
"Mas kenapa nggak bilang kalau udah pulang?" kesel Keyla.
"Kan biar surprise, Dik," balas Pras dengan tersenyum manis. "Ayo, ikut Mas!" Pras membawa Keyla ke dalam sebuah ruangan bisa di bilang seperti kamar.
"Ngapain, kita kesini?" tanya Keyla.
"Mas ingin memberikan sesuatu untuk mu," jawab Pras.
"Kenapa harus di sini?" Keyla semakin bingung dan was-was karena hanya mereka berdua yang berada di ruangan tersebut.
"Biar orang lain tidak mengetahuinya." Pras menggandeng tangan Keyla menuju meja rias. "Duduklah." Setelah Keyla duduk di kursi Pras bertepuk tangan tak lama datanglah seorang wanita dengan membawa beberapa box kecil masuk kedalam ruangan.
"Tolong makeup istri saya sesuai dengan yang saya bilang," ucap Pras pada perempuan tersebut.
"Baik, Pak," balasnya.
"Aku keluar dulu sebentar," pamit Pras pada Keyla.
'Ini sebenarnya ada apa sih, kenapa gue harus di makeup segala perasaan penampilan gue udah semaksimal mungkin,' batin Keyla.
MUA mulai memoleskan make up di wajah Keyla. "Mba, jangan terlalu tebal ya, yang natural saja. Saya tidak terbiasa makeup," ucap Keyla.
"Baik, Kak," balas MUA.
Tiga puluh menit makeup selesai. "Kak, ini gaunnya yang sudah di persiapkan oleh Pak Pras untuk Kakak." MUA memberikan gaun berwarna coksu.
Keyla mengangguk mengikuti apa kata MUA, meskipun di otaknya begitu banyak pertanyaan, tapi itu akan di bahas bersama sang suami setelah acara selesai.
Setelah Keyla rapi dari gaun, make up, tatanan rambut. Keyla berdiri di depan cermin. 'Ini beneran gue, tapi kenapa gue seperti orang mau nikah ya,' batin Keyla.
"Kakaknya cantik sekali," ucap MUA.
"Terima kasih, Mba," balas Keyla.
Karena sudah selesai makeup Keyla, MUA memanggil Pras lewat sambungan telepon.
Tak lama kemudian Pras datang langsung masuk ke dalam kamar.
"Masya'Allah cantik sekali bidadariku." Pras menghampiri Keyla yang berdiri di depan cermin.
__ADS_1
"Mas," lirih Keyla dengan pipi yang memerah karena malu.
"Ayo, sekarang kita kembali ke tempat tadi, tapi kamu harus tutup mata terlebih dahulu," ucap Pras kemudian mengeluarkan kain hitam panjang mengikatnya di mata Keyla, setelah itu Pras menggandeng tangan Keyla menuntunnya menuju tujuan mereka.
"Kenapa harus tutup mata sih, Mas?" Keyla yang bingung.
"Nanti juga tau," balas Pras.
Sampai di tempat tujuan mereka Pras perlahan membuka kain yang menutup mata Keyla. "Jangan buka mata dulu, sampai hitungan ke tiga, sat ... u, du ... aa, ti ... ga," ucap Pras.
Keyla mulai membuka matanya. "Surprise," teriak semua orang yang berada di dalam ruangan.
Ruangan yang tadi hanya ada hiasan, tirai di dinding kini telah berubah menjadi sangat cantik. Pras sengaja menambah hiasan dan mendekor ruangan agar semakin cantik itu semua dia persembahan untuk sang istri.
"Happy birthday to you ... Happy birthday to you ... happy birthday ... happy birthday ... happy birthday to you," ucap Bunda Rita, Ibu Aminah, para kerabat, serta teman-teman Keyla mereka semua berjalan menghampiri Keyla. Bunda dan Ibu Aminah yang membawa kue.
Keyla begitu terharu hingga dia meneteskan air matanya saking bahagianya, ini adalah pertama kali baginya ulang tahun di rayakan banyak orang.
"Silakan tiup lilinnya!" ucap Pras.
