
bab 142
.
.
.
Entah akan dibawa kemana Erlita oleh wanita misterius itu. ia tetap melajukan mobilnya membelah jalanan.
.
.
Sementara Namira yang baru tiba disekolah Erlita begitu syok saat banyak sekali orang bergeletakkan terluka dan beberapa tenaga medis serta Bima suami widia juga berada disana
baik Namira maupun Widia segera turun guna menanyakan ada apa sebenarnya.
" Bima.." panggil widia. Bima langsung menoleh dan mengembangkan senyum tipis terhadap istrinya.
" Bima.. ini ada apa ?? apa yang terjadi ??" tanya Namira yang sudah sangat kawatir.
" tenanglah Mir, Aku akan berusaha menyelamatkan putrimu.." jawab Bima berusaha menenangkan Namira. ia tak bisa mengatakan jika zErlita telah diculik.
" a..apa maksudmu ??? Er..Er..mana Bim ??!!" Namira nampak begitu histeris, Tenaga medis terlihat membawa Wali kelas Erlita yang terluka dibagian tengkuk akibat hantaman benda tumpul yang terlalu kuat.
" Miss.. Miss.. Mana Erlita ?? Anda bilang tadi akan menunggu saya ??!!" Namira memberondong Guru kelas Erlita dengab banyaknya pertanyaan.
" Maa..af..nyo..nya... Er..Lita, dibawa..Wani..ta..ja..hat.." ujar guru kelas Erlita terbata. sumpah demi apapun rasa sesak terasa dalam pernafasan Guru itu.
__ADS_1
Namira mematung dengan air mata yang lolos begitu saja. kakinya seakan tak mampu untuk menopang tubuhnya yang terasa begitu berat.
Dengan memegang dadanya Namira memgatur nafas yang mulai tak.beraturan. bersamaan dengan Tubuh Namira yang hendak terjatuh.
" Namira.." Widia hendak berlari.
Namun sepasang tangan kekar segera menangkap Namira.
" sayang.. tenanglah..kita.cari sama-sama ya ??" suara yang begitu familiar terdengar ditelinga Namira. dengan tatapan kosong, Namira menoleh kesamping dimana Attalah yang entah sejak kapan sudah disana dan menopang tubuhnya yang terasa lemah.
" Er..Er..mas..Er..anakku.." Ujar Namira dengan terus memanggil nama putrinya dan air mata terus mengalir dengan sendirinya.
Attalah membawa Namira dalam pelukannya. sumpah demi apapun, melihat istrinya menangis membuat Attalah begitu terpukul, menjaga dua orang yang berharga dalam hidupnya saja ia tidak bisa.
" sayang.. aku mohon jangan menangis.. kita akan cari bersama ya.. ??"
" Dia baru sembuh mas.. bagaimana jika orang jahat itu melukainya..hiks..hiks..hiks.." tangis Namira pecah dalam dekapan Attalah.
" kasihan Mira.." gumam Widia yang juga ikut direngkuh oleh Bima.
" kita akan membantu mereka kan ??" tanya Bima berusaha memgalihkan pembicaraan.
Widia dengan cepat mengangguk. " tentu saja. cepat kerahkan anak buahmu.. cari Erlita sekarang juga !!"
" tenanglah sayang.. aku dan Tio akan berusaha dengan baik.." balas Bima dengan senyuman.
" kau masih bisa tenang ya !! lihatlah mereka sedih sekali.."protes Widia.
" iya..iya.." Bima hanya bisa mengalah.
__ADS_1
lalu merogoh kembali ponselnya Yang berdering.
" kau dimana sih !!! aku menunggumu sampai jamuran !!!" teriakan dari sambungan telfon begitu masuk kegendang telinga Bima.
" berisik sekali sih !! aku sedang membereskan kekacauan wanita gila itu !!!" balas Bima tak kalah keras suaranya.
" siapa yang kau maksud pak komisaris ??" tanya Attalah yang bisa mendengar ucapan Bima.
" tuan Attalah. ini masih dugaan. kami akan menyelidikinya." Bima berusaha setenang mungkin menjawab.
Attalah memicingkan matanya, "apa Tio yang menghubungimu itu ??" tanya Attalah penuh selidik.
Bima menghentikan ucapannya. sedangkan yang masih dalam sambungan telfon ikut mematung, tetap saja Attalah harus tau.
" Bima. ajak Attalah juga kemari. kita harus cepat.." ucap Tio dalam panggilan.
Bima tak menjawab dan mematikan panggilannya lalu memasukkan ponsel kembali kedalam saku celananya.
Baru saja Bima akan berbicara, Namira nampak bertambah lemas dan akhirnya pingsan tak sadarkan diri. untung saja Attalah tetap setia mendekap tubuh Namira. hingga Namira tidak harus jatuh kebawah.
" Sayang.. Namira..Namira..bangun sayang..." Attalah menvcoba membangunkan Namira dengan mimik wajah sangat kawatir.
" ayo bawa Mira kerumah sakit Atta...?!" Widia menyarankan.
Attalah segera membopong tubuh Namira dan membawanya menuju mobil. Widia dan Bima pun turut serta ikut, setelah Bima memberikan arahan kepada anggotanya untuk berpencar mencari pelaku penculikan Erlita.
.
.
__ADS_1
.