
"Jangan treveling," ucap Dewa dengan menyentil kening Keyla.
"Au ... sakit," keluh Keyla.
"Nih ...." Dewa memperlihatkan semut yang ia ambil dari kepala zahwa.
*** Sore hari. Zahwa keluar bersama Dewa mereka menuju tempat pedagang oleh-oleh.
Dewa terus saja menggenggam tangan Keyla.
"Mas, Key mau beli baju itu."Keyla menunjuk salah satu pedagang baju yang bergambar pantai.
"Baiklah." Dewa dan Keyla berjalanan kearah pedagang baju yang dimaksud Keyla.
"Bu, ini harga berapa?" tanya Keyla sambil memegang satu baju.
"Lima puluh ribu Mba," jawab ibu pedagang.
"Mau yang ini ya Bu." Keyla memberikan satu baju pilihannya. Setelah mendapatkan baju yang ia inginkan Keyla berkeliling lagi mencari sesuatu. Dewa mengikuti kemanapun Keyla pergi. Begitulah orang yang lagi bucin, selalu memanjakan orang yang ia sayangi. Tapi jangan nurut juga kita sebagai lelaki harus punya harga diri.
Setelah lelah berkeliling Keyla mengajak Dewa untuk mencari makanan. "Mas, kita makan bakso dulu yuk!" Keyla menunjuk tukang bakso di seberang jalan.
Dewa pun mengangguk sebagai jawaban. Mereka menyebrang jalan menuju kedai bakso yang di maksud Keyla.
"Pak, bakso dua sama minumnya es jeruk," ucap Dewa setelah sampai di warung bakso.
"Siap, Mas. Silakan duduk dulu!" Pedagang bakso itu mempersilakan Dewa dan Keyla untuk duduk terlebih dahulu.
Dewa dan Keyla berjalan menuju meja yang kosong, kemudian mendudukkan tubuhnya di kursi yang kosong.
Sambil menunggu pesanannya datang Keyla mengambil ponselnya yang berada didalam tas. Setelah itu dia mengirim pesan ke teman-temannya untuk datang di warung bakso.
Tak lama pesanan mereka datang dua mangkok bakso urat dan dua gelas es jeruk.
"Jangan makan pedas-pedas," ucap Dewa yang melihat Keyla menuangkan dua sendok sambal.
"Kalau nggak pedas kurang mantap Mas," balas Keyla. Kemudian mereka makan baksonya sampai habis tak tersisa, hanya tinggal mangkok dan sendok yang tersisa.
__ADS_1
Baksonya sudah Vita, Airin, dan Anita baru datang.
"Hai, cie yang lagi kencan di sore hari," ledek Vita.
"Siapa yang kencan, kita cuma lagi makan bakso. Kencan itu tempatnya yang romantis makannya juga bukan bakso," ujar Keyla.
"Lu kan tinggal bilang ke Pak Dewa mau kencan seperti apa pasti langsung di siapin. ya kan Pak?" tanya Vita.
"Iya, kalau mau saja," balas Dewa.
"Kalian apaan sih, sudahlah jangan bahas tentang itu," tegas Keyla.
"Bercanda doang Key," balas Vita.
"Kalian mau makan nggak?" tanya Keyla.
"Makanlah, ngapain kita kesini kalau tidak makan," ujar Vita.
"Ya, kali kalian cuma main duang," sambung Keyla.
Sampai di kamar Keyla merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil memainkan ponselnya melihat drakor kesayangannya.
"Key, lu sama Pak Dewa sudah jadian?" tanya Vita membuka obrolan, karena tadi Vita melihat begitu paniknya Dewa saat melihat Keyla jatuh, Dewa pun mengobati Keyla dengan tangannya sendiri.
"Belum," jawab Keyla. Dia hanya menjawab tanpa menoleh kearah Vita, dia masih fokus dengan drakor kesayangannya.
"Lu, sebenarnya suka nggak sih sama Pak Dewa?" Vita bertanya kembali.
"Suka, tapi gue masih ragu Vit." Keyla mematikan layar ponselnya dan fokus ke arah Vita.
