Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 76 Tamu Spesial


__ADS_3

Hari ini Keyla sengaja mengambil jadwal libur karena ada acara keluarga.


"Key, apa semua sudah siap?" tanya Ibunya.


"Sudah, Bu," jawab Keyla.


Setelah subuh tadi Keyla dan Ibunya berangkat ke pasar belanja untuk kebutuhan acara. Selesai berbelanja Keyla bersama Ibu langsung terjun ke dapur di bantu Mba Menik.


"Ki arep masak opo Bu.de?" tanya Mba Menik dengan logat jawanya.


"Goreng ayam, tempe, tahu, sayur sop, sama bikin sambel udah itu aja kali Menik," balas Ibu Keyla.


"Siap, laksana." Mba Menik mulai mencuci ayam terlebih dahulu. Sedangkan Keyla mengupas bawang dan menyiapkan bumbu-bumbu. Ibu Keyla membersihkan sayuran.


"Pasti calonnya Keyla ganteng ya Bu De?" tanya Mba Menik.


"Ganteng banget, baik pula," balas Ibu Keyla.


"Wah, cocok dong ganteng sama cantik," ucap Mba Menik.


"Iya. Ayamnya udah selesai di ungkep?" tanya Ibu Keyla


[5/6 11.16] Ghasan: "Sudah, Bu De tinggal di goreng." Mba Menik mulai menuangkan minyak goreng ke wajan.


"Biar, Key aja yang goreng Mba," ujar Keyla.


"Eh, jangan nanti kecripatan minyak lecet cantiknya ilang." Mba Menik menolak dengan keras saat Keyla ingin membantunya.


"Mba Menik ada-ada saja." Keyla mundur lagi beralih membatu ibunya.


"Sini Bu, biar Key saja yang ngulek." Keyla mengambil alih ulekan yang di pegang Ibunya.


"Tamu datang jam berapa Bu De?" tanya Mba Menik.


"Nanti habis Zuhur," jawab Ibu Keyla.


Bagian goreng-gorengan urusan Mba Menik, masak sayur Ibu Keyla. Sambal-menyambel bagian Keyla.


Tepat pukul setengah dua belas semua masakan sudah matang, tinggal sayur sop yang di tunda karena kalau di masak sekarang nanti dingin nggak enak. Jadi tadi Ibu Keyla menambah menu membuat cap cay bakso, dan kembang kol.


"Kamu siap-siap dulu sana Key!" Ibu menyuruh Keyla agar segera membersikan diri.


"Iya, Bu." Keyla berjalan dari dapur menuju kamarnya. Sampai di kamar Keyla langsung masuk ke dalam kamar mandi membersikan diri.

__ADS_1


Lima belas menit Keyla keluar dari kamar mandi menuju meja rias memoles tipis wajahnya dengan bedak dan lip glos pink di bibir mungilnya.


Setelah puas dengan hasil make upnya Keyla berdiri dari kursi rias melihat dirinya di pantulan cermin. Keyla berputar-putar melihat dirinya.


[5/6 11.30] Ghasan: Keyla memakai dres panjang warna magenta.


"Key, tamunya sudah datang," ucap Ibu Keyla di depan pintu kamar Keyla.


"Iya, Bu." Keyla berjalan membuka pintu kamar terlihat Ibunya yang sudah berdandan rapi.


"Ayo!" ajak Ibunya.


Keyla mengangguk kemudian berjalan keluar kamar bersama Ibunya menuju ruang tamu.


"Aduh, cantiknya calon menantu Bunda," ucap Bunda Rita saat melihat Keyla.


Keyla hanya tersenyum dengan malu-malu. Keyla berjalan menghampiri calon mertuanya menyalami kedua orang tua Pras kemudian dia duduk di samping Ibunya.


[5/6 11.39] Ghasan: "Karena sudah berkumpul semua sebelum saya memulai niat dan tujuan kami kesni. Saya selaku Ayah Pras mengucapkan terima kasih karena Ibu sudah berkenan menerima kehadiran kami. Bismillah jadi begini Bu, saya dan keluarga kesini pertama kami ingin menjalin tali silaturahmi. Kedua kami ingin mengutarakan niat kedatangan kami sekeluarga kesini yaitu ingin melamar putri Ibu yang bernama Keyla untuk putra kami Prasetyo.


