
bab 131
.
.
.
Pria itu beberapa kali tersungkur dengan banyak lebam diwajahnya. namun seakan sudah setia pada bosnya, ia tetap kekeh bungkam.
" katakan brengsek !!! siapa yang menyuruhmu !!" bentak Attalah berapi-api.
" meski..an..da..membunuh saya..saya..tidak akan bicara.."ujar pria itu meringis menahan sakit.
" brengsek kau ?!!!!" attalah semakin berada pada puncak kemarahannya.
Attalah hendak menghajar lagi, namun ditahan oleh Tio. " istirahatlah.. biar aku saja."
nafas Attalah terlihat begitu memburu dengan menatap Tio yang menahan lengannya.
Attalah akhirnya mengalah dan mundur. sedang kan Tio maju beberapa langkah dengan senyum penuh misteri menatap pria yang juga menatap Tio dengan senyum penuh ejekan.
" percuma saja..cepat bunuh saya. karna saya tidak akan bicara apapun.." ujar pria itu bernada ejekan.
Tio terkekeh dengan ucapan pria itu. bahkan lama-lama Tio tertawa lepas hingga membuat pria itu terheran-heran.
Tio berjongkok dihadapan pria itu dengan tatapan tajam. " sayangnya aku tidak akan membunuhmu pria payah !!"
sontak pria itu mendelik saat senyum layaknya psikopat terlihat dari wajah Tio. sangat berbeda dari senyumnya tadi.
" Bawa alatnya kesini !!!" perintah Tio pada anak buahnya yang langsung mengerti dan menyiapkan semuanya. menarik pria itu agar duduk kembali dan mengikatnya.
__ADS_1
pria itu hendak brontak, namun tenaganya seolah sudah tak bisa melakukan apa-apalagi.
" dasar bodoh !! belum tentu jika kau kembali pada bos gilamu kau akan selamat !! setia sekali !!" omel Tio yang ikut duduk dihadapan Pria itu.
Entah mengapa melihat Tio pria itu merasa merinding. apa lagi saat Anak buah Tio menyerahkan sebuah belati yang saat dibuka nampak begitu tajam.
Attalah mengeryitkan dahinya, seolah tidak mengerti apa yang akan dilakukan temannya itu. apa lagi saat anak buah Tio datang dengan membawa sebuah belati ditangannya, Attalah kembali menelisik, siapakah Tio sebenarnya.
Tio menerima belati kesayangannya. Tak lupa Tio mencium belatinya dengan penuh kelembutan.
Pria itu menatap Tio dengan menelan ludah secara kasar. Senjata, kali ini ia dihadapkan dengan senjata.
" kau tau. berapa orang yang sudah aku lukai dengan ini ??" tanya Tio dengan suara lembut namun penuh penekanan. dengan mendekatkan wajahnya kepada pria itu.
Pria itu hanya membuang tatapannya kearah lain dengan nafas yang mulai tak beraturan.
Tio melepas belati dari sarungnya, dan mendekatkannya dipipi Pria itu.
"baiklah.. mana yang ingin kau berikan ??" tanya Tio ditelinga Pria itu. nafas Tio berderu dan terasa disetiap pori Kulit telinga Pria itu.
" ha..ha..ha..ha.. enak sekali, kau mau mati !! itu terlalu baik namanya !!?" balas Tio dengan tawa lepasnya.
Pria itu menatap Tio dengan tatapan tajam penuh kebencian.
" sekarang katakan, siapa yang menyuruhmu, aku tidak suka terlalu lama. temanku mau kekantor juga !!" Tio menekan perkataannya terhadap pria itu.
" cih !! percuma saja. saya tidak peduli !!! saya tidak akan mengatakkannya !!" teriak pria itu dengan emosi tertahan.
Tio merubah raut wajahnya yang tadi tersenyum kini memandang pria itu dengan tajam dan dingin.
" kau salah memilih pilihan." ucap Tio. "Pegangi Dia !!" perintah Tio pada anak buahnya Dengan suara meninggi.
__ADS_1
seakan tau maksud bosnya, anak buah Tio langsung datang dua orang dan melepas ikatan pria itu. keduanya memegangi tangan pria itu dan ditarik menuju sebuah meja dipinggir tembok. Tangan pria itu dipaksa anak buah Tio agar diletakkan diatas meja itu.
" lepaskan saya !!! lepaskan !!!" berontak pria itu.
bukk !!!
sebuah pukulan mendarat pada bagian perut pria itu.
Attalah yang melihat Tio mendekati pria yang dipegang anak buah Tio, mulai risau jika Tio akan melukai pria itu.
" Tio, kau mau apa ??" tanya Attalah seraya berdiri.
" tenanglah disitu Atta. aku akan membereskan tikus got ini." balas Tio yang tetap berjalan mendekat.
Anak buah Tio memaksa pria itu meletakkan tangannya.
Tio tersenyum dengan gaya psikopatnya, dengan memperlihatkan belatinya.
" jangan.. saya mohon jangan !!!" pria itu mulai ketakutan.
" sayangnya sudah terlambat." ujar Tio yang menarik Jari Pria itu dan...
sreekkk...!! krekkk !!!
" aakkkhhhh !!!" teriak pria itu.
" astaga Tio !!" gumam Attalah seraya menutup matanya.
.
.
__ADS_1
.
.