
bab 155
.
.
.
Pagi yang cerah tak lantas membuat sepasang orangtua yang terduduk disisi pembaringan terakhir sang putri menjadi ceria kembali. dipemakaman umum itu tempat peristirahatan Mika untuk yang terakhir kalinya. lantunan doa terdengar dari pemuka agama yang memimpin dengan begitu khusyuk. bunga-bunga juga telah ditaburi digundukan tanah yang disetiap ujungnya terdapat Nisan dan bertuliskan nama Mika disalah satunya.
Sesekali mama Tyas mengusap nisan yang bertuliskan nama Mika, rasa tak percaya dan ingin tidak terima terus terlintas dibenaknya. para pelayat yang mengantar Kepemakanan mulai satu persatu meninggalkan Mama tyas dan Adam.
" tenanglah disana anakku.. Semoga pengorbananmu selama ini dibalas Allah disana.." gumam mama tyas dengan terus berlinang air mata.
Adam berusaha menguatkan hati Kekasihnya itu dengan terus merangkul pundak mama tyas dengan erat.
dari arah kejauhan Attalah, Namira, oma Rani, Tio, Bima dan Widia berdiri menunggu kedua orangtua itu kembali, Attalah terus menatap mamanya yang terus menangisi kepergian Mika. Hal itu membuat Attalah sadar, semua memang kebenaran.
" Aku tidak menyangka, hidup mika setragis ini" gumam Bima.
" iya. semua karna hatinya yang tertutup dendam."balas Tio.
" apa kalian sudah lama mengenal wanita itu ??" tanya Attalah seketika, semua mata tertuju padanya. tataannya yang serius seolah ingin mengintrogasi kedua temannya itu.
" sudah. dulu dia wanita yang dekat dengan Hans, cukup lama, sampai dia mendengar percakapanku dengan Hans, jika Hans hanya menganggapnya sebagai adik tidak lebih apapun dan tidak akan pernah menjadi kekasih sampai kapanpun." terang Bima dengan jelas.
" apa ??" Namira memperjelas.
alis widia bertaut. " kau dan Alm. Hans saling kenal ?? sejak lama ??"
__ADS_1
" iya sayang. kami berteman semasa kuliah. awalnya dia ingin ikut masuk kepolisian bersamaku, tapi karna Tio tidak mau kembali kerumah, dia terpaksa meneruskan perusahaan keluarganya." terang Bima seraya mengeratkan pelukannya dipinggang Widia.
Namira mematung dengan kenyataan itu semua. Begitupun dengan Tio, ia merasa menjadi sumber masalah dalam keluarganya sendiri.
Oma Rani mendekati Attalah yang tak memalingkan pandangannya dari arah sang mama yang masih terduduk disisi kuburan Mika. perlahan oma Rani menyentuh lengan cucu kesayangannya.
" Atta, kita pulang dulu. biarkan mamamu disini. oma yakin dia akan menjelaskannya nanti saat sudah kembali." bujuk oma Rani.
" semua ini benar ya oma ?? jadi aku bukan cucu Oma ?? aku bukan anak papa ??" Attalah mengarahkan matanya pada sang oma.
Oma meraih salah satu pipi Attalah dan membelainya dengan lembut. "apapun yang terjadi, kau tetaplah cucuku. sampai kapanpun itu."
Attalah menelan ludahnya beberapa kali, seolah melonggarkan sesaknya dada.
" aakkhhh !!!" pekik Namira sembari memegangi perutnya. entah mengapa tiba-tiba saja Namira merasakan sakit yang luar biasa diperutnya.
Namira nampak meringis memegangi perutnya. "tidak tau.. akkhhh !! sakit..!!"
" Atta, bawa Mira kerumah sakit saja." ujar Widia menyarankan.
Attalah mengangguk setuju, dan segera menggendong tubuh mungil istrinya.
" sabar sayang.. kita akan kerumah sakit..tenang ya.." Attalah mencoba menenangkan.
Namira hanya bisa mengangguk dengan menahan sakit yang semakin mendalam itu.
Attalah segera melesat menuju rumah sakit meninggalkan semuanya. raut wajah kawatir, kembali nampak pada Attalah.
" mas.. sakit sekali.." rintih Namira.
__ADS_1
" iya sayang.. bertahan lah.." balas Attalah sembari mengusap wajah Namira.
kembali Attalah menambah kecepatan mobilnya agar segera sampai dirumah sakit.
Sementara Tio bersama oma Rani juga begitu dilanda kecemasan. oma Rani tak henti-hentinya memanjatkan doa untuk cucu dan cicit yang sedang berada dalam perut Namira.
.
.
.
Hay kakak Reader semua.. apa kabar ?? semoga selalu baik ya ???
aku minta maaf banget karna udah lama ngk nyapa kalian 🙏🙏🙏
sumpah deh, kesibukan ibu rumah tangga+saudara yang pada nikah menyita waktuku banget sampe ngk bisa rajin up 🙏🙏
Terima kasih sekali yang masih setia disetiap karyaku yang amburarul bin sak karep e dewe ini 🙏🙏
Dukungan kalian adalah semangat buat aku 🙏🙏🙏
cerita masih lanjut ya ??
dan ngk terasa sebentar lagi kita mau masuk bulan suci Ramadhan. 😍😍😍
Jika putri Leo ada salah kata selama ini, Mohon maaf yang sebesar-besarnya ya buat kakak readerku..🙏🙏🙏
.
__ADS_1