
Saat orang itu berada di dekat, kita seolah tidak peduli dengannya. Tapi saat dia jauh, kita merasa kehilangan.
Hampir setiap hari Keyla selalu menyempatkan diri mengunjungi rumah Pras. "Kemana kamu sebenarnya Pras, apa itu kata terakhir bagiku?" batin Keyla.
Kini rumah itu mulai rusak mungkin karena terlalu lama di tinggal penghuninya. Entah kenapa semakin hari Keyla di buat kalut dengan perasaannya, Keyla yang biasanya ceria, bawel, kini berubah menjadi pendiam.
"Key, lu sebenarnya kenapa sih?" tanya Airin.
"Tak apa Rin." Keyla kembali menidurkan kepalanya di atas meja.
"Key, kalau punya masalah cerita, apa Pras belum ada kabarnya?" tanya Airin.
Keyla hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Mungkin, Pras lagi sibuk Key, nanti juga pasti kesini." Airin mulai memberi nasihat kepada Keyla.
"Tapi, perasaanku tidak enak Rin, sampai sekarang aku selalu saja gelisah karenanya." Keyla kembali menangis saat menceritakan tentang Pras, entah kenapa sekarang dia begitu cengeng terus saja menangis.
"Key, jangan nangis, kita doakan saja mudah-mudahan Pras cepat kembali," ucap Airin sambil mengelus lembut bahu Keyla.
"Iya, Rin," balas Keyla, kemudian dia menghapus air matanya karena toko mulai ramai.
__ADS_1
Hari berganti hari, minggu berganti minggu waktu terus berputar kini sudah dua bulan Pras menghilangkan dari pandangan Keyla.
Keyla, mulai kembali seperti dulu tapi tidak sepenuhnya, semua berkat temannya yang selalu berusaha untuk mengembalikan keadaan Keyla kembali.
Keyla, Airin, Anita, dan Vita, hari ini mereka mengambil cuti bulanan menghabiskan waktu liburannya di Mall untuk berbelanja kebutuhan mereka, dari pakaian, kosmetik, ini itu.
"Key, kita makan siang dulu yuk!" Vita menunjuk kearah salah satu restoran yang berada di Mall.
"Ayo, perutku juga sudah lapar nih!" timpal Airin.
"Baiklah," balas Keyla, kemudian mereka berjalan menuju ke restoran tersebut.
"Apa saja Nit, gue ngikut sajalah," jawab Keyla.
"Eh, gue ke toilet dulu ya," pamit Keyla, kemudian dia beranjak dari duduknya menuju ke arah toilet. Setelah selesai urusan di dalam toilet Keyla kembali menghampiri teman-temannya, tapi saat baru keluar dari toilet dia di kejutkan dengan seorang wanita yang lewat di depannya. Itu seperti Bunda, aku tidak salah lihat kok beneran bunda, batin Keyla.
Keyla lari mengejar orang itu dia pun berteriak.
"Bunda," panggil Keyla.
Mendengar ada seseorang yang memanggil wanita tersebut menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah belakang dia pun terkejut ternyata Keyla yang memanggilnya.
__ADS_1
Keyla dengan cepat langsung menghampiri perempuan itu. "Bunda, Keyla tidak salah orang kan ini beneran Bunda?" tanya keyla dengan nafas yang tidak beraturan dan matanya yang sudah mulai meneteskan air matanya.
Wanita tersebut mengangguk sebagai jawaban. Dia pun langsung memeluk Keyla. "Sayang, Bunda kangen sekali sama kamu," ucapnya.
"Key, juga kangen sama Bunda," balas Keyla.
Bunda melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Keyla. "Kenapa, menangis sayang?" tanya Bunda Pras.
"Mas Pras, kemana Bun? kenapa Mas Pras tidak pernah menemui Keyla lagi?" Keyla mulai memberikan banyak pertanyaan kepada Bunda.
Bunda Pras, hanya diam tak menjawab pertanyaan Keyla.
"Bunda, kenapa hanya diam Bun, dimana Mas Pras Bun?" Keyla mulai menangis sesenggukan.
"Sayang, maafkan Bunda tapi _ _." Bunda menggantungkan ucapannya.
"Tapi apa Bun, jawab Key Bun?" Keyla mulai tak bisa mengontrol dirinya, air matanya tak berhenti mengalir.
*****************
Terima kasih semua jangan lupa like dan vote ya kakak.
__ADS_1