Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 92 Kejutan


__ADS_3

Setiap orang pasti menginginkan pasangan yang baik, tampan, setia, tapi setiap manusia ada kekurangannya karena tak ada manusia yang sempurna.


"Sayang, kamu duduk di sini dulu ya bersama Romi," ucap Bunda Rita.


"Iya, Bun," balas Keyla.


"Rom, Bunda nitip Keyla ya." Rita menepuk bahu Romi.


"Siap, Bunda," balas Romi.


Bunda Rita pergi meninggalkan mereka berdua, beliau berjalan kearah para tamu menyapa satu persatu tamu yang datang.


Keyla dan Romi duduk di meja nomor tiga.


"Kita belum saling kenal. Kenalin Romi," ucapnya membuka suara sambil mengulurkan tangan ke arah Keyla.


Keyla pun menyambut uluran tangan Romi.


"Keyla," balasnya.


"Nama yang cantik secantik orangnya pantas saja, Mas Pras tergila-gila padamu," jelas Romi.


"Terima kasih." Keyla membalasnya dengan senyuman.


"Jangan tersenyum begitu di depan gue takut meleleh gue," ucap Romi.


"Kak Romi, bisa saja," balas Keyla. "Kalau boleh Key tahu, Kak Romi ada hubungan apa sama keluarga Mas Pras?" Keyla yang penasaran sedari tadi akhirnya dia pun bertanya pada Romi dari pada terus penasaran karena wajah Romi hampir mirip dengan Pras. Tinggi, putih, gagah, kalau tampang, jangan di tanya pastinya ganteng.


"Gue ponakan Bunda Rita. Beliau Kakak nyokap," jelas Romi.


"Oh." Keyla mengangguk-angguk tanda mengerti.

__ADS_1


"Lu sama Mas Pras berapa lama pacaran?" Romi yang kepo.


"Key sama Mas Pras tidak pernah pacaran, kita hanya dekat sebagai teman itu juga kita jarang bertemu, komunikasi juga sangat-sangat jarang sekali." Jujur Keyla memang itulah kenyataannya.


"Lha, terus dari mana lu kenal Pras?" tanya Romi.


"Awalnya ada ojek yang memberikan bingkisan pada Key, bingung kan tiba-tiba dapat bingkisan dari orang yang tak di kenal. Malam hari Mas Pras nyamperin Key ke toko, Key bingung siapa dia nyamperin gue. Akhirnya Mas Pras dia yang mengirim bingkisan di situlah kita kenalan," jelas Keyla menceritakan awal mula bertemu dengan Pras.


"Aneh, tapi nyata," ucap Romi baru kali ini dia mendapat cerita yang begitu kocak menurutnya. Romi tak menyangka Pras yang begitu diam bisa juga ngerayu cewek.


"Memang sudah jodoh yang Allah takdirkan," balas Keyla.


"Betul banget, tapi kenapa lu pilih Mas Pras, bukan yang lain? sedangkan di luar sana pasti banyak laki-laki yang ingin menjadi pendamping hidup lu?" beginilah kalau punya jiwa kepo yang tinggi tanya terus.


"Semua sudah di atur sama Allah, Allah yang menuntun Key agar menerima Mas Pras," jawab Keyla.


"Beruntung sekali Pras bisa mendapatkan perempuan seperti lu," jelas Romi.


"Keyla juga beruntung bisa mendapatkan cinta Mas Pras," balas Keyla meskipun di dalam ada yang berbeda mungkin karena sudah satu minggu tidak bertemu suaminya.


"Lu kangen nggak sama Mas Pras?" tanya Romi.


"Kangenlah," lirih Keyla dengan malu-malu.


"Kalau lu kangen, coba tutup mata lu bayangin kalau dia ada di deket lu," ujar Romi.


"Ah, nggak mau," tolak Keyla.


"Kalau lu nolak berarti lu nggak beneran kangen sama dia," ucap Romi.


"Bukan begitu, ah ... sudahlah." Akhirnya Keyla menuruti apa kata Romi dari pada nanti terjadi salah paham.

__ADS_1


Perlahan Keyla mulai menutup mata membayangkan Pras berada di dekatnya.


"Kalau ngantuk pulanglah jangan tidur di sini," ucap seseorang di samping Keyla.


Mendengar ucapan seseorang suaranya sangat dia kenal. Keyla langsung membuka matanya menoleh ke sumber suara.


"Mas Pras," lirihnya, dia yang tak percaya mengucek-ucek matanya dia takut apa yang dia lihat barusan hanya mimpi atau halusinasinya.


"Kamu tidak sedang mimpi." Dia pun mencubit hidung Keyla.


"Au," keluh Keyla.


Pras merentangkan tangannya, Keyla pun langsung berhamburan ke pelukan sang suami yang telah seminggu meninggalkannya. Pras mengelus lembut kepala Keyla.


"Jangan menangis," ucap Pras merenggangkan pelukannya. "Kenapa menangis?" Pras menghapus air mata Keyla yang membasahi pipinya.


Keyla hanya menggelengkan kepalanya.


Dia bahagia sekali karena akhirnya suaminya pulang.


"Kak Romi kemana?" tanya Keyla setelah tenang dia baru sadar jika Romi tak ada di depannya.


"Dia sedang ke toilet," jawab Pras.


"Mas Pras, kapan pulang? terus kenapa Mas Pras bisa berada disini?" tanya Keyla.


"Kalau nanya satu-satu dong, sayang," balas Pras. "Pertama, aku pulang kemarin malam. Kedua, ada kerjaan di sini," lanjut Pras.


"Kenapa nggak pulang ke rumah?" Keyla memanyunkan bibirnya.


"Ada kerjaan yang tidak bisa di tinggal sayang," jelas Pras dengan nada lembut supaya sang istri bisa mengerti.

__ADS_1


"Oh, gitu." Jelas padat singkat ucap Keyla.


Keyla sedikit kesal mendengar penjelasan Pras, tapi bagaimana pun dia harus bisa ngertiin pekerjaan suaminya.


__ADS_2