Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 59


__ADS_3

Malam hari. Semua karyawan toko DA Collaction keluar hotel menikmati makan malam dengan suasana yang berbeda karena mereka makan memilih tempatnya di pinggir pantai agar bisa menikmati suasana pantai di malam hari.


Meja pertama di tempati kelompok Keyla. Meja ke dua, Mita. Meja ketiga, Riri dan kawan-kawan.


"Key, kamu pesan apa?" tanya Vita.


"Samain sajalah," jawab Keyla.


"Key, lihat deh itu bukannya Firdaus ya ...." Airin menunjuk kearah seorang laki-laki yang berdiri tak jauh dari pantai.


"Sepertinya, sih iya. Tapi nggak mungkinlah ngapain dia kesini," ujar Keyla.


"Liburan dong Keyla sayang, masa iya dia ngikutin kamu kan nggak mungkin," jelas Airin.


"Hehe, sudahlah biarkan saja lebih baik kita makan saja!" Keyla menatap mejanya yang sudah mulai terisi beberapa makanan ringan dan minuman.


Mereka mulai mencicipi beberapa makanan yang berada di meja.


"Hai, Key," sapa seorang lelaki di depannya.


Keyla yang sedang makan pun tersendak saat melihat orang di depannya. "Kamu, tak apa?" lelaki itu langsung mendekat ke arah Keyla dan mengelus punggung Keyla.


"Aku, tidak apa Kak," jawab Keyla saat batuknya sudah mulai reda.


"Kakak, ada disini juga?" tanya Keyla.


"Iya. Boleh gabung nggak?" Lelaki itu bertanya pada Keyla dan temannya.

__ADS_1


"Silakan," jawab mereka bersama.


"Kak Firdaus, kesini sama siapa?" bukan Keyla yang bertanya tapi Airin.


"Gue sama temen-temen, itu mereka lagi pada sibuk bermain gitar sambil bernyanyi." Firdaus menunjuk kearah segerombolan temannya.


"Kamu, Kesini sama siapa?" tanya Firdaus pada Keyla.


"Sama semua karyawan toko," jawab Keyla.


"Kakak nggak kuliah?" imbuhnya.


"Libur, jadi kita kesini nyari angin," balas Firdaus.


"Lama kita tidak pernah berjumpa," ucap Firdaus.


"Kak, Idus kesini sama pacarnya?" tanya Airin.


"Nggak, gue masih setia nungguin dia tuh." Firdaus mengarahkan matanya ke arah Keyla.


"Oh ...." Airin mengangguk-angguk.


Mereka pun ngobrol bareng bercanda bersama sesekali Airin bercerita tentang dirinya yang mampu membuat mereka tertawa.


"Ikut kesana yuk Key!" ajak Firdaus menunjuk kearah temannya.


"Malu," jawab Keyla.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Firdaus.


"Tak apa." Keyla merasa tidak nyaman saja, entah karena terlalu lama tidak bertemu entah apalah pokoknya nggak seperti biasanya saja.


Firdaus memegang tangan Keyla, mengajak untuk berdiri, kemudian Firdaus membawa Keyla kepinggir pantai duduk di atas pasir melihat langit yang gelap di hiasi dengan kelap kelip bintang yang memancarkan cahayanya.


"Apa kamu suka tempat ini?" tanya Firdaus.


"Hem," jawab Keyla.


"Kenapa kamu suka tempat ini?" Firdaus bertanya kembali.


"Karena tempatnya yang indah, damai disini seakan membawa ketenangan," balas Keyla.


"Pintar," ucap Firdaus.


"Aku berharap suatu hari nanti kita bisa bersama kesini duduk berdampingan seperti ini, tapi dengan status yang berbeda," imbuhnya.


"Kak," lirih Keyla.


"Tak apa Key, jangan di pikirin aku hanya bercanda aku akan selalu menjadi yang terbaik untukmu, jika memang kamu memilih yang lain aku akan tetap mendukungmu, mendoakanmu semoga kamu bahagia, melihatmu bahagia aku juga bahagia," ucap Firdaus, dia tak berani menatap kearah keyla hatinya begitu sesak saat mengucapkan kata-kata itu, dia terlalu munafik tapi apalah daya jika cinta memang tak bisa di paksakan biarkan cinta ini menjadi lukisan yang terukir indah di dalam hatiku.


... ***************************...


Jangan lupa like dan vote ya kakak.


Sangat sakit jika cinta bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


Semangat bagi para jomblo, cinta itu akan datang dengan sendirinya jadi jangan galau kalau belum punya pacar jangan ngiri sama yang lain. Ok.


__ADS_2