
bab 147
.
.
.
Braakkk !!!
Tio menabrang pagar besi dengan kuatnya. bahkan Bima dan Attalah segera berlindung dengan kedua tangan mereka.
" ya ampun mobilku !!!" umpat Bima.
" tenang saja, Uang Attalah masih banyak untuk membeli mobil butut seperti ini !!" balas Tio sembari membuka sabuk pengamannya.
" kenapa aku ??" tanya Attalah
Tio dan Bima tidak menjawab, hanya saling tatap saja.
Suasana rumah besar itu nampak begitu sepi, hingga membuat Tio buru-buru turun. begitu pun dengan Bima dan Attalah.
Mata elang Tio meneliti kesekeliling, "hati-hati. pasti banyak jebakan disini."
Bima dan Attalah mengangguk. mereka melangkah masuk dengan mata terus waspada.
suara bising dari atas atap rumah menjadi pusat perhatian mereka.
Attalah memicingkan mata nampak sekali wanita itu menggendong putrinya mendekati Helikopter yang akan mendarat.
" dia diatas !!" teriak Attalah.
Bima segera menengadah,
__ADS_1
" sial !!" Tio mengumpat dan segera berlari masuk menerjang pintu rumah yang tertutup rapat.
namun saat handle pintu disentuh, Telinga Tio mendengar bunyi detakan sesuatu.
" ahh sial..!!" Tio berlari kembali. " Atta !!, Bima !! merunduk !!!" teriak Tio yang segera memberi kode kepada kedua temannya.
dan..
Dommm...!!!
Attalah, Bima dan Tio merunduk dan terpelanting akibat besarnya ledakan.
Beberapa tubuh mereka sudah terkena percikan ledakan barusan. dan yang paling parah adalah Tio, ia yang sangat dekat dengan ledakan.
" Tio !!" Attalah berlari mendekati Tio yang meringis karna punggungnya terluka.
"cepatlah masuk !! anakmu ada diatas dengan wanita itu.." ucap Tio yang menahan perih dipunggungnya.
Bima pun mendekat. " ayo tuan Attalah.." ajak Bima.
" dasar kalian keras kepala !!" gumam Tio.
" diam saja kau !!" balas Bima dengan suara lantang.
Dari atas loteng wanita itu tersenyum lebar, rencananya berhasil, "kalian terlalu meremehkanaku" gumam Wanita itu dengan seringainya.
setidaknya ia sudah mengulur waktu agar ia bisa menaiki helikopter untuk kabur dari mereka.
namun saat Wanita hendak melangkahkan kaki, terdengar tembakan yang diarahkan kehelikopter dihadapannya. reflek Wanita itu merunduk hingga hampir jatuh, karna ia tengah menggendong Erlita yang dalam pengaruh obat biusnya.
" sialan !!! siapa itu !!!" Wanita itu berdiri kembali dan nampak pria paruh baya yang mengarahkan senjatanya keatap.
dorr..
__ADS_1
dorr..
" apa yang kalian lakukan !!?? balas pria tua itu !!!?" teriak wanita itu kepada anak buah yang mengikutinya
dorr..
dorr..
dorr.
Attalah dan Tio serta Bima sudah mulai menapaki tangga. Tio bahkan sudah bisa kembali berjalan meski lukanya terbilang cukup serius, tidak ada waktu lagi. mereka harus segera sampai diatap.
Attalah yang diselimuti rasa kawatir dan amarah terus mempercepat langkahnya. diikuti Bima dibelakang. Tio sesekali menghentikan langkah kakinya, rasa perih dan panas dipunggungnya seolah menghujam. namun ia berusaha tidak bersuara ataupun berekspresi.
Hingga akhirnya tiga pria tampan itu, tiba diatap gendung tepatnya lantai tiga dirumah wanita itu.
" siapa kau ini !!!!??" teriak attalah yang sampai terlebih dulu.
Wanita itu langsung memalingkan wajah menatap Attalah. perhatiannya kacau gara-gara diserang dari bawah. anak buah wanita itu membentuk lingkaran melindungi bos mereka.
" sial !!!" umpat wanita itu.
" Mika lepaskan anak itu !!!? apa mau mu !!!?" teriak Tio Yang dipapah Bima yang berada dianak tangga terakhir sebelum tiba diatap.
" hah.. kalian sudah sampai ternyata. baiklah, aku malah senang karna kita akan mati bersama." ujar wanita yang bernama Mika itu.
" kau lama menghilang dan sekarang kau tiba-tiba datang dan melakukan hal konyol seperti ini ??!!!" tegur Bima. yang juga mengenal Mika.
Attalah menatap dua pria disisinya, mereka saling kenal ?? tapi siapa wanita itu ??
.
.
__ADS_1
.