
Bukan Allah tak ingin memberikan apa yang dia inginkan, tapi Allah akan memberikan apa yang dia butuhkan.
"Wa," panggil Heru saat mereka berada di dalam mobil. Kini mereka berdua dalam perjalanan menuju toko karena hari ini adalah hari terakhir Keyla masuk.
"Gua tak apa santuy aja kali, Her," balas Dewa dengan tersenyum kecil.
"Baiklah." Heru kembali fokus menyetir mobil. Selama bersahabat dengan Dewa baru kali ini dia melihat Dewa begitu terpuruk hanya karena cinta. Yah itulah cinta kadang memberikan kebahagiaan terkadang memberikan kesedihan yang mendalam bagi yang merasakan.
Oleh karena itu Allah melarang kita untuk mencintai hambanya melebihi cinta kepada-Nya.
Sampai di toko Dewa langsung masuk ke dalam toko menuju sofa tempat biasa ia duduk saat di toko menaruh tasnya kemudian dia berjalan ke kasir untuk mengecek laporan pemasukan dan pengeluaran.
"Bisa kita bicara berdua," ucap Dewa saat berada di belakang Keyla.
Keyla mengangguk sebagai jawaban.
"Her, gua keluar sebentar," ucap Dewa.
__ADS_1
"Iya." Heru memberikan kunci mobil.
Dewa berjalan keluar toko di ikuti Keyla dari belakang.
Airin dan Vita yang melihat pemandangan itu mereka saling menatap.
*
Di dalam mobil hanya ada keheningan karena tidak ada mengeluarkan suara. Dewa sibuk menyetir sedangkan Keyla menatap kearah luar jendela. Tak lama Dewa menepikan mobilnya di sebuah taman.
Mereka duduk bersampingan, tapi saling diam.
Beberapa saat kemudian Dewa mulai membuka suara. "Selamat untuk pernikahan mu, semoga kalian langgeng sampai maut memisahkan," ucap Dewa.
"Terima kasih, Pak," balas Keyla. Dia bingung saat ini harus berkata apa di situasi seperti ini.
"Sama-sama. Terima kasih sudah memberikan warna dalam hidupku beberapa bulan ini, nama mu akan tetap selalu ku ukir di dalam hati, kenangan bersama mu akan selalu ku simpan rapi di memori otakku. Andai waktu bisa berputar kembali akan aku cintamu untukku terlebih dahulu sebelum orang lain mengambilnya," jelas Dewa.
__ADS_1
"Percayalah pada takdir, Mas. Manusia hanya bisa berencana, Allah yang menentukan. Jika memang kita berjodoh pasti kita akan bersatu, tapi sebaliknya jika kita tidak berjodoh pasti Allah akan mengirimkan bidadari pengganti yang tepat bersanding dengan mu." Keyla tidak ingin terus memikirkan hidup ini karena Allah telah menuliskan tentang kehidupan hambanya.
Dewa menarik kepala Keyla agar bersandar di bahunya. "Biarkan seperti ini untuk terakhir kalinya," ucap Dewa sambil menggenggam erat tangan Keyla.
"Suatu hari nanti Mas Dewa pasti akan menemukan wanita yang lebih baik dari Keyla," ucap Keyla meyakinkan Dewa supaya tidak terlalu patah hati karena dirinya.
"Asal kamu tahu. Hanya kamu satu-satunya wanita yang mampu membuatku merasakan cinta yang sesungguhnya. Tapi ternyata kini aku harus melepas cinta itu dari hatiku, membiarkan cinta itu pergi dengan kebahagiaannya." Dewa mengelus lembut kepala Keyla.
Mungkin saat ini orang akan berpikir Keyla begitu jahat dan berdosa terhadap calon suaminya. Tapi di sisi lain Keyla tak ingin orang lain sakit hati karenanya. Maka dari itu Keyla bersedia pergi bersama Dewa untuk menyelesaikan masalah mereka berdua.
*
*
*
Hallo semua masih yang masih setia dengan cerita ini terima kasih banyak. Jangan lupa like dan vote ya Kakak 😊 biar author tetap semangat untuk up.
__ADS_1