
bab 153
.
.
" aaakkkkkhhhhh !!!!"
Attalah berteriak dengan sekuat kuatnya melepas semua sesak didalam dadanya. kebenaran besar yang selama ini ditutup rapat sang mama harus ia terima dan ia dengar sendiri.
Tak terima dan tak bisa hanya itu yang terus ada dibenak Attalah. Namira berdiri mematung dibelakang Attalah, ia sangat tau perasaan suaminya saat ini. Namira tak berkomentar apapun, sebab ia sangat tau kenyataan pahit ini dari Oma Rani waktu itu. ia sama sekali tidak menyangka jika kebenaran yang diminta Oma Rani untuk merahasiakannya akan terungkap secara cepat. saat ini Namira hanya diam dan terus setia Menunggu Attalah selesai merutuki semuanya.
.
.
Sedangkan didepan ruang dimana Mika dirawat Adam Nampak terlihat begitu sedih dengan balasan Attalah yang tidak mau menerimanya. sedangkan mama Tyas hanya bisa pasrah dengan semuanya. sebenarnya sejak dulu ia sangat ingin diam dan menyembunyikan kebenaran ini, namun karna keadaanlah yang membuat Mama tyas mengungkap semuanya.
Tio juga hanya terdiam didepan pintu kaca seraya menatap Mika yang terbalut alat medis disekujur tubuhnya. rasa sesal yang mendalam beradu dengan kemarahan terus terasa dihatinya.
" Tio. pulanglah. kami akan menjaga Mika disini." ucap mama tyas dengan suara melemah.
Tio tak bergeming, ia hanya terus menatap Mika dari pintu kaca.
" saya tau anak saya bersalah, kau tenang saja. saya akan mengusahakan dia sembuh, dan menanggung jawabi apa yang dia lakukan." terang Adam.
Tio menatap Adam dan Mama tyas bergantian. dan tanpa berkata pula Tio langsung pergi begitu saja. sorot mata penuh kemarahan masih nampak dimata Tio.
__ADS_1
Mama tyas mengusap wajahnya dengan kasar. Sedangkan Adam pun juga demikian.
" bagaimana nanti jika Attalah tetap menolak kita ??" tanya Adam.
" ini semua salahmu sendiri !! aku sudah bilang jangan ikut campur urusan Attalah !!!" timpal mama tyas.
" mana mungkin aku diam, jika kedua anakku saling salah faham seperti itu !!?" balas Adam tak kalah keras.
" semua karna wanita sialan itu Adam !!!? jika saja kau menurut dan membunuhnya kedua anak kita tidak akan salah faham begini !!!" mama tyas nampak berapi-api dalam setiap katanya.
" bagaimana mungkin aku membunuh wanita yang dicintai Anakku tyas ??!! dimana otakmu !!! bahkan berapa tahun kau memisahkan mereka berdua ?? apa Attalah bisa menerima wanita yang kau pilihkan untuknya ??!!! semua perkara yang terjadi itu karna keegoisanmu Tyas !!!" kembali Adam memperjelas semua yang terjadi.
" selalu aku yang kau salahkan !!!"
" lalu siapa ??!! hanya demi kehidupan mewah kau memisahkan mereka, dan merahasiakan semuanya !! tidak ada yang salah antara mereka berdua,yang salah itu kau !!"
" iya aku setuju !! makanya jangan menyalahkan oranglain dalam konflik ini !! berhenti mengganggu menantuku dan juga cucuku !! kita sudah bertambah tua tyas, aku lelah hidup menjadi mafia terus !! aku ingin hidup tenang dimasa tuaku !!" Adam menundukkan wajah dengan penuh kesedihan dalam dirinya.
Mama tyas mengatur nafasnya yang memburu, perdebatannya dengan Adam terasa menguras emosi yang berlebih.
" aku tidak menyangka jika kau selingkuhan Tyas selama ini adam.." suara parau terdengar membuat mama tyas dan Adam segera menatap kesumber suara.
mata mama tyas membulat sempurna "mama!!"
" Nyonya Rani.." panggil Adam dengan wajah tak percaya.
oma Rani melangkah perlahan mendekati menantu dan mantan pengawal putranya.
__ADS_1
Mama tyas segera bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Oma Rani.
"m..ma..ma.. sedang apa disini ??" tanya mama tyas dengan terbata.
tatapan tajam dilayangkan oma Rani kearah mama tyas.
Adam perlahan juga bangkit dari duduk luka dipinggangnya tak lagi ia rasakan.
" kenapa kalian menghianati putraku ??" tanya oma Rani dengan mata berkaca seraya menatap mama tyas dan Adam bergantian.
" m..ma..ini tidak seperti itu !!?" balas Mama tyas.
" hentikan semua dan katakan padaku Tyas !!?? bahkan aku sudah tau sejak lama jika Attalah itu bukan cucu kandungku ?!!!" bentak oma Rani.
Mama tyas memejamkan mata seraya menekan rasa dihati.
" Oma juga tau ???" Suara Attalah tiba-tiba terdengar.
Oma Rani memutar tubuhnya dimana Attalah berdiri dengan Namira disisinya.
" Attalah.." gumam Oma Rani dengan air mata yang mengalir begitu saja.
.
.
.
__ADS_1