
"Tadi itu yang namanya, pak Dewa atau lebih tepatnya mantan bos Keyla?" tanya Romi.
"Iya, kok Kak Romi tahu, pasti Mas Pras." Keyla menoleh kearah Pras, tapi yang di lihatin sengaja buang muka pura-pura tidak tahu apa-apa.
"Biar itu menjadi masa lalu yang tidak perlu di ingat kembali, setiap orang pasti memiliki masa lalu," ucap Keyla.
"Sepertinya dia masih mencintai kamu, Mba Key," balas Romi.
"Semua hak dia, cinta atau tidak yang pasti aku sudah milik orang lain, dan aku memilih Mas Pas," jelas Keyla.
"Iya-iya, tuh Mas dengerin istrimu cinta sama kamu dia tidak akan pernah berpaling darimu." Romi memberitahu Pras.
Pras hanya diam tak menjawab.
Keyla sedikit kecewa dengan Pras karena menceritakan masa lalunya pada orang lain, tapi dia tidak ingin berpikir negatif pada suaminya, mungkin Pras meminta pendapat pada Romi sehingga dia menceritakan semua tentang dirinya.
Tak lama mobil mereka sampai di rumah Keyla.
"Besok gue jemput," ucap Romi.
__ADS_1
"Makasih, Kak Romi," balas Keyla kemudian keluar dari mobil di ikuti Pras dari belakang, tapi sebelum Pras benar-benar keluar mobil dia lebih dulu memberi pelajaran pada saudaranya.
"Sakit," keluh Romi karena Pras menjewer telinganya. Setelah menjewer kuping Romi, Pras bergegas keluar mobil.
Setelah Keyla dan Pras keluar mobil, Romi langsung tancap gas menuju rumah Bunda Rita.
"Assalamualaikum," ucap Keyla saat masuk ke dalam rumah.
"Kok sepi, Dik?" tanya Pras.
"Ibu belum pulang," jawab Keyla. Beruntung dia selalu bawa duplikat kunci rumah jadi kalau Ibunya belum pulang.
"Marah?" tanya Pras yang melihat Keyla hanya diam saja.
"Tidak," jawab Keyla.
"Terus kenapa diam saja?" Pras menatap kearah Keyla.
"Lagi malas bicara." Keyla hanya menjawab singkat setiap pertanyaan Pras.
__ADS_1
"Sayang, kalau marah bilang aku nggak mau kamu diamkan seperti ini." Pras menarik wajah Keyla agar menatapnya.
"Mas," lirih Keyla berusaha tidak menatap kearah Pras karena dia malu jadi salting jika bertatap muka langsung sama suaminya.
"Lihat aku, bilang kalau kamu tidak marah." Pras memegang wajah Keyla agar tidak bisa menoleh ke mana-mana.
Karena tidak wajah nya tidak bisa bergerak kemanapun akhirnya perlahan Keyla menatap kearah Pras dengan pipi yang sudah memerah karena malu. Keyla tidak berkata-kata hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Jangan seperti ini, malu," lirih Keyla.
Pras malah tersenyum.
"Bukan niat hati menceritakan masa lalu mu pada Romi, tapi saat itu aku butuh seseorang untuk memberikan solusi, butuh teman bercerita, karena saat itu aku ragu untuk mengambil keputusan jadi aku meminta pendapat Romi dan aku menceritakan tentang kamu. Aku takut jika kamu menolak ku, karena beberapa kali kamu selalu menolakku, tapi Romi selalu bilang agar aku harus maju lebih dahulu sebelum ada janur kuning melengkung masih ada waktu untuk berjuang mendapatkan cinta, kata Romi." Pras langsung menceritakan yang sebenarnya terjadi karena dia tidak ingin terjadi salah paham pada istrinya.
Terkadang kita memang butuh teman curhat untuk mengeluarkan unek-unek di hati, atau mencari solusi untuk memecahkan masalah yang sedang kita hadapi.
Namun, tetap ingatlah bahwa teman curhat terbaik adalah Allah.
***
__ADS_1