Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
17


__ADS_3

ditengah perjalanan asror terus memikirkan nisa ia berharap akan bertemu dengan nisa ia tidak mau kehilangan orang yang dicintainya itu ia tak tahu bagaimana keadaannya selanjutnya jika tidak ada nisa .


setelah 2 jam lamanya perjalanan asror .ia sampai pada suatu desa yang dipenuhi rumah sederhana asror turun dari mobilnya itu dikarnakan mobilnya itu tidak bisa masuk kedalam pelosok .


asror melihat pria paruh baya lewat disekitar jalanan .lalu asror menghampiri mereka dan menanyakan alamat rumah kakek nisa asror menunjukan sebuah kertas kecil yang berisikan alamat kakek nisa .


asror : assalamualaikum pak maaf pak numpang tanya ..sambil menunjukan kertas kecil itu .


"apakah bapak tau alamat rumah ini pak"lanjutnya asror menanyakan alamat itu.


sibapak : oh ini kamu lurus saja terus katika ada prempatan seaden belok kiri dan setelah itu aden lurus terus sekitar 100 m dari sini.nanti akan ada rumah bercat biru .nah disana lah tempatnya den...ucapnya bapak itu sambil mengisyaratkan jalan itu dengan telunjuk jarinya itu..


asror : oww baiklah pak terimakasih pak ..ucapnya sembari bersalaman pada bapak itu dan asror meneruskan perjalanannya dengan jalan kaki ia bela belain jalan kaki hanya untuk menemui nisa .


setelah lama berjalan asror melihat ada toko dipinggir dan ia merasa haus lalu ia berinisiatif untuk berhenti sejenak membeli air meneral .lalu asror duduk ditempat toko itu sebentar dan menegukkan air tak lupa ia mengucapkan bismillah sebelum meneguknya dan mengucapkan hamdalah setelahnya .lalu asror melanjutkan perjalannya yang hampir sampai .


sekian perjalanan fikiran asror hanya terpadu pada pertemuannya dengan nisa .


dan setelah perjalan panjang asror. baru lah ia melihat sebuah rumah bercat biru .lalu asroe berjalan lebih cepat karna ia tidak sabar untuk bertemu dengan nisa .lalu didepan rumah itu asror melihat seorang gadis yang sedang menyapu dia gadis yang sangat cantik berkulit putih bersih gadis itu seperti nisa namun ia tak memakai cadar .sedang asror tak pernah melihat wajah nisa namun ia merasa itu adalah nisa namun bedanya ia tak bercadar ."apa munkin itu saudara sepupunya ya " gumamnya asror dalam fikirannya .lalu asror menghampiri gadis itu dan tak lupa ia mengucapkan salam ..


pov nisa " nisa sedang bersih bersih dihalaman rumah kakeknya namun ia tak memakai cadar karna disitu terasa sangat panas oleh karna itu nisa tak memakai cadar .lalu seketika jantung nisa berdetak tak menentu nisa berfikir ada apa dengan jantungnya itu keadaannya seperti ia saat berada didekat asror .lalu ia kembali teringat dengan asror dan seketika buliran bening mengalir dipipinya yang mulus ia kembali teringat akan asror .namun tanpa nisa sadari ada sepasang mata yang memandangnya dari belakangnya sontak nisa terkejut ketika mendengar ucapan salam yang menurutnya suara itu tak asing baginya.nisa menyangka dirinya sedang berkhayal tentang asror hingga ia bisa mendengar seruan asror .dengan cepat nisa menyadarkan dirinya namun lebih terkejutnya lagi nisa mendengar suara itu kini lebih dekat kedengarannya .seketika itu nisa tersadar bahwa itu memang suara asror .nisa langsung berdiri dan berucap "mas asror "gumamnya yang tak didengar asror .


asror : assalamualaikum bak maaf mau tanya apa benner ini rumah bapak malik (nama kakek nisa ) ..tanyanya asror yang membelakangi tubuh nisa.


nisa yang ditanya malah diam ia masih tetap dengan posisinya itu memunggungi asror .lalu seketika tubuh nisa terasa bergetar peluh kini mengalir dari dahinya ...


nisa : ada apa mas ngapain kesini ..jawab nisa yang msih sama dengan posisinya memunggungi asror ..


asror yang mendengar suara gadis itu iya terkejut asror sangat mengenali suara itu .suara yang sekian lama ia rindukan ..

__ADS_1


"dek nisa " jawabnya asror tanpa menjawab pertanyaan nisa ..


lalu dengan cepat nisa pergi meninggalkan asror yang masih mematung disana .seketika asror tersadar ia melihat nisa yang pergi dari hadapannya dengan setengah berlari .


"dek dek nisa tunggu dek " panggilnya asror namun tak ada respon dari nisa ..


nisa sudah kembali masuk kerumah itu dan menutup pintunya lalu asror mengejar nisa sampai kedepan pintunya itu ..


