
bab 146
.
.
.
Ketiga pria tampan itu menghadap mobil yang menghadang mereka. dengan bersamaan pula Mereka menggulung lengan kemeja mereka dan mulai bersiap,
" ya ampun mereka banyak sekali.." gumam Attalah.
" apa kau takut tuan Atta ??!" tanya Bima dengan candaannya.
" Kau belum tau saja siapa Attalah itu Bima.." timpal Tio yang melempar dua pistol kearah Attalah dan Bima.
"kau menyimpannya ??" tanya Attalah.
" tentu saja. ayo kita mulai." jAwab Tio
dari mobil itu keluar banyak sekali pria yang siap dengan sejata ditangan mereka.
mereka bahkan sudah siap menyerang, dan pertarungan terjadi, anak buah Tio langsung berlarian melindungi bos mereka.
bukk..
bukk..
bukk..
dagg..
dagg..
dagg..
dagg..
Jalanan dipenuhi dengan banyak nya petarung Attalah dan Tio bahkan Bima ikut andil, mereka bahkan dengan mudahnya melumpuhkan penghalang mereka.
Bima yang tidak pernah melihat Attalah bertarung cukup kagum, selama ini yang Bima tau Attalah hanyalah seorang CEO yang semua kebutuhannya dicukupi oleh asisten. namun saat melihat Attalah beraksi, Bima bisa melihat menghajar para penghalang, sangat yakin jika Attalah adalah pria yang cukup kuat.
dorr..
doorrr..
dorr..
Bukk..
bukk..
__ADS_1
bukk..
hanya beberapa detik saja, sudah banyak tubuh tergeletak dijalanan itu.
Pada saat Bima dikeroyok ia tidak sadar jika ada yang membidikkan Pistol kearahnya.
Attalah yang melihat segera mengarahkan pistolnya seraya menendang penghalang dihadapannya.
dagg..
doorr..
doorr..
Bima yang terkejut segera menoleh, kedipan mata Attalah membuat senyum Bima mengembang.
" terima kasih tuan.." ujar Bima yang langsung sibuk kembali dengan menghajar anak buah wanita itu.
Sementara Tio yang cukup jauh yang geram mengeluarkan belati kesayangannya.
" aku sudah kesal sekarang !!" gumam Tio yang segera menyerang
Srrettt..
srrett..
sreett..
"akkhh !!"
"akkhh !!"
Dorr..
dorr..
dorr..
dorr..
dorr..
Entah dari mana Tiba-tiba datang banyak lagi orang yang juga lengkap dengan senjata mereka,
Perhatian Tio, Attalah dan Bima terpusat pada orang orang yang berdatangan.
" mereka lawan atau kawan ??" tanya Bima
" kita lihat saja nanti. bantu Attalah keluar dari mereka agar dia bisa menyelamatkan Putrinya." ujar Tio yang kembali bersiap.
Bima mengangguk sedangkan Attalah juga bersiap untuk mencari celah agar bisa kabur dari penghalang mereka.
__ADS_1
Dorr..
dorr..
dorr...
Tembakan terarah dari gerombolan pria yang baru datang menuju penghalang Attalah.
" bagus. kita dapat bantuan." tukas Tio meninggikan suaranya
" mereka bukan bagian anggotamu ??" tanya Bima sembari menghajar pria-pria pengganggu dihadapannya.
" bukan !!!" Tio memutar tubuh dengan melayangkan tendangan hingga beberapa pria dihadapannya jatuh tersungkur.
Netra Bima menangkap salah satu wajah yang baginya tidak asing. seakan tak percaya namun ini nyata terjadi. seorang pria paruh baya dengan setelan jaket kulit berwarna coklat turun dari mobil jepp yang baru saja tiba.
" bukankah dia ??" gumam Bima yang terfokus pada pria paruh baya yang menembak dengan sangat santai kearah musuh.
" dia membantu kami ?? tapi..-"
bukk..
bukk..
bukk..
Perhatian Bima kembali fokus pada lawannya.
pria paruh baya itu adalah, Adam yang datang membantu Attalah.
Dengan Ketangkasannya Adam mendekati Attalah yang sibuk menghajar musuh.
" pergilah dengan teman-temanmu !!! biarkan kami yang menangani ini !!" teriak Adam
Attalah menoleh dan keheranan, siapa pria paruh baya yang membantunya.
" anda siapa ??" tanya Attalah.
Adam hanya tersenyum tipis kearah Attalah.
Ucapan Attalah terhenti saat mendengar panggilan dari Tio.
" Attalah, !! cepatlah !!!"
Attalah hanya menoleh dan segera berlari kearah dimana Tio kini berada dan entah sejak kapan Tio sudah didalam mobil bersama Bima.
.
.
.
__ADS_1