[5/6 11.40] Ghasan: Sekarang ganti Ibu Keyla yang berbicara


[5/6 11.45] Ghasan: "Bismillahirrahmanirrahim pertama-tama saya ucapkan terima kasih, karena bapak dan Ibu sudah berkenan untuk mampir ke gubuk kami mohon maaf jika jamuan kami ala kadarnya karena beginilah keadaan kita. Kedua saya sebagai orang tua tak berhak untuk menjawab karena anak saya yang akan menjalankan.


Keyla mengangguk.


"Alhamdulillah," ucap semua kompak.


Bunda Rita berdiri di depan Keyla kemudian beliau memakaikan cincin sebagai tanda ikatan hubungan mereka berdua.


Bunda Rita mencium kening Keyla, kemudian memeluk calon menantunya tersebut.


"Terima kasih ya Nak, Bunda senang akhirnya kamu jadi menantu Bunda," ujar Bunda Rita.


"Sama-sama, Bun," balas Keyla.


Setelah acara pemasangan cincin Ibu Keyla mempersilakan tamunya untuk menikmati makanan yang telah di sediakan.


"Ayo, Mba silakan di makan maaf kami hanya bisa memberikan ini," ucap Ibu Keyla saat berada di meja makan.


"Tak apa, Mba ini juga alhamdulilah," balas Bunda Rita.


Mereka makan siang bersama dengan nikmat tanpa ada suara di meja makan.

__ADS_1


Selesai makan mereka kembali menuju ruang tamu.


"Kita, jadi ngerepotin Mba," ujar Bunda.


"Enggak, Mba," balas Ibu Keyla.


"Ibu, Bunda, dan Ayah. Pras ijin ajak Keyla keluar sebentar ya," ucap Pras.


"Mau kemana sih sayang ini masih siang masa mau kencan di siang bolong begini panas," goda Ayah Pras.


"Ayah, jangan godain mereka kasihan kan calon mantu kita jadi malu tuh liat wajahnya berubah jadi merah." Bunda Rita mencolek lengan suaminya.


"Cabe kali Bun, merah," sambung Ayah Pras.


"Ayah, nih bercanda terus. Sudah sana kalian pergi jangan dengerin kata Ayah." Bunda Keyla dan Pras segera pergi mereka juga pernah merasakan muda jadi tau bagaimana rasanya.


"Baik, Bun." Pras dan Keyla berdiri dari duduknya kemudian menyalami para orang tua sebelum pergi. "Assalamualaikum," ucap mereka berdua sebelum keluar rumah.


"Wa'alaikumussalam," balas para orang tua.


"Kita, mau kemana Mas?" tanya Keyla saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Ke restoran saja ya, kalau ke taman pasti panas," jawab Pras.


"Terserah, Mas Pras saja." Keyla tersenyum ke arah Pras.


Pras melajukan mobilnya menuju restoran cabang 2. Pras sengaja mengajak Keyla ke restoran selain bisa ngobrol berdua, dia juga sekalian bisa cek keadaan restoran. Meskipun di restoran ada asistennya tapi, Pras lebih suka cek sendiri dari pada mengandalkan orang lain karena kalau kita langsung lihat di tempat, kita bisa tau lebih detail dan kelihatan di depan mata dari pada menyuruh orang cuma mendengar ucapannya saja tanpa tau yang sesungguhnya.


Satu jam perjalanan mereka sampai di restoran. Pras membukakan pintu untuk Keyla, kemudian mereka berjalan masuk kedalam restoran saat melewati pintu mereka langsung di sambut hangat oleh pegawainya.


"Selamat siang, Pak, Bu," sapa para pegawai.


"Siang juga, saya keruangan dulu." Pras berjalan menuju ruangannya bersama Keyla.


"Ayo, masuk!" Pras membukakan pintu ruangan untuk Keyla.


Keyla berjalan masuk ini adalah pertama kalinya dia masuk ke dalam ruangan Pras di restoran cabang.


"Kamu mau minum apa, Key?" tanya Pras.


"Apa saja Mas," jawab Keyla kemudian dia duduk di sofa. Sedangkan Pras duduk di meja kebesarannya.


****

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote ya Kakak 😊🥰.


__ADS_2