"dek bukalah pintunya dek jangan tinggalkan mas. mas sangat mencintaimu karna allah dek jangan buat hati mas gundah dengan kepergianmu " ucapnya asror dengan nada paraunya seperti orang sedang menahan tangisnya .namun memanglah keadaan asror seperti itu iya merasa terpukul karna nisanya tidak meresponnya tanpa izinnya buliran bening mengalir dari kelopak matanya .ia saat itu asror sedang menangis .


nisa yang mendengar suara itu iya tak bisa menahannya juga seketika buliran beningnya mengalir dengan deras .dikarnakan nisa tak kuasa menahannya rasa sesak didadanya itu ia langsung pergi dan masuk kedalam kamar itu.kakek nisa yang melihat itu merasa heran apa yang terjadi pada cucu kesayangannya itu seketika ia mendengar suara orang dari luar lalu kakek nisa menghampiri asror dan membukakan pintunya .


asror yang melihat itu segera ia usap air mata itu lalu mengucapkan salam ..


"assalamualaikum kek "ucapanya asror pada kakek nisa sembari mencium punggung tangan kakek itu .


lalu kakek nisa mengajak asror masuk kedalam kemudian asror mengikutinya mereka berdua duduk diruang tamu .lalu datanglah seorang prempuan paruh baya yang sudah berumur kalo ditebak pasti itu nenek nisa.


asror langsung berdiri dan menyalami nenek nisa tidak lupa ia cium punggung tangan nenek itu sebagai tanda penghormatan kemudian asror memperkenalkan diri pada mereka berdua agar mereka tk merasa "


bingung akan kehadirannya .


"perkenalkan nek kek .saya muhammad aseoril arifin calon suamin khoirun nisa "tuturnya pada kakek dan nenek ..


kakek dan nenek nisa yang mendengar itu saling pandang dan melemparkan senyuman .


nenek : ooowww jadi ini ya yang namanya asror ..jawabnya sinenek seakan ia penah mendengarnya namany..


"calon suami nisa " lanjutnya sinenek pada asror..

__ADS_1


asror : nenek tau saya nek ..


tanyanya asror karna merasa janggal pada sinenek.


nenek : iya nak nisa selalu menceritakan nak asror .munkin kalian berdua sekarang sedang ada masalah .jadi selesaikan lah denga kepala dingin nak .jangan memakai emosi jangan biarkan dirimu terkendali nafsu ..jawabnya sinenek sembari memberi mauizdohnya pada asror ..


kakek : iya nak nisa selalu membicarakanmu dengan kami..


asror : jika diizinkan asror ingin berbicara pada nisa nek kek ..


"oh iya tidak apa nak "jawab merka berdua ..


"iru kamarnya nak" lanjutnya sang kakek sembari menunjukan kamar nisa ..


lalu asror berjalan menuju kamar nisa disana asror berdiri didepan pintunya dan asror mengetuknya pintunya itu sembari memangil nama nisa ..


"tuk tuk tukk "suara ketukan pintu .


"nis buka pintunya nis mas ingin berbicara padamu "ucap asror pada nisa dari belakang pintu..


karna tidak ada respon dari nisa asror langsung bicara disitu dari balik pintu itu yang tentunya akan didengar oleh nisa.


asror : maafkan mas yang membuat hati adek gundah sungguh mas sangat mencintai adek karna allah .namun jika adek tidak ingin bersama mas.mas tidak akan memaksa jika itu menjadi sebuah kebahagiaan untuk adek .jangan pkirkan mas karna mas akan bahagi jika adek bahagia .meski kebahagiaan adek tidak terdapat dari diri mas .ketahuilah dek jika ada pilihan mas akan tetap memilih adek apapun itu resikonya .jangan lah bersedih karna air matamu adalah lukaku .aku akan pergi dari kehidupanmu jika kehadiran mas hanya menoreh luka dihatimu .maaf mas tidak bermaksud begitu .mas sangat mencintaimu karna allah .dan terimakasih karna sudah pernah mewarnai hidup mas .dek mas pamit karna mas takut jika kehadiran mas hanya menjadi bebanmu .jangan terbebani dengan kehadiran mas .karna mas tak menginginkan itu .mas tak akan memaksamu dek mas rela melepasmu meski itu sangat sulit untuk mas.asslamualaikum dek mas mencintaimu karna allah mas menyayangimu karna allah ..tuturnya asror yang beriringan dengan buliran bening yang mengalir sangat deras dipipinya asror ..lalu asror beranjak pergi dan pamit pulang pada kakek dan nenek nisaa ..


nisa yang mendengar semua itu dari dala hatinya terasa sesak mendengar penuturan asror ia menangis tak kuat menahannya ..


lalu asror pergi dari tempat itu dengan kekecewaan dan tangan hampa .iya berjalan menelusuri jalan itu dengan kesedihannya .namun apalah daya asror takut itu akan membebankan hati nisa ia tak ingin melukai hatinya ..


akankah nisa dan asror berpisah ataukah bersatu kita sama2 belum tau jika ingin tau tunggu up selanjutnya dan jangan lupa votenya author biar tambah semangat nulis naskahnya...😁😁

__ADS_1


next....


bersambung......


__ADS_2