuh harap.
"Syukurlah, dia sudah bisa merespon dan kita tunggu apakah Clery sadar dari komanya. Kita berdoa yang terbaik buat dia." Ucap Dokter tersenyum sambil melirik ke arah Clery.
"Rey, lihatlah Clery dia sebentar lagi pasti membuka matanya." Seru Mamah Rey.
"Baiklah, sekarang saya pergi dulu. Kalau ada apa-apa silahkan tekan lagi tombolnya." ucap Dokter.
"Terima kasih Dok," balas Mamah Rey.
Setelah itu, Mamah Rey duduk di samping Clery sambil mengusap wajahnya.
"Sayang, bukalah matamu. Semua mengharapakanmu untuk sembuh, termasuk suamimu." Ucapnya.
"Clery cepat sembuh, semoga kamu cepat membuka mata kamu, kasihan Baby Twins Girls kita. Mereka membutuhkanmu saat ini." Ujar Rey sambil duduk di dekatnya.
Berselang 10 menit, Clery membuka matanya pelan. Terdapat wajah Rey yang sedang berada di dekatnya, memakai kursi roda. Dan juga Mamah Rey, terlihat senyuman manis dari wajah Clery.
"Rey."
Mamah Rey, dan juga Rey seketika mendongkakan wajahnya ke arah sumber suara.
Rasa senang dan bahagia semua menjadi satu di hati Clery. Ia sangat bangga pada suaminya karena telah berada di sampingnya.
"Sayang, kamu sudah bangun, syukurlah aku sangat senang." Ucap Mamah Rey, ia langsung menekan tombol pemanggil dokter.
Rey hanya tersenyum biasa melihat Clery sudah sadarkan diri.
"Kamu sudah tiga Minggu terbaring begini,
Rey juga baru kemarin bangun dari komanya." Seru Mamah Rey.
"Rey, Baby Twins kita apakah kamu sudah melihatnya? dan apa mereka baik-baik saja,?" tanya Clery. Namun Rey hanya diam melihat ke arah Clery, di pikirannya hanya ada Clara dan Clara saja. Sampai dia mengacuhkan Clery yang sedang bertanya padanya.
"Rey, kok kamu diam saja sih! lagi mikirin siapa? pasti kamu kangen sama aku kan Rey?" tanya Clery penuh harap.
Mamah Rey geram atas sikap anaknya. Ia langsung membuyarkan Rey yang sedang melamun.
"Rey, lihatlah istrimu sudah sembuh. Pokoknya kalian harus saling melengkapi satu sama lain, karena sudah punya Baby oke." Seru Mamah Rey, supaya Clery tidak curiga.
"Hmmm, iya Mah." Jawab Rey singkat.
Setelah itu, Dokter tiba dan langsung memeriksa keadaan Clery. Setelah menunggu Clery di Priksa semuanya terlihat lega, karena Clery sudah terlihat membaik. Dokter mendesah lega, kondisi Clery saat ini baik-baik saja.
"Selamat, Clery sudah sadar, ini berkat doa dari kalian. Terutama dari sang suami iya kan Rey?" tanya Dokter.
__ADS_1
"Iya, Dok." Singkat Rey.
Namun Clery tidak curiga, bagi Clery sikap Rey wajar saja. Karena dia juga baru sadar dari komanya.
Mamah Rey gemas, Rey terlihat tidak bahagia berada di dekat Clery. Padahal Clery sama baik dan juga cantik, tapi Rey terlalu egois, dirinya hanya memikirkan diri sendiri.
4 jam kemudian.
Mamah Shiren datang, ia langsung memeluk Clery, saat ini sudah kembali pulih dan terlihat membaik.
"Sayang, syukurlah kamu baik-baik saja. Mamah selalu mendoakan kamu, lihatlah anakmu di rumah nanti, pasti mereka senang karena kedua orang tuanya sudah kembali sembuh." Terang Mamah Shiren memeluk lembut Clery.
"Clery sudah tidak sabar pengen pulang dan memeluk Twins Girls." Seru Clery.
Namun Rey hanya diam tidak merespon semua yang di katakan Clery. Membuat Clery agak sedih.
"Rey, kok kamu tidak terlihat senang. Aku pengen di peluk olehmu, aku sangat kangen sama kamu Rey. Apa kamu tidak kangen sama aku? jahat kamu Rey, aku tidak mau di diemin seperti ini. kamu kenapa Rey! ini sangat menyakitkan untukku Rey." Gumam Clery sambil meneteskan air matanya.
"Sayang, kok kamu menangis,?" tanya Mamah Shiren mengusap air mata yang keluar dari pelupuk matanya.
"Tidak Mah, Clery hanya kangen sama kedua anak Clery di rumah. Lama sekali Clery koma, pasti mereka kangen banget." Balas Clery tersenyum.
Mamah Rey membantu Rey untuk kembali tidur di ranjangnya. Rey merasa perutnya masih terasa sakit, lalu ia merebahkan lagi badannya untuk istirahat di ranjang yang bersebelahan dengan istrinya.
Kemudian, Mamah Rey menghampiri Clery yang kini sedang bersama Mamah Shiren. Ia duduk sambil tersenyum dan mengusap wajahnya.
"Sayang, Maafin Rey. Dia masih trauma atas kejadian tempo hari, semoga kamu memahami ini ya. Setelah dia kembali pulih, pasti dia langsung memeluk kamu seperti dulu lagi." Terang Mamah Rey, memberi pengertian.
"Iya sayang, itu pasti kok. Sekarang kamu jangan berpikir Rey Cuek dan dingin sama kamu." Ujar Mamah Rey meyakinkan.
Setelah itu perasaan Clery kembali lega, mendengar nasehat dari Mertuanya yang sangat baik untuk dirinya.