"Apa yang lu raguin dari seorang Dewa, ganteng ok, baik iya, kaya gak usah ditanya, dewasa he'em, perhatian banget, terus apa lagi yang lu ragu. Kalau gue lihat Pak Dewa sayang banget sama lu, Key." Vita menjelaskan panjang kali lebar.
Jika hati belum yakin memang susah untuk menetapkan pilihan. Apalagi ini menyangkut tentang masa depannya, masa yang tak akan pernah bisa di ulang kembali, jadi harus lebih teliti dalam memilih.
Kesabaran adalah hal paling utama karena saat kita ada masalah semua bisa teratasi dengan baik, tidak saling emosi karena sabar kunci utama dalam menyelesaikan sebuah masalah.
"Apa kamu tak ingin mencobanya terlebih dahulu?" Vita mencoba meyakinkan Keyla.
__ADS_1
"Tidak," balas Keyla dengan mantap. Bukan tidak ingin mencoba tapi dia berfikir jika sudah terikat akan sulit untuknya keluar dari sebuah hubungan itu.
Baginya itu adalah hubungan yang serius bukan sekedar mainan atau sesuatu yang bisa dicoba jika tidak enak di buang begitu saja itu yang dihindari Keyla.
"Jika memang itu keputusan lu, apa tidak lebih baik lu jangan terlalu kasih harapan padanya gue takut cinta itu terlalu dalam buat lu, kalau itu terjadi saat lu menolaknya sakitnya akan luar dalam Key." Vita memberikan wejangan.
"Iya, Vit, gue juga bingung harus bagaimana menghindari semua ini," ucap Keyla.
Keyla kerja di tempat Dewa, nggak mungkin kan tiba-tiba dia keluar cuma gara-gara masalah pribadi mereka itu namanya tidak profesional, tapi jika terus bekerja di tempat Dewa sulit baginya untuk mengindari Dewa.
Kalau kerja di tempat lain Keyla takut tidak bertahan lama, dan untuk bersosialisasi lagi dengan orang itu sangat sulit, karena orang itu karakternya berbeda-beda. Sedangkan cari kerja juga sekarang sangat sulit.
"Diantara mereka siapa yang paling bikin lu merasa nyaman?" Vita seperti wartawan ya pertanyaan nanya terus.
"Pras," jawab Keyla. Dimata Keyla Pras orangnya lebih kalem, saat bersama Pras ia selalu merasa seperti menemukan kasih sayang yang telah hilang.
"Jika memang itu cepat berikan keputusan sebelum semuanya terlambat," ucap Vita.
"Iya, nanti," sambung Keyla.
Kalau dilihat dari segi keluarga, Pras memiliki keluarga yang penuh dengan kasih sayang, Bunda juga sosok yang sangat penyayang, cara bicaranya juga sangat lembut, itu yang membuat Keyla merasa nyaman dan menemukan sesuatu yang tidak pernah dia dapatkan.
Ayah Pras seorang pengusaha jadi jarang sekali dirumah, selama Keyla berteman dengan Pras, Keyla tak pernah sekalipun bertemu dengan Ayah Pras, karena memang beliau hanya pulang seminggu atau satu bulan sekali.
Setiap orang pasti menginginkan mempunyai yang sangat harmonis penuh dengan kasih sayang, apalagi itu kasih sayang orang tua itu sangat di dambakan setiap anak.
Namun, bukan hanya seorang anak yang mendambakan kasih sayang orang tua. Sebaliknya orang tua juga mengharapkan kasih sayang seorang anak.
Jika kalian masih mempunyai orang tua, jangan kalian sakiti mereka, bahagiakan mereka selagi mereka masih hidup, mereka tidak akan meminta apa pun dari anaknya, tapi dalam hatinya beliau juga menginginkan perhatian dari anaknya, jangan kau sakiti beliau, karena kamulah kebahagiaan dan harapannya.
... *********************...
Terima kasih buat kalian yang selalu setia dengan cerita receh saya. Jangan lupa untuk like dan vote ya kakak.
Semua ini hanyalah cerita fiksi, ambillah yang baik, jangan ikuti yang jelek.
love you all ❤️🥰🥰🥰🥰🥰🥰❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1