Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 54


__ADS_3

Hari ini Pras ingin menghabiskan waktunya bersama Keyla dia sudah memutuskan besok akan memulai misinya untuk belajar melepaskan Keyla untuk orang lain.


Setelah dari taman kini mereka berada di sebuah cafe menikmati makan malam berdua.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Pras pada Keyla.


"Samain saja Mas," jawab Keyla. Sambil menunggu pesanan datang Keyla memainkan ponselnya ternyata ada pesan dari Dewa.


"Lihatlah kedepan," pesan dari Dewa.


Setelah membaca pesan dari Dewa Keyla pun melihat ke arah depan betapa terkejutnya ia saat melihat Dewa ternyata berada di dalam Cafe yang sama dengannya bersama Heru.


Dewa tersenyum saat Keyla melihat ke arahnya, Keyla pun membalasnya dengan senyum kaku karena terkejut. Keyla memutuskan pandangannya saat pesanan datang.


"Ini pesanannya silakan di nikmati," ucap Mba Cafe.


"Terima kasih Mba," balas Keyla.


Mereka pun memulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Hai, brow," sapa dua orang laki-laki.

__ADS_1


"Hai, kalian ngapain ada disini?" tanya Pras.


"Makanlah masa kita ngikutin lho ogah banget," jawab dua orang itu. Rendi dan Robi.


"Hai ... cantik boleh kenalan tidak?" tanya Rendi mengulurkan tangannya di depan Keyla belum sempat disambut Keyla tangan Rendi di tampik oleh Pras.


"Cie ... marah ceweknya di ajak kenalan," celetuk Rendi.


"Sepertinya ini lebih spesial dari pada yang dulu Ren, tapi nanti kalau ujung-ujungnya cuma dapat undangan nangis, galau berkepanjangan sampai mau bu----- ." ucapan Robi terpotong karena dengan cepat Pras membungkam mulut Robi.


"Apaan sih lu Pras," omel Robi.


"Hehe, maaf Pras keceplosan." Robi cengengesan.


"Jangan dengerin mereka," ucap Pras pada Keyla.


Keyla hanya mengangguk sebagai jawaban tapi di kepalanya menyimpan banyak pertanyaan tentang kehidupan masa lalu Pras.


"Pras kenapa lu nggak pernah kelihatan lagi disana?" tanya Robi.


"Lagi malas saja," jawab Pras.

__ADS_1


"Lu malas apa menghindar?" sahut Rendi.


"Terserah kalian saja, sudahlah jangan bahas itu lagi membuat gue kehilangan selera makan," jelas Pras, dia tidak ingin mengingat masa lalunya karena baginya sudah menjadi kenangan.


"Apa lu tidak kasihan padanya?" tanya Robi.


"Kenapa gue harus kasihan itu pilihan dia bukan urusan gue lagi," jelas Pras.


"Nasibnya sekarang begitu memprihatinkan Pras, gue saja tidak tega melihatnya hampir setiap hari dia curhat terus kadang gue pusing ya dengerinnya tapi gimana sebagai teman ya sudah gue berusaha selalu ada saat dia butuh." Rendi bercerita pada Pras.


Keyla yang mendengar obrolan mereka semakin penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya jiwa keponya mulai meronta-ronta, mungkin nanti saat dia pulang akan bertanya pada Pras.


"Gue sudah tak peduli dengannya, bukan dendam tapi memang itu keputusan dulu untuk memilih jalan masing-masing, dulu dia pun tidak perduli dengan gue untuk apa sekarang gue harus peduli dengannya," tegas Pras.


"Dia ingin sekali bertemu denganmu Pras sekali saja katanya, untuk menjelaskan semuanya," ucap Rendi.


"Sudah tidak ada yang perlu di jelaskan semua sudah berakhir." Pras tidak ingin kembali ke masa lalu. Baginya semua semua yang sudah sudah berakhir ya sudahlah tidak perlu di ingat. Ibarat air dalam gelas yang tumpah ke bawah tidak bisa di kembali ke dalam gelas lagi. Masa lalu akan menjadi kenangan yang akan terpendam di dalam hati yang paling dalam.


... ***************...


Yuk, jangan lupa like dan vote ya kakak.

__ADS_1


__ADS_2