
Selesai makan Keyla merapihkan meja makan.
"Sudah taruh saja di situ key, nanti biar bibi saja yang mencuci piringnya."
"Tak apa Bun, key sudah terbiasa." Nggak mungkin kan habis makan di pergi begitu saja udah kayak orang numpang makan. Makan di acara kondangan aja habis makan harus bayarš¤
Selesai mencuci piring Keyla bergabung bersama Bunda dan Pras, berbincang-bincang sebentar kemudian dia pamit karena jam istirahat sudah hampir habis.
"Bun, Keyla pamit dulu ya, masih banyak kerjaan."
"Iya sayang, nanti main kesini lagi ya!"
"Iya Bun, insya'Allah. Assalamualaikum." Keyla mencium tangan Bunda.
"Wa'alaikumussalam."
Pras mengantarkan Keyla kembali ketoko.
"Terima kasih." Pras membuka suara.
"Untuk?"
"Hari ini, karena kamu sudah bersedia mampir ke gubuk ku."
Keyla tersenyum.
"Tadi bunda tidak nanya yang aneh-aneh kan?"
"Nggak."
"Tapi tadi bunda sempat cerita tentang kamu, terus kata Bunda, suatu saat aku akan tahu. Memangnya dulu kamu kenapa?"
Pras terdiam mencerna pertanyaan Keyla.
"Suatu saat nanti kamu akan tahu," jawab Pras.
"Tadi kata Bunda juga gitu, kamu sama, sebenarnya ada apa sih Pras?"
"Nggak apa, kok manggilnya beda lagi."
"Tadi kan di depan Bunda."
"Tapi aku suka dengan panggilan yang tadi," goda Pras dengan tersenyum penuh arti.
"Apaan sih."
Pras mengacak-acak rambut keyla. "Gemes."
"Ah...Pras rambutku jadi berantakan," kesel Keyla langsung memukuli lengan Pras.
"Sakit Key, ampun."
Tak lama mereka sampai di depan toko DA.
"Makasih," ucap keyla sebelum keluar dari mobil.
"Sama-sama, ada yang lupa Key," ucap Pras.
"Apaan?"
"Nih." Pras menunjuk pipinya.
Keyla langsung menatap dengan tatapan horor.
"Bercanda key, serius banget."
Keyla langsung keluar dari mobil melangkahkan kakinya kedalam toko.
"Assalamualaikum," ucapnya.
"Wa'alaikumussalam," jawab teman-temannya.
"Cie, yang habis kencan di siang bolong," sindir Airin.
"Apaan sih Lo Rin."
"Gimana key, lancar?"
"Apaanya yang lancar?"
__ADS_1
"Kencannya."
"Siapa yang kencan, gue cuma makan siang itu pun dirumah dia makan bareng sama emaknya."
"Hah... Lo ketemuan sama camer Key?"
"Tau ah pusing gue, kalian nanya udh kayak polisi interogasi pelaku kriminal," kesel Keyla sama temanya yang jiwa kepo nya tinggi.
"Kalian pada ngomongin apaan sih seru banget?"
"Eh... Mas Heru, kapan datang?"
"Baru."
"Ngapain sih pada ngumpul di sini?"
"Pak bos," jawab mereka kompak dan langsung membubarkan diri. Keyla menuju kasir, Vita dan Anita ke lantai atas, Airin berjaga nggak jauh dari Keyla.
"Key," panggil Dewa.
"Iya Pak, ada apa?"
"Tolong barang-barang yang habis di catat ya! besok saya ingin belanja."
"Baik Pak."
Hubungan Keyla dan Dewa ya begitulah kadang mereka akur kadang ya begitu jutek, entah kenapa hanya mereka yang tahu.
Keyla beranjak dari duduknya dan mulai berkeliling memeriksa barang-barang sambil membawa buku dan pulpen di tangannya.
"Lo mau kemana Key?"
"Nggak kemana-mana, biasa waktunya pengecekan barang."
"Oh...gue kira mau kemana gitu."
Selesai berkeliling Keyla kembali ke meja kasir, karena bosnya menggantikan posisinya saat ia berkeliling.
"Nih Pak." Keyla memberikan buku catatan yang tadi dia bawa.
"Sip." Dewa beranjak dari duduknya, kemudian duduk di sofa bersama Heru yang sedang mengotak atik laptopnya.
"Kepo banget sih. Udah kelar belum kerjaan Lo?"
