Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 96


__ADS_3

"Rin, lu inget nggak kejadian kemarin? ih ... ternyata Pras so sweet banget," ucap Vita.


"Iya, gue sampai bengong lihat keromantisan mereka, beruntung sekali ya Keyla mendapatkan Pras," balas Airin.


Semua orang berpikir bahwa Keyla beruntung bisa mendapatkan Pras, berbeda dengan Pras justru dia adalah laki-laki paling beruntung karena berhasil meluluhkan hati sang pujaan banyak cowok.


Terkadang pandangan orang memang hanya melihat apa yang terlihat olehnya, bukan sebuah perjuangan dan perasaan, tapi lebih ke harta.


"Iya. Gue juga kaget pas Pras bilang minta bantuan untuk memberikan kejutan pada Keyla," jelas Vita.


"Sama, gue kira siapa yang telpon ternyata asisten Pras," sambung Airin.


**


Flashback


Satu hari sebelum ulang tahun Keyla. Pras memang sudah pulang dari Surabaya, dia sengaja tidak pulang ke rumah, dan tidak memberi kabar pada Keyla. Pras sengaja langsung menuju restoran yang dia berikan pada Keyla, dia kesana untuk melihat dekorasi, dan menyusun rencana agar kejutannya berhasil.


Pertama dia telpon sang Bunda agar mengajak Keyla jalan supaya Keyla tidak curiga.

__ADS_1


Kedua, dia juga telpon Ibu Aminah agar datang ke restoran tepat setelah Keyla pergi kerumah Bunda.


Ketiga, Pras menyuruh sang asisten untuk mencari nomor ponsel sahabat Keyla agar bisa ikut bergabung memberikan kejutan pada Keyla, karena Pras tahu Keyla itu sangat dekat dengan ketiga sahabatnya. Karena Pras tidak mengetahui semua nomor telepon sahabat Keyla, yang dia tahu Keyla dekat juga Ferry, akhirnya Pras menyuruh asistennya meminta nomor ponsel sahabat Keyla lewat Ferry, dia pergi ke kedai Ferry demi mendapatkan nomor handphon semuanya.


Setelah mendapat nomor telepon, Pras menelpon satu persatu sahabat Keyla. Meminta bantuan untuk memberikan kejutan pada Keyla. Mereka pun menyetujuinya dan akhir cerita semua berjalan lancar kejutan itu berhasil.


Flashback off.


***


"Keyla pasti seneng banget ya, Vit," ujar Airin.


"Pastilah, siapa sih yang nggak seneng bisa dapat suami seperti itu, baru juga nikah langsung dapat hadiah bererot begitu," balas Vita.


"Lha gue mah bersyukur banget, Rin. Meskipun suami gue orang sederhana yang penting adalah setia, sabar, tanggung jawab," jelas Vita.


"Betul ... betul ... betul." Airin tertawa sendiri mengikuti gaya omongan si kembar botak.


"Mudah-mudahan nanti gue bisa mendapatkan laki-laki yang baik, perhatian, seperti Pras juga gue terima dengan senang hati. Amin." Airin berucap sambil mengangkat kedua tangannya.

__ADS_1


"Amin paling kenceng," balas Vita sambil tertawa kecil.


"Kalian berdua ngapain ketawa-tawa begitu?"


"Ih ... Mas Heru, kepo," jawab Vita.


"Mas Heru, kemarin lihat SW kita nggak?" tanya Vita.


"Apaan?" Heru balik bertanya.


"Nggak usah pura-pura nggak tahu," ucap Vita.


Heru hanya membalasnya dengan senyuman.


"Wah, pasti Mas Heru tahu." Selidik Vita sambil menatap tajam ke arah Heru.


"Mas, tanggapan pak Dewa gimana?" tanya Vita dengan nada pelan.


"Tanya saja sendiri sama orangnya, nih." Heru menoleh ke belakang. Vita mengikuti arah pandang Heru betapa terkejutnya ia ternyata ada Dewa yang sedang duduk tak jauh dari pintu masuk.

__ADS_1


"Mas Heru, kenapa gak bilang kalau ada pak bos," omel Vita sambil memukul lengan Heru.


"Sakit, Vit," keluh Heru sedikit menjauh dari Vita dari pada nanti badannya pada sakit gara-gara amukan Vita.


__ADS_2