
"Kamu, tahu bagaimana perasaanku saat melihatmu perhatian terhadap pak Dewa?" Pras tidak ingin menghakimi Keyla, tapi dia hanya ingin istrinya tahu bagaimana rasanya jika melihat sang istri peduli dengan orang lain yang menaruh hati padanya.
Keyla terdiam, dia tak mengira jika Pras mengetahuinya, Keyla juga tidak berpikir sampai segitunya karena tadi dia melakukan juga refleks, tapi malah membuat suaminya salah paham.
"Aku tahu bahwa di saparuh hatimu masih ada dia, tapi aku berharap kamu bisa menutupinya dengan kebersamaan kita," lanjut Pras.
"Key, tidak bermaksud tadi spontan jadi jangan salah paham. Jika Key menerima pernikahan ini maka cinta yang ada di dalam hati hanyalah untuk suamiku," balas Keyla.
"Terima kasih." Pras memeluk Keyla.
Tak lama mereka pun terlelap dalam tidurnya.
Penyelesaian masalah yang baik karena bisa menahan amarah, saling terbuka satu sama lain, tidak menutupi kesalahan.
*
*
*
"Hai ... hai ... apa kalian sudah tidur?
Eh, gaes kalian tadi lihat kan bagaimana tatapan pak Dewa pada Keyla, sepertinya pak Dewa masih menyimpan rasa." Vita mengirim pesan di grub mereka.
"Sepertinya begitu kasihan dia, tapi bersyukur juga karena Keyla sudah nikah dengan Pras," sambung Airin.
"Iya, tapi gue lebih setuju Keyla nikah dengan Pras biar tuh nenek sihir nggak ngomel-ngomel ke Keyla," sambung Anita.
"Bener juga tuh, Nit," ucap Airin.
__ADS_1
"Tapi beruntung tadi pas Keyla ngasih minum ke pak Dewa nggak ada Pras," sambung Vita.
"Iya, ya." Anita.
"Eh ... kemana tuh anak nggak nongol jangan-jangan dia udah tidur, atau ritual malam." Vita.
"Ritual malam ngapain, Vit, mandi kembang gitu?" tanya Airin.
"Memang lu kira Keyla apaan mandi kembang tujuh rupa tengah malam," ucap Vita.
"Ya, kan gue nggak tahu ritual malam yang lu maksud." Airin.
"He-he-he, makanya lu buruan nikah biar tahu, kalau gue kasih tau sekarang takut lu kepingin ðŸ¤." Vita
"Nanti kalau udah ada pangeran yang menjemput ku." Airin
"Pangeran kodok?" 😂😂😂 Vita
"Santai Markonah 😅 udah ah, yok kita tidur!" Vita
"Yuk, good night." Airin
"Good night to." Vita
"Hai ... good morning sahabat gue yang baik. Kalian ngapain gibahin gue?" Keyla yang baru buka hp langsung melihat chat di grub rempong. Isinya membahas dia dan masa lalu.
"Ibu ratu baru nonggol. Semalam berapa ronde Key?" @Vita.
"Memangnya Keyla ikut pos ronda?" @Airin.
__ADS_1
"😄😄😄." @Vita.
"@Airin, emangnya lu kira gue bapak-bapak jaga pos ronda." @Keyla.
"Lha itu kata, Vita." @Airin.
"@Airin, ronde Airin, ronde bukan ronda. Lu gue kasih kaca mata kuda nih." @Vita.
"Oh ... Hem, ronde?"🤔. @Airin.
"Sudahlah jangan membuat Airin pusing." @Keyla.
"Asal kalian tahu ya, kemarin si Pras lihat saat gue kasih minum ke pak Dewa. Gue kan cuma refleks karena dia batuk yaudah gue kasih minum." Keyla menjelaskannya pada para sahabatnya. Dia memang tidak ada niat atau pikiran apapun.
"Terus gimana? Pras marah nggak?" tanya Vita, Airin, Anita.
"Alhamdulillah, nggak sih. Awalnya juga gue nggak nyangka kalau dia tahu. Semalam aja tuh Pras cerita, tapi terus gue jelasin aja yang sebenarnya, gue takut dia salah paham," ucap Keyla.
"Alhamdulillah, kalau gitu Key." Vita.
"Gue bersyukur Allah kirimkan dia buat gue." Keyla.
"Sekarang baru sadar lu, dulu aja di sia-siakan." Vita.
"Bener banget tuh, Vit." Airin dan Anita.
"Dulukan gue belum terlalu kenal dia maemonah." Keyla.
"ðŸ¤."
__ADS_1
Itulah obrolan emak-emak kurang kerjaan.