
Hari ini Pras sudah di perbolehkan pulang Keyla sengaja mengambil cuti untuk menemani Pras. Keyla merapikan pakaian Pras memasukannya kedalam tas.
"Ayo, Mas!" Keyla mengajak Pras keluar ruangan.
"Sudah semua?" tanya Pras.
Keyla mengangguk sebagai jawaban kemudian mereka berdua berjalan keluar ruangan menuju parkiran. Pras sengaja pulang membawa mobil sendiri biar bisa berdua dengan Keyla.
"Apa kamu tidak masuk kerja?" tanya Pras.
"Hari ini sengaja mengambil cuti," jawab Keyla.
"Terima kasih," sambung Pras sambil mengelus lembut kepala Keyla.
Keyla hanya tersenyum sebagai jawaban.
"Kita mampir ke taman dulu ya key?" Pras ingin menghirup udara luar setelah 3 bulan lebih di rumah sakit.
"Terserah kamu saja," balas Keyla dia memilih mengikuti apa kata Pras saja dari pada berdebat.
__ADS_1
Pras melajukan mobilnya ke arah taman karena keadaan sore hari malam minggu pula jadi jalan sedikit macet karena banyaknya manusia berbondong-bondong ke jalan menikmati acara malam minggu atau sekedar mencari angin karena lelah setiap hari bekerja.
Tak lama mereka sampai setelah mobil terparkir Pras keluar dari mobil di ikuti Keyla kemudian mereka berjalan masuk kedalam area taman.
Setelah lelah berputar-putar mengelilingi taman mereka duduk. "Tunggu disini ya saya beli minum dulu!" Pras pergi membeli minuman serta makanan terlebih dahulu. Lima belas menit Pras datang membawa kantong plastik bersin dua botol air mineral dan sebungkus sosis bakar.
"Minum dulu!" Pras memberikan minum untuk Keyla.
"Terima kasih," ucap Keyla.
"Saya kira dulu kita kesini yang pertama dan terakhir tapi ternyata tidak Allah masih memberikan kesempatan kepada saya untuk memperbaiki diri." Pras memulai membuka obrolan.
"Bunda, aku yang memaksa Bunda untuk memberitahu keberadaan mu," jawab Keyla.
"Kenapa kamu tidak memberitahu ku?" tanya Keyla.
"Saya tidak ingin kamu kasihan padaku," jelas Pras.
"Mas jangan bicara seperti itu," imbuh Keyla.
__ADS_1
Pras hanya tersenyum menanggapi ucapan Keyla.
"Maafkan aku Mas hanya bisa menjadi bayanganmu tapi tak bisa menjadi pendamping mu, aku selalu menyakiti hatimu, aku hanya bisa memberikan harapan tanpa ada kepastian," ujar Keyla.
"Tidak apa Key, kamu berhak memilih semua itu kan demi kebaikanmu aku ikhlas jika kamu bersama yang lain asal kamu bahagia aku pun bahagia, aku rela melepasmu." Pras menarik pelan kepala Keyla agar bersandar di bahunya.
"Jika kamu melepasku biarkan aku yang pergi darimu jangan dirimu yang pergi dariku," jelas Keyla, hatinya akan terluka kalau Pras yang pergi.
"Mas aku memang tidak bisa menjadi apa yang kamu inginkan tapi perlu kamu tahu aku bahagia bisa mengenal," imbuhnya.
Pras menggenggam erat tangan Keyla. "Aku memang tidak pernah pandai dalam wanita, hehe," ucap Pras Keyla adalah yang kedua bagi Pras, pertama dia juga gagal Keyla pun dia gagal jika boleh memilih mungkin dia akan pernah mau mengenal perempuan.
"Kamu orang baik Mas berhak mendapatkan perempuan yang baik pula," sambung Keyla saat mengucapkan itu seperti ada rasa nyeri di dalam hatinya entah perasaan sakit atau apalah itu dia juga tak mengerti.
Dia tidak bisa melepaskan Pras tapi dia juga belum bisa menerima cinta Pras.
... ****************...
Jangan lupa like dan vote ya kakak.
__ADS_1