Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
27


__ADS_3

nisa terbangun dari tidur nya itu iya melihat ke samping namun yang di harap kan tidak ada kemnakah suami nya itu lalu nisa mendengar suara percik kan air di kamar mandi mungkin suami nya sedang mandi entah datang nya dari mana tiba tiba syifa menginginkan sentuhan suami nya itu.


(ada apa dengan diri ku kok bisa begini sih gimana kalo tanggapan kanda macam macam tentang ku) .gumam nya nisa dalam bathin .


cklekk suara pintu kamar mandi terbuka menandakan seseorang yang telah di kamar mandi nya itu telah keluar .


sontak nisa mendongak melihat tubuh suami nya yang setengah telanjang itu tubuh suami nya itu sangat sexi tanpa baju apalagi yang terlihat basah menambah kesan cool pada suami nya itu sehingga nisa tak bisa menahan hasrat dalam diri nya iya merutuki diri nya yang tak bisa menahan nya .


asror yang menyadari pandangn istri nya menghampiri nya .


"ada apa sayang apakah suami mu ini terlihat sexi "ucap nya asror sambil menggoda .


Nisa : apaan sih mas ke ge er ran banget .


nisa langsung berlari ke kamar mandi iya merutuki diri nya yang merespon dengan wajah merah merona nya itu.


(aduhh kenapa sih dengan diri ku )bathin nya nisa ..


lalu nisa mengguyur kan air ke tubuh nya siapa tahu itu bisa meredakan hasrat nya yang sudah memuncat .lalu setelah selesai nisa keluar dan iya mendapati suami nya sudah berpakaian santai nya dengan memakai tsirht warna putih dan celana pendek yang membuat diri nya terlihat cool.


lalu nisa duduk di depan meja rias dan kemudian asror menghampiri nya .


"biar kanda yang sisirin rambut nya dinda "ucap sembari mengambil sisir di tangan nisa .


asror menyisir rambut nisa dengan sangat telaten .iya menyingkap rambut nisa sehingga terlihat lah leher putih bersih milik nisa .


membuat milik asror terbangun .kemudian asror mencium leher nisa dan mengecup nya kemudian berbisik di telinga nisa .


"apa boleh kanda meminta jatah" bisik nya asror di telinga nisa .


"silahkan kanda " jawab nya nisa dengan lembut .


lalu asror membalik kan badan nisa nisa dan mendekat kan bibir nya ke bibir ranum milik nisa kemudian ******* nya dengan mesra .


nisa yang mendapat kan perlakuan itu tak lupa iya membalas ciuman itu sehingga membuat nafas mereka berdua ngos ngosan.


lalu asror melepas ciuman itu agar diri nya dan nisa bisa bernafas .lalu iya menggendong tubuh mongil nisa dan membaringkan di ranjang nya.


kemudian asror kembali ******* bibir nisa dan tangan bergerak mencari dua gundu milik nisa setelah menemukan nya tangan itu meremas dua gunduakan yang tertutupi oleh bra .setelah lama aktivitas itu terjadi .


kemudian asror memasukan pedang pusaka nya ke dalam pintu kerajaan milik nisa dan dengan perlahan asror menggerak kan badan nya sehingga terasa kenikmatan itu .


setelah lama gerakan itu terjadi membuat nisa mencapai puncak nya berkali kali namun asror masih bergerak gencar kemudian tibalah saat nya asror pada kenikmatan nya tak lupa iya mempercepat gerakan nya itu dan sampailah iya pada puncak nya hingga membuat tubuh nya ambruk dalam dekapan nisa yang pedang milik nya masih bersemayam di kerajaan milik nisa.lalu kedua nya tertidur dalam dekapan hangat itu.


nisa terbangun ketika mendengar azdan zduhur iya melihat suami nya yang tertidur sangat pulas dengan keringan yang masih menempel di tubuh nya lalu nisa mencium kening suami nya itu .


"terimaksih untuk semua nya kanda", bisik nya pada suami nya yang tertidur itu.


lalu nisa beranjak untuk ke kamar mandi iya mengangkat tangan asror dengan perlahan agar tidak membangun kan si empu nya yang sedang tertidur .


lalu nisa pergi ke kamar mandi nya dan melakukan ritual nya di dalam .setelah lama dalam kamar mandi iya keluar dengan wajah yang fresh iya melihat di tempat tidur nya yang masih terdapat suami nya terlelap .


lalu nisa memakai gamis nya dan iya melakukan solat sendirian diri nya tidak tega membangun kan suami nya yang tertidur sangat pulas itu .


setelah solat nisa membaca al quran iya membaca surah ad dukhon suara terdengar sangat merdu .



حٰمٓ



Haa Mim



وَالۡكِتٰبِ الۡمُبِيۡنِ



Demi Kitab (Al-Qur'an) yang jelas,



اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةٍ مُّبٰـرَكَةٍ‌ اِنَّا كُنَّا مُنۡذِرِيۡنَ



sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.



