
"Kakak, siapa ya?" tanya Keyla.
"Gue tunangan, Pras," jawab perempuan tersebut.
Nyes -- bagaikan di sambar petir di siang bolong tiba-tiba jantungnya berdegup kencang, tubuhnya lemas, hatinya seketika hancur.
"Asal lu tahu ya, gara-gara lu, gue sama Pras batal nikah." Wanita tersebut mengucap dengan nada tinggi sambil menunjuk-nunjuk ke arah Keyla.
"Itu tidak mungkin, saya tidak pernah merebutnya dari orang lain." Keyla melawan tersebut. Dia juga tidak ingin di salahkan karena dia tidak tahu apapun.
"Harusnya lu ngaca siapa lu, perempuan matre hanya ingin menikmati dan menguasai semua harta Pras," ucapannya.
"Tolong jaga ucapan Anda. Saya tidak pernah meminta sepeserpun pada suami saya, dia memberikan semua dengan suka rela. Meskipun saya matre itu tidak masalah bukankah uang suami adalah uang istri, hak istri," balas Keyla mencoba tenang, dia bukan wanita yang gampang di tindas orang lain.
Selemah-lemahnya perempuan jangan pernah mau di hina orang lain.
"Hentikan," ucap seseorang yang baru datang langsung menghampiri mereka. Semua langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Mas," lirih Keyla. Ya orang yang baru saja datang adalah Pras. Robi langsung menelpon Pras saat melihat situasi yang tidak aman.
__ADS_1
"Ada apa, Sayang?" tanya Pras pada Keyla.
Keyla mengangkat kedua bahunya dan menggeleng sebagai tanda dia juga tidak mengerti.
"Pras." Wanita tersebut langsung mendekat kearah Pras melingkarkan tangannya di lengan Pras.
"Wina, untuk apa kau kesini? pasti semua ini adalah ulah mu ya?" tanya Pras dengan nada tinggi.
"Gue, cuma ingin menagih janji lu," jawab Wina.
"Janji, apa? bukankah kamu yang lebih memilih pergi dariku karena aku tak memiliki segudang uang untuk memenuhi kebutuhanmu," jelas Pras.
"Mau salah paham atau tidak, aku sudah tidak perduli kamu bukanlah siapa-siapa aku lagi, kamu hanya kelamku, sekarang aku sudah memiliki kehidupan baru bersama orang yang bisa menerima aku apa adanya, bukan ada apanya," tegas Pras sambil menggenggam tangan Keyla.
"Gue tidak terima kau campakan seperti ini, tunggu pembalasan gue." Wina berucap sambil menunjuk kearah Keyla kemudian dia berjalan pergi keluar restoran.
"Kamu, tidak apa-apa kan Key?" tanya Pras menatap kearah istrinya.
"Tidak apa, Mas," jawab Keyla.
__ADS_1
Semua orang yang berada di restoran menghentikan makannya karena ada drama gratis mereka seperti menonton film ikan terbang.
Tidak ingin terus menjadi tontonan, Keyla mengajak Pras masuk kedalam ruangannya.
"Key," ucap Vita, Airin, dan Anita saat Keyla masuk ruangan.
"Gue nggak apa-apa santai aja," balas Pras dengan tersenyum manis. Vita tadi tak sengaja mendengar suara berisik karena penasaran akhirnya dia keluar ruangan melihat apa yang terjadi, tak di sangka ternyata sahabatnya yang sedang berdebat.
"Eh, ternyata ada kalian," ucap Pras mengalihkan pembicaraan.
"Ah, iya, Pras maaf kita berada di ruangan Keyla," balas Vita merasa tidak enak.
"Tidak apa," ucap Pras.
"Dik, aku keluar dulu ya masih ada urusan, kalau ada apa-apa segera hubungi Mas." Pras mengelus lembut kepala Keyla, untung tadi dia datang tepat waktu jadi tidak ada adegan Jambak-jambakan.
"Iya, Mas." Keyla meyakinkan Pras bahwa dia tidak selemah itu.
Setelah berpamitan pada istrinya Pras keluar ruangan melangkahkan kakinya keluar restoran melanjutkan pekerjaannya yang tadi tertunda.
__ADS_1