
'Kenapa jadi aku yang salah terus, bukankah aku berhak memilih siapapun yang menjadi pendamping hidupku. Wina salahin aku, Firdaus salahin aku juga. Dasar orang aneh semua,' batin Keyla.
Setelah pulang dari rumah Firdaus Keyla langsung menuju ke rumahnya hari ini dia tidak ke restoran karena ada janji dengan para sahabatnya.
*
*
*
"Keyla," panggil Vita di depan rumah.
"Masuk, Vit," balas Keyla tanpa berniat berdiri membukakan pintu untuk Vita.
Vita membuka pintu masuk ke dalam. "Astaghfirullah, parah banget lu Key, asyik banget nonton film sampai nggak mau bukain pintu, gue kan tamu masa di suruh buka pintu sendiri," cerocos Vita setelah masuk ke dalam melihat Keyla berbaring di sofa panjang sambil menonton acara televisi.
"Gue pw banget, Vit," balas Keyla dengan cengengesan.
"Lu, udah mandi?" tanya Vita.
"Udahlah," jawab Keyla.
"Ya udah, ayo jalan sekarang!" ajak Vita.
"Tunggu iklan Napa, Vit lagi seru tuh." Keyla menunjuk kearah televisi.
__ADS_1
"Terserah, lu dah. Eh ... si Pras nggak ada?" tanya Vita.
"Nggak, dia lagi ke luar kota," jawab Keyla tanpa menoleh ke arah Vita, dia tetap fokus menatap televisi.
"Pras di luar kota ngapain sih, Key?" Vita yang kepo.
"Ngurusin restoran dialah, masa jalan-jalan," balas Keyla.
"Ya kali gitu, cari gebetan baru," celetuk Vita.
"Ngaco lu, amit-amit jangan sampai laki gue begitu. Sembarangan lu kalau ngomong," omel Keyla langsung melempar bantal sofa ke arah Vita.
"Bercanda Key, elah." Vita mengangkat tangannya membentuk v.
"Sudahlah, ayo pergi!" ajak Keyla yang sudah berdiri dari duduknya, moodnya tiba-tiba hancur gara-gara omongan Vita.
"Pintu nggak di kunci?" tanya Vita pada Keyla.
"Oh, iya, lupa." Keyla keluar dari mobil mengunci pintu terlebih dahulu, meskipun tidak ada barang mewah di dalamnya, tapi tetap harus waspada.
Setelah mengunci pintu Keyla kembali masuk ke dalam mobil. "Kita kerumah siapa, dulu?" tanya Keyla.
"Rumah Airin dulu," jawab Vita.
Keyla menyalakan mobil melajukan mobilnya menuju rumah Airin.
__ADS_1
"Key, lu suka tanya-tanya nggak sih tentang keseharian Pras saat di luar kota?" Ratu kepo apa aja di tanyain.
"Tidak. Gue berusaha percaya saja sama dia," jawab Keyla.
"Memangnya lu nggak penasaran gitu, Key?"
"Nggak. Meskipun gue nggak lihat, Allah maha melihat cctv Allah ada dimana-mana jadi gue selow aja terserah dia mau seperti apa karena apapun yang dia lakukan pasti Allah akan kasih tau," jelas Keyla.
"Bener juga ya," ucap Vita.
Tak terasa mereka telah sampai di rumah Airin. Keyla menyalakan klakson. Airin yang sudah menunggu di teras rumah langsung bergegas menghampiri mobil Keyla. Airin masuk kedalam mobil duduk di bangku belakang.
"Lanjut ke rumah Anita," ucap Vita.
"Gue berasa kayak sopir lu, Vit," balas Keyla.
"Hahaha, sekali-kali, Key nggak apalah." Vita tertawa kecil.
Keyla melajukan mobilnya menuju rumah Anita sepanjang perjalanan menuju rumah Anita mereka bertiga bernyanyi mengikuti lagi alunan musik yang di nyalakan Keyla.
Tiga puluh menit mereka sampai di rumah Anita. Tanpa memanggil karena Anita sudah siap siaga di depan rumahnya melihat mobil Keyla berhenti Anita langsung berlari menghampiri mobil tersebut kemudian masuk ke dalam duduk di samping Airin.
"Let's go, kita ke Mall," ucap mereka bertiga kelakuan emak-emak rempong.
**
__ADS_1
bersambung