فِيۡهَا يُفۡرَقُ كُلُّ اَمۡرٍ حَكِيۡمٍۙ‏



Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,



اَمۡرًا مِّنۡ عِنۡدِنَا‌ؕ اِنَّا كُنَّا مُرۡسِلِيۡنَ‌ۚ



(yaitu) urusan dari sisi Kami. Sungguh, Kamilah yang mengutus rasul-rasul,



رَحۡمَةً مِّنۡ رَّبِّكَ‌ؕ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيۡعُ الۡعَلِيۡمُۙ



sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui,



رَبِّ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا‌ۘ اِنۡ كُنۡتُمۡ مُّوۡقِنِيۡنَ



Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; jika kamu orang-orang yang meyakini.



لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحۡىٖ وَيُمِيۡتُ‌ؕ رَبُّكُمۡ وَرَبُّ اٰبَآٮِٕكُمُ الۡاَوَّلِيۡنَ



Tidak ada tuhan selain Dia, Dia yang menghidupkan dan mematikan. (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu dahulu.



بَلۡ هُمۡ فِىۡ شَكٍّ يَّلۡعَبُوۡنَ



Tetapi mereka dalam keraguan, mereka bermain-main.



فَارۡتَقِبۡ يَوۡمَ تَاۡتِى السَّمَآءُ بِدُخَانٍ مُّبِيۡنٍۙ



Maka tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas,



يَغۡشَى النَّاسَ‌ؕ هٰذَا عَذَابٌ اَلِيۡمٌ



yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.



رَبَّنَا اكۡشِفۡ عَنَّا الۡعَذَابَ اِنَّا مُؤۡمِنُوۡنَ



(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah azab itu dari kami. Sungguh, kami akan beriman.”



اَنّٰى لَهُمُ الذِّكۡرٰى وَقَدۡ جَآءَهُمۡ رَسُوۡلٌ مُّبِيۡنٌۙ



Bagaimana mereka dapat menerima peringatan, padahal (sebelumnya pun) seorang Rasul telah datang memberi penjelasan kepada mereka,



ثُمَّ تَوَلَّوۡا عَنۡهُ وَقَالُوۡا مُعَلَّمٌ مَّجۡنُوۡنٌ‌ۘ‏



kemudian mereka berpaling darinya dan berkata, “Dia itu orang yang menerima ajaran (dari orang lain) dan orang gila.”



اِنَّا كَاشِفُوا الۡعَذَابِ قَلِيۡلًا اِنَّكُمۡ عَآٮِٕدُوۡنَ‌ۘ



Sungguh (kalau) Kami melenyapkan azab itu sedikit saja, tentu kamu akan kembali (ingkar).


__ADS_1


يَوۡمَ نَبۡطِشُ الۡبَطۡشَةَ الۡكُبۡـرٰى‌ۚ اِنَّا مُنۡتَقِمُوۡنَ



(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan keras. Kami pasti memberi balasan.



وَلَقَدۡ فَتَنَّا قَبۡلَهُمۡ قَوۡمَ فِرۡعَوۡنَ وَ جَآءَهُمۡ رَسُوۡلٌ كَرِيۡمٌۙ



Dan sungguh, sebelum mereka Kami benar-benar telah menguji kaum Fir’aun dan telah datang kepada mereka seorang Rasul yang mulia,



اَنۡ اَدُّوۡۤا اِلَىَّ عِبَادَ اللّٰهِ‌ؕ اِنِّىۡ لَـكُمۡ رَسُوۡلٌ اَمِيۡنٌۙ‏



(dengan berkata), “Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israil). Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang dapat kamu percaya,



وَّاَنۡ لَّا تَعۡلُوۡا عَلَى اللّٰهِ‌ۚ اِنِّىۡۤ اٰتِيۡكُمۡ بِسُلۡطٰنٍ مُّبِيۡنٍ‌ۚ



dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata.



وَاِنِّىۡ عُذۡتُ بِرَبِّىۡ وَرَبِّكُمۡ اَنۡ تَرۡجُمُوۡنِ



Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu, dari ancamanmu untuk merajamku



وَاِنۡ لَّمۡ تُؤۡمِنُوۡا لِىۡ فَاعۡتَزِلُوۡنِ



dan jika kamu tidak beriman kepadaku maka biarkanlah aku (memimpin Bani Israil).”



فَدَعَا رَبَّهٗۤ اَنَّ هٰۤؤُلَاۤءِ قَوۡمٌ مُّجۡرِمُوۡنَ‏‏



Kemudian dia (Musa) berdoa kepada Tuhannya, “Sungguh, mereka ini adalah kaum yang berdosa (segerakanlah azab kepada mereka).”



