Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Persiapan dan menghadang


__ADS_3

bab 145


.


.


.


Dirumah besar Wanita yang menculik Erlita, Anak buahnya berlari kecil kearah wanita yang duduk santai dengan memegang segelas wine ditangannya.


" bos, ada masalah." lapor anak buah itu.


" ada apa ??!" tanya wanita itu sembari meletakkan gelasnya.


" mereka mengetahui tempat kita saat ini bos. bahkan mereka menuju rumah ini."terang anak buah itu.


"braakk !!!


" apa ??!! kenapa baru lapor sekarang ??!!" bentak Wanita itu.


anak buah wanita itu tertunduk dengan mengakui kesalahan mereka.


Wanita itu begitu terlihat frustasi, " cegah laju mereka, jangan sampai mereka dampai disini sebelum aku pergi !!! cepat !!?!" perintah Wanita itu dengan bentakan yang begitu keras.


" baik bos !!" segera anak buah wanita itu memutar tubuh dan berlari keluar.


Sedangkan wanita itu mengumpat dengan amat kesal "sialan !!! kenapa Tio cepat sekali menemukanku sih !!!"


wanita itu berlari menuju ruangannya, secepat mungkin ia mempersiapkan semua yang akan ia bawa, ia membuka lemari kaca dimana senjata yang ia simpan berada, lalu beralih kelaci mencari apa saja yang ia butuhkan.


semua ia kemas kedalam sebuah tas punggung. lalu ia segera berlari, namun langkahnya terhenti saat memandang sebuah foto dilemari disisi pintu.

__ADS_1


Wanita itu segera membuka lemari itu dan meraih foto pria yang tersenyum bersama dengannya.


Air mata wanita itu menetes saat mengusap gambar sosok pria yang amat ia cintai.


" Hans..maafkan aku.. aku tidak akan tenang jika tidak membayar pengorbananmu untuk wanita dan pria jahat itu." gumam wanita itu dengan menahan air mata, meski sudah ada yang terjatuh, namun dengan cepat wanita itu mengusapnya dan segera memasukkan foto itu kedalam tasnya.


ia segera berlari menaiki tangga dimana tadi ia meninggalkan Erlita yang belum sadar.


Saat membuka pintu wanita itu bersitatap dengan Erlita yang sudah berdiri diambang pintu. nampak sekali ketakutan diwajah Erlita, apa lagi saat pintu tiba-tiba saja terbuka, Erlita segera mundur beberapa langkah,


" kau sudah bangun ya ??" ucap wanita itu seraya masuk kedalam.kamar. Sedangkan erlita terus mundur agar menjauh dari wanita yang tidak ia kenal.


" ta..ta..nte..sia..pa ??" tanya Erlita dengan terbata dengan mata terus tertuju pada wanita itu.


Wanita itu terus mendekati Erlita. "anak manis, ayo ikut tante.. kau mau bertemu bundamu kan ??" ajak Wanita itu selembut mungkin.


Eelita segera menggeleng. "tidak !! bunda bilang nggak boleh ikut orang asing !!" tolaK Erlita dengan suara keras.


Senyum wanita itu terlihat tipis. "kau sama seperti ibumu ya ternyata !!?" dengan gerak cepat Wanita itu membekap mulut Erlita dengan kain, rontaan Erlita perlahan berkurang saat hilangnya kesadaraan anak kecil itu.


.


.


.


Diperjalanan Attalah, Tio dan Bima dihadang banyaknya mobil yang memiliki persenjataan lengkap, Tio segera menghentikan mobilnya saat jalanan sudah diblokir.


" sepertinya kita akan berolah raga malam" ujar Tio yang membuka sabuk pengamannya.


" jika olahraga malam bersama Widia aku suka, tapi kalau begini aku malas sekali !!" balas Bima.

__ADS_1


" cih !! pengantin baru yang berlebihan !!" umpat Tio.


" mereka siapa ?? kenapa banyak sekali ??!" tanya Attalah. tanpa mengindahkan percakapan dua pria yang bersamanya.


" aku yakin ini yang disiapkan wanita itu. aku sama sekali tidak menyangka, dia bisa menjadi seperti ini." ujar Tio yang segera membuka pintu mobilnya, namun dengan cepat pula Attalah menahan lengan Tio.


" kau yakin akan melawan ?? lihatlah mereka banyak sekali !!" protes Attlah.


" lalu kita akan bagaimana ?? hanya ini jalan menuju rumah penculik anakmu, jika dijaga begini,sudah pasti dia sembunyi didalam sana.!!" celoteh Tio menjelaskan.


" kau benar, baiklah. ayo.." Attalah malah turun terlebih dulu. Sedangkan Bima dan Tio saling tatap. " apa dia mampu ?? mereka banyak Tio ??" tanya Bima


" tenang saja. kita bertiga. dan lihatlah kebelakang kita." Balas Tio yang ikut turun meninggalkan Bima. Bima yang menurut langsung menoleh, dan nampak beberapa mobil yang terbilang cukup banyak sudah berjajar rapi dibelakang mereka.


senyum terkembang diwajah Bima.setidaknya malam ini dia akan menjadi orang biasa serta bebas memukul orang. karna anak buahnya gagal mengikutinya, sedangkan anak buah Tiolah yang sudah standbye melindungi mereka.


" waktunya bermain.." gumam Bima yang segera turun.


.


.


.


pada penasaran ya siapa penjahat itu ??


stay terus ya disetiap episodenya..🙏🙏


bakal ada cerita memilukan diending konflik ini.


mohon maaf jika jarang nyapa kakak Reader semua, sedikit kurang semangat karna lagi ngk enak badan aja..

__ADS_1


mohon doanya ya men temen.. semoga segera bisa cepat sembuh.


🙏🙏


__ADS_2