
Hari ini Keyla jadwal pagi bersama Airin.
"Key, hari ini jadi ada anak baru?" tanya Airin.
"Nggak tahu," jawab Keyla. Baru juga mulutnya diam tiba-tiba dari luar terlihat ada dua gadis bersama bosnya berjalan masuk kedalam toko.
"Assalamualaikum," ucap Dewa, masuk kedalam toko.
"Wa'alaikumussalam," balas Keyla dan Airin.
"Kalian berdua duduk sini!" Dewa menyuruh dua gadis itu untuk duduk di kursi.
Mereka berdua menghampiri Dewa, kemudian duduk dikursi depan Dewa.
"Key, sini," panggil Dewa.
Tanpa menjawab Keyla langsung menghampiri Dewa.
"Kenalin, dia karyawan yang saya maksud tolong kamu bimbing dia."
"Iya, Pak." Keyla mengulurkan tangannya kenalin "Saya Keyla". Kedua gadis itu menyambut uluran tangan Keyla. "Saya Mita dan ini Nita."
__ADS_1
"Mita dan Nita, kalau ada yang tidak dimengerti kalian tanya saja Keyla," ujar Dewa.
"Iya, Pak," balas Mita dan Nita. Mereka berdua adalah karyawan cabang tiga yang dipindahkan ke pusat.
Setelah perkenalan Keyla kembali bekerja duduk di kursi kasir.
"Key, data yang kemarin mana?" Dewa yang kini berada di samping Keyla.
"Ada, nih." Keyla memberikan buku kepada Dewa. Kemudian dia kembali fokus dengan komputer di depannya.
Dewa masih enggan untuk pergi. Dia memilih duduk disebelah Keyla, sambil sesekali memandangi wajah ayu Keyla, yang fokus dengan pekerjaannya sampai tak sadar orang di sampingnya terus saja menyunggingkan bibirnya.
"Nggak bisa," balasnya. Keyla sengaja menjaga jarak dengan Dewa. Dia tak ingin terluka. Cinta memang tak memandang sosial, tapi cinta tak bisa membuat hati orang terluka.
"Kenapa? sudah ada janji dengan Pras?" tanya Dewa dengan sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Tidak, lagian kalau saya mau pergi sama Pras juga bukan urusan bapak, itukan masalah pribadi saya, jadi bapak nggak perlu ikut campur," jelas Keyla.
"Itukan menjadi urusan saya Key, apa kamu tak pernah mengerti itu?" Dewa begitu kecewa dengan Keyla kenapa tidak pernah peka dengan cintanya.
Mita yang melihat obrolan Keyla dan Dewa sangat serius. Dia berjalan perlahan menghampiri Dewa, mencoba bertanya tentang barang. Padahal sebenarnya Mita hanya ingin mengganggu obrolan Dewa dan Keyla.
__ADS_1
Dia merasa cemburu melihat Dewa akrab banget dengan Keyla. Mita adalah salah satu karyawan cabang yang menaruh hati pada Dewa saat pertama kali, dia bekerja.
"Pak Dewa, nanti saya harus tinggal dimana, rumah saya, kan jauh dari sini?" tanya Mita.
"Bukannya kemarin saya sudah bilang, kamu nanti tinggal ditempat yang tadi saya tunjukin, nggak jauh dari sini." Dewa tahu Mita hanya pura-pura nanya.
"Ah, iya saya lupa, tadi nggak merhatiin Pak."
Keyla hanya cuek mendengar pertanyaan Mita yang tidak bermutu dan nggak jelas.
"Ya sudah, kembalilah bekerja nanti kamu pulang bareng Nita," ucap Dewa.
"Iya, Pak." Setelah itu Mita pergi dengan perasaan kesal. Dia berjalan dengan kaki di hentak-hentakan di lantai.
Keyla yang melihat menahan tawanya. Adalagi yang model begitu caper banget. Dia saja biasa saja nggak perlu segitunya untuk mendekati laki-laki cukup dengan sifat kita saja. Seorang lelaki bisa menilai sendiri, dan mereka akan datang dengan sendirinya tanpa harus kita yang menghampiri.
Perempuan tetaplah menjaga harga dirinya karena itu penting, sesuatu yang tidak bisa dibeli dan ditukar dengan apapun itu.
... ***********************...
Maaf baru sempat up.
__ADS_1