Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Sudah terlacak


__ADS_3

bab 143


.


.


.


Namira mengerjapkan mata dengan perlahan. matanya mulai terbuka sedikit demi sedikit,


ia meneliti kesekeliling dimana netranya menangkap Widia yang duduk disisinya.


" kau sudah sadar Mir ??" tanya widia memastikan.


Namira hanya mengangguk pelan.


ia menelan ludahnya beberapa kali, tenggorokannya terasa kelu hingga sulit berkata.


" kau mau minum ??" tawar Widia.namira menggangguk dan dengan segera Widia membantu Namira untuk minum lalu membaringkannya kembali.


" Atta kemana mbak ??" tanya Namira.


" dia sedang mengejar wanita yang membawa anak kalian..kau tenang saja ya, Bima dan Tio juga akan membantunya. Bima punya anggota polisi, sedangkan Tio punya banyak anak buah. Er pasti akan segera ketemu.." widia berusaha menenangkan Namira.


ingin sekali Namira bangkit dan ikut mencari namun apalah daya dirinya, tubuhnya terasa lemah sekali.


Namira hanya bisa memejamkan mata dengan air mata yang mengalir dikedua sisi matanya.


" Er..anakku..ya Allah.. lindungi dia..aku.mohon.." gumam Namira dalam sesak dihatinya


widia meraih jemari Namira dan menggenggamnya dengan erat. "kuatkan dirimu Mira..ada nyawa yang harus kau jaga juga disini." Widia mengarahkan tangan mereka keperut Namira.


Namira mengusap perutnya " kau benar mbak..maafkan bunda sayang.." ujar Namira dengan lirih.


.

__ADS_1


.


.


Sementara Erlita sudah dibaringkan disebuah kamar yang begitu luas dan besar. bahkan terbilang cukup mewah. Erlita masih belum sadar, dia tetap memejamkan mata dan terlelap dalam tidurnya.


setelah membaringkan Erlita. wanita itu segera membuka blazer hitam yang sejak tadi ia kenakan, menampakkan tubuh indah nan seksi bagi pria yang menatapnya.


Sesaat wanita itu menatap wajah Erlita, ada sesal yang mendalam dalam lubuk hati Wanita itu, namun rasa sakit dan dendam terus saja mengalahkan semuanya. tak ingin terlalu lama terbawa perasaan, wanita itu segera masuk kedalam kamar mandi, guna membersihkan diri .


.


.


.


Tio tengah sibuk mengutak atik laptop dihadapannya. lebam diwajahnya sudah tidak lagi ia rasakan. Attalah yang masih kesal hanya duduk sembari meremas jemarinya.


Bima juga ikut membantu Tio mencari keberadaan Wanita yang sudah mereka curigai sejak lama.


" dia wanita pintar Atta !! Bahkan Cctv saja sudah disabotase olehnya.." balas Tio


" diam saja kau !!! aku bicara dengan komisaris ini !!!" timpal.Attalah yang masih terlihat kesal.


" tenanglah tuan Atta, anggotaku juga sedang mencari putri anda.." balas Bima dengan sebijak mungkin.


" ketemu !!!" ujar Tio dengan suara meninggi.


Attalah segera berlari mendekati Tio yang duduk dihadapan laptopnya.


" apa yang kau temukan ???!!" protes Attalah saat melihat hanya layar Laptop bertanda titik merah.


" dasar CEO bodoh !!! ini namanya meretas !!" balas Tio menonyol kepala Attalah yang sangat dekat dengannya.


Pukk !!!

__ADS_1


Attalah tak tinggal diam dia ikut membalas dengan menepuk pundak Tio lagi.


" mana aku tau !! aku sekolah dan bekerja bukan dibidang itu tolol !!"


Tio hendak bangkit namun secepat kilat Bima segera melerai kembali perdebatan kecil antara Dua bos itu.


" ayo cepat kita kesana.." ajak Bima.


" itu benar. ayo.. attalah segera mengikuti Bima dan meninggalkan Tio.


" sial !! kalian akan meninggalkanku !!!?" gerutu Tio yang segera bangkit.


" siapkan semuanya !! kita akan menyerang markas mereka malam ini !!" printah Tio saat sudah dihalaman markasnya. Tio, Attalah dan Bima segera menaiki Mobil untuk menuju tempat dimana Erlita dibawa.


.


.


Sementara disel tahanan mama tyas keheranan saat seorang polisi pria membukakan pintu dan memanggilnya.


" nyonya tyas, ada yang berkunjung.."


" siapa ??" tanya mama tyas.


" silahkan temui saja." polisi itu mempersilahkan mama tyas keluar. mama tyas patuh dan segera keluar.


sang polisi segera menggandeng lengan mama tyas. awalnya mama tyas hendak menolak namun saat polisi itu berbisik, seulas senyum terbit dari sudut bibirnya.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2