"Udah, tapi gue mau ngajak anak-anak ngobrol dulu, ada yang pengen gue omongin sama mereka."
"Oh...yaudah kita tutup lebih awal saja."
"Iya, Lo kasih tahu ke mereka," ucap Dewa.
"Nanti sajalah kalau mereka sholat Maghrib," balas Heru.
*
*
*
Adzan Maghrib berkumandang.
Keyla dan yang lain bergantian melaksanakan sholat Maghrib.
"Key, tolong tokonya tutup saja," ujar Heru.
"Memangnya kenapa Mas?" tanya Keyla yang bingung, nggak biasa Beru magrib sudah tutup.
"Tuh Pak Bos ingin bicara sesuatu katanya, bilangin yang lain suruh kumpul sini."
"Baik Mas." Kayla menghampiri teman-temannya dan memberitahu seperti perintah Heru.
Mereka merapikan beberapa barang dan memasukkan kedalam sebelum tokonya di tutup. Lima belas menit selesai toko juga sudah tertutup.
Keyla dan temannya berjalan menghampiri Pak Dewa yang sedang santai duduk di sofa dengan menikmati secangkir kopi sambil melihat acara televisi.
"Mas Heru," panggil Keyla.
"Iya Key."
"Noh udah pada kumpul Wa," ucap Heru.
__ADS_1
"Oh...iya."
"Silahkan duduk!" Dewa menyuruh mereka duduk di sofa.
Mereka pun duduk sesuai instruksi Pak Bos.
"Karena sudah kumpul semua saya mulai. Pertama saya ingin mengubah jadwal kerja kalian supaya kalian ada waktu untuk keluarga.
Jadi kita biasanya kerja jam 08.00 sampai 20.00. Mulai hari Senin kita akan bagi dua shif.
Shif satu buka pukul delapan sampai jam 08.00 sampai jam 13.00.
Shif dua, Pukul 13.00 sampai 20.00.
Dalam satu Minggu kalian boleh libur satu hari tapi harus bergantian jadi tidak tutup. Kalau dalam satu bulan kalian tidak libur sama sekali maka akan dapat bonus.
Jika satu bulan penghasilan sesuai target kalian juga akan mendapatkan bonus.
Kedua, saya ingin menambah dua karyawan lagi, agar bisa meringankan beban kalian besok anak akan datang kesini.
Ketiga, bonus tahunan yang akan saya berikan di setiap bulan Februari setelah Valentine.
Keempat, saya ingin kalian lebih kreatif lagi dalam penataan barang agar pelanggan tidak bosan.
Kelima, jam istirahat saya hapus, kalau untuk sholat silahkan, tapi tidak boleh keluar dari toko.
Besok saya kita akan rapikan tempat yang ujung, untuk kita gunakan sebagai ruang sholat.
"Cukup sekian dari saya apa ada yang ingin kalian pertanyakan?"
"Tidak Pak."
"Baiklah kalau begitu terimakasih, kalian boleh pulang."
"Baik Pak, terimakasih kita pamit dulu, Assalamualaikum."
"Wa'alaikumussalam."
"Key, Lo pulang bareng gue?" tanya Vita.
"Gue di jemput sama Pras."
"Ayo! saya anterin pulang," ucap seseorang dari belakang yang mengejutkan semuanya.
"Pak Dewa, cie... yaudah kita duluan ajalah, bye key." Semua temannya pulang lebih dulu.
"Ayo!"
"Tidak perlu Pak saya sudah dijemput."
"Tapi."
"Saya permisi dulu Pak." Keyla pergi meninggalkan Dewa.
"Ah... kenapa susah sekali sih mendekati dia, hanya dia perempuan yang berani menolak gue," keluh Dewa frustasi dengan mengacak-acak rambutnya.
"Sabar bro, semua butuh waktu berdoa saja semoga dia jodoh Lo, tapi Lo juga harus bisa memilih diantara dia atau Rena."
"Gue udah putus sama Rena."
"Lo putus tapi masih suka berhubungan sama dia."
Dewa berfikir sejenak. Iya juga sih. Batin Dewa.
"Terus gue harus gimana dong?"
"Ya Lo sabar saja."
Dewa mengangguk entahlah dia pusing.
... *************************...
Nikmati saja yang ada, jalani semua sesuai yang Allah tuliskan.
Takdir tidak akan pernah salah.
Allah pasti akan memberikan yang terbaik.
Terima kasih buat kalian yang sudah membaca cerita recehku, jangan lupa like dan vote ya kakak.
__ADS_1