Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
kenyataan pahit


__ADS_3

bab 152


.


.


Demi membuat Ketakutan Erlita hilang, widia benar-benar mengajak Erlita jalan-jalan dengan ditemani Bima. tujuan mereka adalah sebuah pusat perbelanjaan dimana didalam mall.besar itu terdapat wahana bermain untuk anak-anak.


Erlita nampak begitu senang sekali saat memasuki wahan bermain bersama Widia. sedangkan Bima dengan setia menunggu dan duduk.


" Bibi.. mau main itu !!?" tunjuk Erlita.


" mana sayang ?? itu ya ?? ayok.." ajak Widia dengan menggandeng Jemari Erlita menuju tempat mandi bola.


Senyum tawa bahagia terlihat dari wajah Erlita dan widia. seakan tak ingin beranjak.


Bima yang melihat Erlita bisa dengan mudah dekat dengan Widia ikut bahagia..


.


.


Sementara dirumah sakit, Tio terus mondar mandir didepan ruang operasi dengan mimik wajah begitu kawatir. dalam masa lalu, Mika adalah wanita yang lemah lembut, nyaris tak pernah berkata kasar, Tio sangat herab dan begitu penasaran dengan apa yang terjadi pada mantan kekasih alm. Hans itu.


Attalah dan Namira yang juga disitu ikut menunggu dan duduk diruang tunggu.


sesekali Attalah menggenggam tangan Namira agar Namira tidak merasa tegang atau apapun.

__ADS_1


Hingga Lampu Dari ruang operasi sudah padam, Tio begitu antusias dengan segera mendekat kearah pintu.


nampak dokter keluar dengan masih menggunakan seragam serba hijaunya.


" dokter, bagaimana keadaan Dia ??" tanya Tio.


sementara Attalah dan Namira juga bergegas mendekat. mereka juga ingin tau keadaan wanita yang menculik putri mereka.


" apa anda keluarganya ??" tanya Sang dokter.


" saya ayahnya dok !!" suara terdengar, hingga membuat semua mata tertuju kesana.


Adam tertatih dengan mama tyas disisinya membawa selang infus membantu.


" bagaimana kondisi putri kami dok ??" tanya mama tyas dengan mimik wajah kawatir.


" ma !! kenapa -?"


" diamlah dulu Atta !!" ralat mama tyas seraya melayangkan matanya yang tergenang air mata kearah Attalah.


" kondisi Nona Mika begitu sangat memprihatinkan. timah panas itu sudah mengenai selaput otak besarnya, tipis kemungkinan dia bisa selamat. saat ini dia bertahan karna alat medis yang kami gunakan, tapi kami tidak menjamin jika alat itu dilepas dia akan selamat." terang dokter dengan wajah nampak.begitu serius.


" apa ??" Seolah tak percaya Adam menggelengkan kepalanya ingin protes tapi tidak ada gunanya.


" apa tidak ada jalan lain dok ?? misalnya operasi yang lebih baik ?? atau keluar negeri ?? atau apa saja dok !!? kami mohon selamatkan dia ??!!" pinta Mama tyas dengan wajah memelas.


" untuk saat ini kami belum merekomendasikan apapun, tapi akan kami coba melihat bagaimana perkembangan Nona Mika nanti."balas sang dokter.

__ADS_1


" kalau begitu saya permisi." dokter itu segera berlalu dari hadapan semuanya.


Tio hanya bisa mematung mendengar penjelasan dokter barusan. Ia begitu merutuki kenapa Mika berfikir terlalu tipis dan minim seperti itu.


Adam terlihat tak kuat menopang berat tubuhnya, hingga hampir saja ia terjatuh, namun Namira dengan sigap menyangga tubuh besar Adam, begitupun dengan mama tyas. kesalahan mereka dimasa lalu kini harus mereka pertanggung jawabkan.


" mama, apa ini maksudnya ?? kenapa..kenapa mama.mengatakan dia putri mama ??!! lalu siapa pria ini ??!!" tanya Attalah yang sudah tidak sabar dengan menunjuk Adam yang dibantu duduk oleh Namira.


" Attalah. ada yang harus kami katakan." ujar Adam dengan memejamkan matanya.


" saya bicara dengan mama saya. bukan dengan anda !!" balas Attalah nampak tak terima, karna setau dia Papanya sudah meninggal.


" Atta !! pelan kan suaramu !!? dia ayahmu !!!" bentak mama tyas yang sudah tak kuasa menyembunyikannya lagi.


Attalah mematung seolah tak percaya dengan ucapan mamanya.


Namira mengusap lengan suaminya agar Attalah tidak salah berkata.


"apa yang kalian berdua katakan ??!!" tanya Attalah dengan senyum tipis


Adam menatap Attalah dengan penuh dalam. "kau dan Mika adalah saudara Attalah, dan aku adalah ayah biologis kalian.." ujar Adam dengan jelas.


Namira menutup mulutnya saat reflek terkejut dengan apa yang ia dengar.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2