πΎπΎπΎ
Di rumah Surya.
Clara dan Surya mendapat kabar baik. Mereka segera berangkat karena Clery sudah siuman, membuat Clara bahagia mendengar kabar itu.
Mereka langsung berangkat, dan meninggalkan Baby Twins mereka pada pengasuhnya, Ibu Farrah juga siaga menjaga kedua Cucunya.
Di perjalanan tidak sengaja, Surya melihat David bersama seorang wanita, yang tengah masuk ke dalam mobil. Entah siapa wanita itu, yang jelas, ia membantu David masuk ke dalam mobil milik David, yang kini sedang terparkir di sisi jalan.
Surya berhenti sesaat, ia terus memperhatikan David. Dan terlihat wajah pucat dan juga tongkat di tangannya, membuat dirinya penasaran dan heran sama saudaranya itu.
Tapi Clara langsung menyuruhnya cepat berjalan. Karena dirinya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Clery.
"Honey, kamu kok berhenti, ayo dong. Aku sudah tidak sabar ingin memeluk Clery saat ini." Ujar Clery, membuyarkan lamunan Surya, yang kini sedang memikirkan David sodaranya itu.
__ADS_1
"Apa dia baik-baik saja. Dan siapa wanita itu, kenapa bukan dewi, ada apa sebenarnya sama kamu David. Mungkin harusku selidiki sekarang juga." Gumam Surya sambil melajukan mobilnya secara perlahan.
Setelah itu, mereka sampai di rumah sakit. Clery terus menggenggam tangan Surya, mereka melewati lorong. Dan Surya melihat David lagi, ia memasuki ruangan dokter, Surya terhenti dan melihat ia memasuki Dokter spesialis, tapi ia tidak tau, Dokter spesialis apa yang di masuki David saat ini.
Setelah Surya tau, ia langsung menghubungi anak buahnya. Untuk menyelidiki David, dan apa yang terjadi padanya akhir-akhir ini.
Kini, Clara dan Surya sudah sampai di depan pintu Di mana Clery dan juga Rey di rawat. Pelan-pelan Clara membuka pintunya, ia cemas apakah benar Clery sudah membuka matanya atau belum.
Setelah di buka, terlihat wajah sayu dari Clery yang kini sedang berbaring lemah. Dan terlihat Rey sedang tidur di atas ranjangnya.
Clery langsung bergegas langkah cepat dan memeluk tubuh lemah Clery.
"Kak, apa kamu baik-baik saja. Ini yang aku harapkan, Kakak sembuh dan kembali lagi mengingat dunia yang indah ini." Seru Clara.
Rey yang sedang tidur mendengar celotehan Clara langsung bangun. Ia melihat Clara yang begitu cantik di matanya, tapi setelah melihat genggaman tangannya berpautan sama Surya. Ia mendesah kesal dan langsung memasang wajah geram.
"Clery menyadari reaksi Rey, namun ia acuhkan. Mungkin saatnya Clery akan memberi pelajaran atas sikap yang Rey tunjukan padanya.
"Apa Kevin tidak ikut kalian ke sini, dia pasti senang melihatku sudah siuman." Ujar Clery sengaja biar Rey merasa cemburu.
Rey mendengar celotehan Clery membuat ia menohok dan tidak percaya apa yang di ucapkan pada Clara dan Surya.
"Rey aku tidak bodoh, aku tau kamu masih menyukai Clara, yang kamu ucapankan tempo
dulu saat kamu sebelum pingsan. Tapi kamu harus tau aku lebih mencintaimu, Clara sudah bahagia bersama Surya. Dan aku tidak boleh lemah, kamu harus menanggung akibatnya Rey." Gumam Clery sambil terlihat gembira menanyakan Kevin.
"Ada hubungan apa, sama Clery dan Kevin. ini tidak bisa di biarkan, kenapa Clery begitu semangat menanyakan kabar Kevin. Ini tidak benar sekali pun aku masih menyukai Clara." Gumam Rey sambil memegang erat sprei yang ia genggam.
Setelah itu, Surya mendapatkan notif pesan dari anak buahnya.
Surya terkejut saat tau kondisi David saat ini. Surya langsung menyimpan kembali ponselnya pada saku celana formal yang ia kenakan.
Hati Surya tidak enak, tapi untuk mendekatinya saat ini itu tidak mungkin. Bisa-bisa rencana untuk menakuti Dewi gagal total, Surya langsung menyerahkan semua kepada anak buahnya untuk membantu David.
Walau bagimana pun, David tidak sejahat Dewi istrinya. Dan juga kasus kemaren, David tidak terlibat, semua itu membuat Surya merasa bersalah karena dulu pernah menghajarnya.
Surya akan berusaha membantu David, dan ia harus hati-hati juga menemuinya. Tapi untuk saat ini Surya sepertinya tidak mungkin menemui saudaranya itu.
πΎπΎπΎ
Di lain tempat, Dewi menghubungi David, namun tidak di respon. Ia merasa ada yang aneh, sudah mau seminggu lebih David belum ada kabar. Tapi di kantornya memang benar David lagi keluar kota, di sisi lain juga Dewi tidak di hubungi sama David untuk kabarnya saat ini.
Dewi berpikir, ia harus mencari tau keberadaan suaminya, yang kini tidak ada kabar darinya.
"Apa David selingkuh dariku, tapi rasanya itu tidak mungkin terjadi." Ucap Dewi sambil memutar-mutarkan ponselnya, lalu, ia menaruhnya kembali pada meja yang ada di depan tubuhnya. Di temani secangir kopi andalannya.
Pengumuman Hadiah Up sore oke.
__ADS_1
Jangan lupa komen,like,hadiah dan vote.
Jangan pernah bosan untuk membaca karya amuradulku π€π€