Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Diteror


__ADS_3

bab 118


.


.


.


Namira sampai dirumah sakit dengan ditemani pelayan dirumahnya.


Sambil menggandeng sang pelayan, Namira berjalan masuk kedalam Rumah sakit setelah turun dari mobil.


namun Baru saja akan melangkah entah orang dari mana, tiba-tiba saja berlari kearah Namira dan memggores sedikit lengan Namira menggunakan pisau.


" aawww !!!" pekik Namira.


" hey kau !!!" teriak Pelayan yang bersama Namira yang hendak mengejar pria yang menggoreng nyonyanya.


namun rintihan Namira membuat Pelayan itu urung melakukannya.


" bik.. jangan dikejar.." cegah Namira.


" nyonya.. nyonya ayo kita masuk.. luka nyonya seeprtinya lumayan serius.." Pelayan itu segera membantu Namira masuk kedalam Rumah sakit.


Dengan wajah panik Pelayan itu berteriak memanggil perawat atau siapapun agar segera membantunya.


" Bik.. tolong jangan beritau Atta ya ?? saya mohon.." ucap Namira sebelum masuk keruang perawatan.


" tapi.nyonya..-"


" saya mohon.." pinta Namira dengan qwajah memelas.


Pelayan langsung mengangguk dengan pasti.


Perawat langsung membawa Namira masuk kedalam kamar rawat guna mendapat pertolongan pada luka dilengannya.


.


.


.

__ADS_1


" bagimana ?? kau berhasil ??" tanya Wanita berkaca mata dihadapan pria yang baru tiba.


" berhasil bos, lengannya tergores."jawab pria itu.


" bagus.. teror dia terus supaya hidupnya tidak tenang !!" perintah Wanita itu sambil meminum segelas wine kesukaannya.


" baik.bos.. saya permisi." pria itu segera mundur dan berbalik pergi dari tempat temaram yang bisa dikatakan rahasia itu.


Wanita itu menyunggingkan senyum tipis penuh kebencian. " kalian tidak akan hidup dengan tenang dan juga bahagia !!" gumam wanita itu sembari memainkan gelasnya.


.


.


.


Setelah menyelesaikan rapat Attalah memilih pamit untuk pulang, rasa kawatir terhadap sang istri membuatnya tidak bisa fokus pada pekerjaannya.


Attalah masuk kedalam mobil dengan tergesa-gesa. tanpa menunggu apapun ia langsung menancapkan pedal.gasnya melesat meninggalkan kantor. tujuannya hanya satu yakni pulang kerumah, belum tau kondisi terkini istrinya dengan mata kepalanya Attalah merasa belum puas.


Kecepatan laju mobil terus dipacu oleh Attalah.


" kenapa dengan mobil ini ??!!" gumam Attalah yang terus berusaha mengendalikan kemudinya.


" sial !! rem ku blong !!!" umpat Attalah yang terus mencoba menginjak pedal remnya.


Mobil semakin tak terkendali. Attalah terus melajukannya dijalan sepi agar jangan sampai terjadi kecelakaan atau korban dari mobilnya.


" bagaimana ini !!" Attalah semakin frustasi.


Matanya meneliti kearah depan dimana jalan buntu yang terlihat.


Tak ingin sampai terjadi apa-apa, Attalah segera meraih ponsel serta tas kerja miliknya dengan cepat, Ia mengatur nafasnya dan membuka pintu mobil.


Tanpa menunggu apapun Attalah langsung loncat dari dalam mobil.


" aakkhhh !!!" Attalah berguling beberapa kali akibat Tubuhnya yang terjatuh begitu saja dengan kuat.


brrakkkk !!!!


Mobil Attalah menghantam pohon besar dan langsung terjatuh dijurang disisi pohon itu.

__ADS_1


Attalah meringis saat dilengan dan kepalanya terluka sedikit akibat hantaman keras saat ia melompat tadi.


nafas Attalah terengah-engah dengan berusaha berdiri. "siapa yang berani melakukan ini ??!!" gumam Attalah sendiri.


ia segera meraih tas yang tergeletak tak jauh dari dirinya terjatuh dan langsung mengambil ponsel menghubungi bantuan.


Attalah meneliti kesekeliling dimana ia sekarang, sembari menunggu jawaban panggilannya.


" ada apa ??" suara dari sambungan itu terdengar.


" jemput aku, mobilku masuk jurang.," jawab attalah dengan cepat.


" apa ??!!! bagaimana bisa ??!!" teriak Tio yang amat terkejut dan panik.


" ceritanya panjang, cepatlah !! pakai gps mu, aku tidak tau sedang dimana ini !!" ucap Attalah lagi, seraya berbalik dan hendak menuju jalan raya yang sering dilewati mobil, namun terhenti saat melihat 3 pria berotot menghalangi jalannya.


" ya sudah tunggu disana !!! hey kau terluka tidak ??!!" suara Tio begitu dipenuhi kekawatiran.


" aku baik-baik saja. sekarang, tapi tidak tau nanti." balas Attalah saat melihat ketiga pria itu menantapnya dengan tajam dan langsung menyerang Attalah tanpa berkata.


bukk..


bukk..


bukkk..


Attalah yang reflek menangkis serangan ketiga pria berotot itu langsung menjatuhkan ponselnya begitu saja.


" Atta !!! hey Atta !!!" Tio berteriak memanggil-manggil temannya.


" aahh sial !!!" Tio mematikan panggilannya dan kembali menghubungi Anak buah kepercayaannya. suara hantaman seperti pukulan membuat Tio yakin Attalah sedang tibak baik-baik saja.


Tio mempercepat langkahnya dan masuk kedalam mobil dan langsung menancapkan pedal gasnya. Tio tak lupa membuka laci yang berada didalam mobil, ia menyunggingkan senyum saat benda kesayangannya masih setia berada didalam laci itu.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2