Keyla mengangguk kemudian semua berteriak "tiup lilinnya ... tiup lilinnya ...."
Keyla pun meniup lilin yang berbentuk angka sesuai umurnya.
Keyla pun mengangguk kemudian dia berjalan menghampiri sang Ibu yang berada di samping suaminya. Keyla menyuapkan sesendok kue coklat pada Ibunya.
"Terima kasih, sayang. Selamat ulang tahun semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk mu," Ibu Aminah memeluk sang putri. Keyla menangis di pelukan ibunya.
Setelah melepaskan pelukannya, kini Keyla beralih ke ibu mertuanya. "Ini buat, Bunda, terima kasih karena telah melahirkan putra yang terbaik untuk Keyla," ucap Keyla.
Bunda Rita mencium kening Keyla kemudian memeluk menantunya. Harusnya Bunda yang berterima kasih karena kamu mampu membuat putra Bunda jatuh cinta.
Semua orang yang menyaksikan begitu terharu mereka juga ikut meneteskan air mata karena terbawa suasana.
Setelah para orang tua kini Keyla beralih ke suaminya. Keyla menyuapkan sesendok kue yang ia bawa. "Terima kasih karena telah menjadi imam yang baik untuk Keyla," lirih Keyla.
Pras pun mencium kening Keyla. "Terima kasih juga karena bersedia menjadi makmum ku," balas Pras.
Selesai acara suap-suapan kue kini berlanjut acara selanjutnya.
__ADS_1
Pras membawa Keyla berjalan ke depan pintu ternyata tepat di pintu terdapat tali berwarna pink ditengah-tengah ada pitanya. Keyla dan Pras berdiri tepat di depan pita.
Keyla menoleh ke arah Pras seakan bertanya ada apa ini.
Pras yang melihat tatapan istrinya hanya membalasnya dengan senyuman.
Pras bertepuk tangan sekali. Tak lama datanglah seorang wanita menghampirinya membawa nampan yang berisi gunting di hias pita warna pink. Pras mengambil gunting tersebut kemudian memberikannya pada Keyla.
"Mas," lirih Keyla.
"Ini adalah restoran yang aku janjikan, aku persiapkan untuk mu, maaf aku hanya bisa memberikan kado ini," ucap Pras. "Ayo!" Pras menyuruh Keyla agar menggunting tali yang berada di depannya.
"Bismillah." Keyla menggunting tali tersebut di sambut tepuk tangan semua orang yang menyaksikan peresmian restoran Keyla.
Setelah peresmian pembukaan restoran. Pras memberikan kejutan ke tiganya yaitu sebuah kunci yang berukuran besar.
"Ini apa lagi, Mas?" tanya Keyla.
Pras hanya diam tak menjawab, dia menggandeng tangan Keyla berjalan keluar pintu tak jauh dari pintu terdapat bingkisan yang berukuran besar.
"Buka," ucap Pras. Seseorang membuka kain yang menutup kado tersebut.
Keyla melongo saat melihat kado yang di berikan suaminya sebuah mobil berwarna merah. "Mas, Keyla tidak sedang bermimpi kan?" Keyla menampar pelan pipinya.
"Tidak, sayang," jawab Pras.
"Ini terlalu berlebihan, Mas," jelas Keyla.
"Semua ini pantas untuk kamu dapatkan," balas Pras.
Pras sengaja membelikan Keyla mobil agar saat pergi ke restoran dia tidak panas kepanasan, hujan ke hujanan. Semua telah di persiapkan oleh Pras sebelum acara pernikahan mereka di mulai.
**
Bahagianya punya suami seperti itu. Pasti kalian juga mau kan punya suami seperti Pras. Bagi yang jomblo tetap semangat mencari laki-laki yang cocok.
Bagi yang sudah menikah tetaplah bersyukur apapun keadaan kalian, karena semua sudah di atur sama Allah.
Ingat tidak ada manusia yang sempurna.
__ADS_1
Berbeda dengan dunia novel yang hanya cerita fiksi belaka khayalan author, jadi ceritanya di atur sama author, hehehe.
love you all.