
"Lu, mau pergi sama Pak Dewa?" tanya Vita.
"Iya." Keyla menghampiri Vita kemudian ia duduk disamping Vita, mereka duduk dibangku kasir.
"Vit," panggil Keyla.
"Iya, pasti ada sesuatu ya lu?" tebak Vita.
Keyla membalasnya dengan tersenyum. Vita memang sudah paham banget sama Keyla.
"Cerita saja gua siap dengerin." Vita menatap kearah Keyla.
"Hem, Vit, gua harus gimana ya bilang ke Pak Dewa, kalau gua sudah punya pacar gua takut Pak Dewa marah sama gua," ucap Keyla.
Sebenarnya Keyla tidak ingin memberitahu siapapun tentang hubungan dia sama Pras, tapi Keyla tak sanggup lagi menahan kegelisahan dalam dirinya mungkin dengan bercerita ia bisa mendapatkan solusi dan bisa mengurangi pusing di pikirannya.
"Lu, jadian sama Pras?" tanya Vita dengan suara sedikit tinggi karena terkejut mendengar penjelasan Keyla.
Tanpa aba-aba Keyla langsung mencubit lengan Vita.
"Au, sakit Key," keluh Vita.
"Makanya pelanin tuh volume suara lu," omel Keyla.
"Sorry, gua kan kaget refleks Key," ucap Vita dengan nyengir kuda.
__ADS_1
"Sejak kapan lu, jadian sama Pras? lu jahat Key nggak bilang-bilang apa lu lupa sama teman lu ini." Bukan memberikan solusi tapi Vita malah memberikan banyak pertanyaan pada Keyla.
"Ih, lu bukannya ngasih solusi malah memberikan banyak pertanyaan. Maaf, gua belum sempat cerita niatnya nanti malam minggu baru gua mau ngajakin kalian makan malam di cafe Feri," ujar Keyla.
"Baiklah, gua tunggu malam minggu awas lu kalau nggak jadi." Ancam Vita.
"Iya, sekarang gua harus gimana?" tanya Keyla.
"Kalau menurut gua ya Key, lebih baik lu jujur sekarang dari nanti itu akan jauh lebih menyakitkan." Vita mencoba memberikan saran.
Keyla terdiam mencerna ucapan Vita. Ada benarnya juga sih apa kata Vita, batin Keyla.
"Iya, nanti aku akan coba bilang ke Pak Dewa," ujar Keyla.
"Terima kasih, lu memang sahabat gua yang paling-paling deh." Keyla mengacungkan kedua jari jempolnya kearah Vita dengan tersenyum manis.
Setelah mendapat solusi dari Vita, Keyla sedikit lega sekarang tinggal memikirkan menyusun kata yang tepat supaya tidak meninggalkan luka.
Keyla, tidak ingin Dewa kecewa karenanya, tapi apalah daya jika semua sudah di arut sama sang Pencipta kita sebagai manusia hanya bisa berencana Allah yang menentukannya.
Antara tega dan tidak, Keyla paham betul bagaimana Dewa. Tapi disisi lain Keyla juga tidak ingin jika Pras salah paham padanya. Meskipun Pras akan percaya padanya tapi tetap saja kita tidak pernah di dalam seseorang.
Di depan kita dia terlihat baik-baik saja tapi kita tidak tahu dihatinya pasti akan menyimpan luka akibat cemburu buta.
Laki- laki itu sulit untuk kita tebak, kita tak bisa mengerti isi hatinya karena dia begitu pandai menyimpan luka. Berbeda dengan perempuan dia lebih memilih blak-blakan dari pada harus menyimpan luka itu, kadang dengan tangis dan diamnya juga bisa ditebak bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
"Ayo, Key!" ajak Dewa setelah selesai dengan kerjaannya.
"Iya, Pak," balas Keyla.
"Semangat," ucap Vita.
Keyla mengangguk dan tersenyum kemudian dia berjalan mengikuti Dewa dari belakang.
"Kita ke butik dulu, Her!" Dewa menyuruh Heru menjalankan mobilnya menuju butik.
"Siap, Wa," balas Heru.
************
Kira-kira mereka mau ngapain ya ke butik?
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Apa, Keyla akan jujur pada Dewa?
Jangan lupa tetap bersama saya lanjutkan ke part selanjutnya.
Eits, tunggu dulu sebelum kita lanjut ke part selanjutnya, jangan lupa like dan vote ya biar tambah semangat nih up nya, hadiah juga boleh aku terima dengan senang hati, hehe.
**
__ADS_1