
bab 134
.
.
.
Sepanjang perjalanan pulang Namira hanya diam dan memandang keluar dari kaca jendela mobil. Fikirannya terus memutar bertanya-tanya siapa wanita itu ?? dari suaranya bukan mama tyas ?? lalu siapa ??
Terus itu dan itu saja yang terlintas dibenak Namira saat ini.
.
.
.
Tio membuka pesan suara dari anak buahnya yang diperintahkan memgawal Namira.
"benar dugaanku," gumam Tio seraya menancapkan pedal gasnya serta memutar arah mobil kembali kerumah besar miliknya, dimana disekapnya pria yang meneror keluarga Attalah.
.
.
.
__ADS_1
Sementara Attalah yang sudah dikuasai emosi langsung menghentikan mobilnya didepan lapas dimana mama Tyas ditahan. kemarahannya sudah mencapai ubun-ubun, entah akan bagaimana nanti dirinya jika hatinya sudah tertutup dengan rasa kecewa dan marah itu.
Mata Attalah memerah dengan tangan terkepal kuat, saat melihat mama tyas yang dibawa Polisi wanita untuk menemuinya.
tatapan mama tyas yang begitu tak menyukai kedatangan Attalah semakin membuat Attalah yakin jika mamanyalah dalang dibalik semua ini.
" ada apa lagi kau kesini ??!!" tegur mama tyas bernada tak suka.
Attalah terus mengarahkan tatapan tajam pada sang mama. namun mama Tyas enggan membalas tatapan itu, mama tyas memilih menatap kearah lain.
"jika kau hanya akan diam, lebih baik aku tidur dalam sel saja !!" kembali mama tyas berkata.
"sampai kapan mama akan diam dan tidak mengakui kesalahan mama." ujar Attalah suaranya terdengar begitu berat, sebab ia harus menahan rasa sesak didalam dadanya.
Mama tyas langsung menatap Attalah sembari memicingkan matanya. "apa yang kau katakan ??!! mama sudah dipenjara begini kau bilang tidak mengakui !!!"
braakkk !!!
Mama tyas tersentak saat Attalah dengan tiba-tiba menggebrak meja didepan mereka.
" apa kau mau membunuh mama ??!! sebegitu bencinya kau dengan mama hanya karna mama tidak menyukai jalangmu !!!" bentak mama tyas berapi-api.
" seharusnya itu yang aku tanyakan padamu ma !!! apa karna hatimu sudah tertutup kebencian sampai kau mau melukai kami semua !!!" balas Attalah tak kalah keras. bahkan matanya yang memerah sejak tadi kini mulai menetes kan air mata.
" melukai apa maksudmu ??!! mama hanya membakar kontrakan Jalangmu !!! bahkan kau sudah memenjarakan mama, apa lagi yang kau inginkan Atta !!!" timpal mama tyas.
Attalah tersenyum penuh kesedihan dengan membuang tatapannya kearah lain. lagi, bagi Attalah mamanya telah membohonginya lagi.
__ADS_1
" sampai kapan mama akan membohongiku !! aku mohon hentikan dan katakan padaku ma.."ujar Attalah yang tidak bisa berdiri dan akhirnya duduk dengan tertunduk, hatinya seakan tak mampu untuk memarahi sang mama.
Mama tyas semakin tak mengerti. "sebenarnya ada apa ini ??membohongi apa ?? apa yang harus mama katakan ??!!!"
" mama menyuruh orang meneror keluargaku kan ?? bahkan mama rela mengeluarkan tabungan pribadi mama hanya demi membayar orang itu, untuk melukai aku, dan juga Namira. masih kah mama akan mengelak ??!!" Terang Attalah tatapan matanya beradu dengan mata sang mama.
" menyuruh ??" Mama tyas memperjelas pendengarannya. "tidak.. mama tidak melakukan semua itu. mama difitnah Atta !!"
" hah.. fitnah ?? bahkan orang suruan mama sendiri yang mengakui semuanya ma !! hentikan dan segera akui saja ma !!!" bentak Attalah karna sudah begitu tak tahan dengan rasa sesak didalam hati.
" orang suruhan yang mana ??!! mama menyuruh orang hanya untuk membakar kontrakan Namira saja !!! mana mungkin mama akan melukaimu !!! kenapa tuduhan busuk seperti itu kau layangkan pada mama !!!" protes mama tyas dengan wajah semakin serius.
karna sudah tidak tahan Attalah segera bangkit dari duduknya. "aku malu memiliki ibu seperti mama." ucap Attalah sebelum melangkah pergi meninggalkan mama tyas.
" Atta !! Attalah !! mama tidak melakukan hal seperti itu !!! kenapa kau tidak percaya pada mama !!!" teriak mama tyas hendak mengejar putranya. namun lengannya sudah ditahan kembali oleh anggota polisi dan mama tyas langsung dibawa kembali kedalam sel tahanan.
Saat sudah didalam sel, mama tyas terus memikirkan semua perkataan putranya.
" siapa yang berani memakai namaku ?? brengsek !! aku harus segera mencari tau !!" gumam Mama tyas dengan wajah begitu serius dan tangan meremas jeruji besi dihadapannya.
.
.
.
.
__ADS_1