Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 101 Satu bulan kemudian


__ADS_3

Awal kehidupan baru, penampilan baru, pekerjaan baru, status baru setelah satu bulan pernikahan. Pras benar-benar mengubah semuanya menjadi Keyla wanita sempurna.


Hari ini awal Keyla mulai melangkahkan kakinya mengikuti jejak sang suami sebagai Nyonya Keyla Prasetyo -- Bos pemilik restoran Kylas.


Penampilan juga kini berubah menjadi lebih berwibawa, rapi tidak seperti biasanya berpenampilan ala kadarnya.


Keyla yang biasa menggunakan motor saat bekerja, kini dia membawa mobil. Tidak butuh waktu lama untuknya belajar menyetir mobil.


Hanya saja yang tidak bisa di rubah adalah rumah. Ibu dan Keyla sepakat untuk tidak merenovasi rumahnya selagi itu masih bisa mereka tempati, karena banyak kenangan yang tersimpan di tempat tersebut. Mereka juga tidak ingin pindah dari tempat tersebut padahal Pras sudah menyiapkan satu rumah untuk mereka tinggali, tapi karena Keyla masih ingin bertahan di rumahnya jadi rumah milik Pras di kontrakan.


Jika orang melihat dari segi penampilan mungkin mereka berpikir Pras adalah sosok laki-laki biasa saja bukan idaman para wanita karena penampilan yang biasa saja, bahkan terkadang dia membawa motor butut supir pribadinya jika sedang terburu-buru.


Keyla juga baru mengetahui sosok Pras yang sesungguhnya setelah menikah, meskipun dulu dia sudah mengetahui jika Pras orang kaya karena pernah menjemputnya menggunakan mobil, tapi dia nggak menyangka bahwa Pras adalah horang kuaya lebih-lebih dari apa yang dia lihat dan bayangkan.


**


"Bismillah," lirih Keyla saat melangkah masuk ke dalam restoran kerena ini hari pertamanya jadi Pras mendampingi sang istri.


"Pasti bisa." Pras memberikan semangat pada istrinya.

__ADS_1


Keyla mengangguk dan tersenyum kecil.


"Selamat pagi, Pak, Bu," sapa para karyawan yang berdiri berbaris di belakang pintu menyambut kedatangan Bosnya.


"Selamat pagi juga," balas Pras dan Keyla bersama.


Pras mengajak Keyla masuk ke dalam melihat semua ruangan dan ruangan yang akan menjadi tempat Keyla kerja. Ruangan yang lumayan luas di dalam ada kamar untuk istirahat serta kamar mandi.


Pras sengaja mendesain ruangan khusus untuk Keyla agar istrinya nyaman.


"Bagaimana, ruangannya, Dik?" tanya Pras.


"Jangan terus berterima kasih, apapun akan aku lakukan untuk kebahagiaan mu," balas Pras sambil mengelus lembut kepala Keyla.


"Kita lihat dapur yuk!" ajak Pras.


Keyla mengangguk kemudian mereka berjalan keluar ruangan menuju dapur.


"Ada yang bisa saya bantu, Pak, Bu?" tanya chef yang ada di dapur saat melihat bosnya masuk dapur.

__ADS_1


"Kita hanya lihat-lihat saja," jawab Pras.


"Mas Robi sudah lama jadi chef?" tanya Pras.


"Alhamdulillah, sudah hampir lima tahun, Pak," balas Chef Robi karena usianya masih muda jadi Pras memanggilnya dengan sebutan Mas. Meskipun dia bos, tapi dia tidak meninggalkan adab sopan santun terhadap orang lain.


"Semangat." Pras memegang bahu chef Robi.


"Pasti, Pak Pras," balas Chef Robi.


Keyla tersenyum melihat keramahan Pras terhadap para karyawannya.


"Silakan di lanjut, saya permisi dulu," ucap Pras.


"Baik, Pak," balas Pras.


"Hai ... Pak Pras begitu ramah, ya," ucap Robi pada salah satu karyawan yang berada di dapur.


"Beliau memang baik orangnya, tidak membeda-bedakan bos dan karyawan, maka dari itu para karyawan betah sekali kerja sama dia," jelas karyawan tersebut -- dia karyawan restoran pusat yang di suruh untuk mengajarkan para karyawan baru di restoran Kylas.

__ADS_1


__ADS_2