Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 86


__ADS_3

Malam hari


Keyla sudah rapi memakai gaun warna putih sedangkan Pras memakai jas berwarna senada. Kini mereka semua sudah berada di restoran Pras tempat dimana akan di adakan acara resepsi.


Puncak Acara.


Pras menggandeng tangan Keyla. Mereka bagaikan Ratu dan Raja berjalan di atas karpet merah menuju singgasana di iringi dengan alunan musik serta taburan bunga mawar.


Semua tamu undangan merasa begitu iri dengan keromantisan pengantin.


Acara resepsi memang di adakan sangat meriah mengingat Pras adalah anak tunggal. Bukan hanya itu Pras juga terkenal pengusaha muda yang sukses.


Setelah pengantin sampai di singgasananya para tamu bergantian mengucapkan selamat untuk ke dua mempelai.


"Selamat ya, Key semoga langgeng sampai maut memisahkan," ucap Anita.


"Selamat sobat gue seneng banget lihat lu seperti ini akhirnya ada orang yang berhasil singgah di hati lu." Kini berganti Vita yang memberikan ucapan.


"Lha lu ngapain nangis Markonah?" tanya Anita dan Vita bersamaan.

__ADS_1


"Gue terhura." Tanpa aba-aba Airin langsung memeluk Keyla. "Selamat ya, Key semoga samawa," ucap Airin dengan derai air mata.


Airin sangat bahagia melihat Keyla akhirnya menetapkan pilihannya pada Pras.


"Rin, gue belum mau mati." Keyla menepuk pundak Airin.


"Ah, iya maaf hehehe." Airin melepaskan pelukannya. Setelah itu mereka foto bersama mengabadikan momen tersebut ke sosial media.


Semakin malam tamu semakin banyak memadati ruangan satu persatu mereka bergantian mengucapkan selamat dan tak ketinggalan foto bersama pengantin.


Waktu terus berputar kini sudah menunjukkan pukul tepat jam dua belas malam ruangan sudah terlihat sepi hanya tinggal para kru WA dan beberapa sanak saudara yang masih mengobrol sambil minum kopi.


"Ini bagaimana mana membukanya?" lirih Keyla karena semua MUA sudah tertidur pulas.


"Kenapa, Key?" tanya Pras.


"Ini Mas, gimana aku bukanya," ucap Keyla.


"Duduklah! aku bantu buka." Pras menyuruh Keyla duduk di sofa kemudian dia berdiri di belakang Keyla. Pras mulai memegang kepala Keyla mengambil satu persatu jepit yang di pakai untuk menahan mahkota agar tidak jatuh.

__ADS_1


"Selesai," ucap Pras. Kemudian dia menyuruh Keyla untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Keyla pun setuju karena dia sudah sangat lelah dengan cepat dia langsung masuk kedalam kamar mandi membuka gaunnya kemudian berendam sebentar meringankan otot-ototnya.


Lima belas menit Keyla keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan piyama kemudian ia berjalan menuju ranjang merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Kini giliran Pras yang membersihkan diri. Tak butuh waktu lama. Pras selesai mandi dan sudah rapi dengan baju santainya. Dia langsung menghampiri sang istri yang sudah berada di atas kasur terlebih dahulu.


Pras merebahkan tubuhnya di samping Keyla.


"Istirahatlah." Pras mengelus lembut kepala Keyla kemudian mencium kening sang istri.


Keyla pun mengangguk. Dia mulai memejamkan matanya tak lama Keyla terlelap dalam tidurnya. Pras juga ikut terlelap karena merasakan tubuhnya yang pada sakit, apalagi kakinya terasa pegal-pegal karena berdiri berjam-jam.


Namun, semua itu dia nikmati karena hanya akan terjadi seumur hidup sekali. Kenangan yang tak akan pernah terlupakan seumur hidup.


*


*


Acara pernikahan memang sangatlah lelah, tapi sangat membuat kita bahagia karena bisa menjalankan ibadah kepada Allah serta bisa bersatu bersama orang yang kita cintai.

__ADS_1


****


__ADS_2