فَاَسۡرِ بِعِبَادِىۡ لَيۡلًا اِنَّكُمۡ مُّتَّبَعُوۡنَۙ



(Allah berfirman), “Karena itu berjalanlah dengan hamba-hamba-Ku pada malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar,



وَاتۡرُكِ الۡبَحۡرَ رَهۡوًا‌ؕ اِنَّهُمۡ جُنۡدٌ مُّغۡرَقُوۡنَ



dan biarkanlah laut itu terbelah. Sesungguhnya mereka, bala tentara yang akan ditenggelamkan.”



كَمۡ تَرَكُوۡا مِنۡ جَنّٰتٍ وَّعُيُوۡنٍۙ



Betapa banyak taman-taman dan mata air-mata air yang mereka tinggalkan,



وَّزُرُوۡعٍ وَّمَقَامٍ كَرِيۡمٍۙ



juga kebun-kebun serta tempat-tempat kediaman yang indah,



وَّنَعۡمَةٍ كَانُوۡا فِيۡهَا فٰكِهِيۡنَۙ‏




كَذٰلِكَ‌ ۖوَاَوۡرَثۡنٰهَا قَوۡمًا اٰخَرِيۡنَ



demikianlah, dan Kami wariskan (semua) itu kepada kaum yang lain.



فَمَا بَكَتۡ عَلَيۡهِمُ السَّمَآءُ وَالۡاَرۡضُ وَمَا كَانُوۡا مُنۡظَرِيۡنَ



Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi penangguhan waktu.



وَلَقَدۡ نَجَّيۡنَا بَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ مِنَ الۡعَذَابِ الۡمُهِيۡنِۙ



Dan sungguh, telah Kami selamatkan Bani Israil dari siksaan yang menghinakan,



مِنۡ فِرۡعَوۡنَ‌ؕ اِنَّهٗ كَانَ عَالِيًا مِّنَ الۡمُسۡرِفِيۡنَ



dari (siksaan) Fir‘aun, sungguh, dia itu orang yang sombong, termasuk orang-orang yang melampaui batas.



وَلَقَدِ اخۡتَرۡنٰهُمۡ عَلٰى عِلۡمٍ عَلَى الۡعٰلَمِيۡنَ‌ۚ



Dan sungguh, Kami pilih mereka (Bani Israil) dengan ilmu (Kami) di atas semua bangsa (pada masa itu).



وَاٰتَيۡنٰهُمۡ مِّنَ الۡاٰيٰتِ مَا فِيۡهِ بَلٰٓؤٌا مُّبِيۡنٌ



Dan telah Kami berikan kepada mereka di antara tanda-tanda (kebesaran Kami) sesuatu yang di dalamnya terdapat nikmat yang nyata.



اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ لَيَقُوۡلُوۡنَۙ



Sesungguhnya mereka (kaum musyrik) itu pasti akan berkata,



اِنۡ هِىَ اِلَّا مَوۡتَتُنَا الۡاُوۡلٰى وَمَا نَحۡنُ بِمُنۡشَرِيۡنَ



”Tidak ada kematian selain kematian di dunia ini. Dan kami tidak akan dibangkitkan,



فَاۡتُوۡا بِاٰبَآٮِٕنَاۤ اِنۡ كُنۡتُمۡ صٰدِقِيۡنَ



maka hadirkanlah (kembali) nenek moyang kami jika kamu orang yang benar.”



اَهُمۡ خَيۡرٌ اَمۡ قَوۡمُ تُبَّعٍۙ وَّ الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِهِمۡ‌ؕ اَهۡلَكۡنٰهُمۡ‌ۖ اِنَّهُمۡ كَانُوۡا مُجۡرِمِيۡنَ



Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik atau kaum Tubba‘, dan orang-orang yang sebelum mereka yang telah Kami binasakan karena mereka itu adalah orang-orang yang sungguh berdosa.



وَمَا خَلَقۡنَا السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا لٰعِبِيۡنَ


__ADS_1


Dan tidaklah Kami bermain-main menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya.



مَا خَلَقۡنٰهُمَاۤ اِلَّا بِالۡحَقِّ وَلٰكِنَّ اَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُوۡنَ



Tidaklah Kami ciptakan keduanya melainkan dengan haq (benar), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.



اِنَّ يَوۡمَ الۡفَصۡلِ مِيۡقَاتُهُمۡ اَجۡمَعِيۡنَۙ



Sungguh, pada hari keputusan (hari Kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya,



يَوۡمَ لَا يُغۡنِىۡ مَوۡلًى عَنۡ مَّوۡلًى شَيۡــًٔا وَّلَا هُمۡ يُنۡصَرُوۡنَۙ



(yaitu) pada hari (ketika) seorang teman sama sekali tidak dapat memberi manfaat kepada teman lainnya dan mereka tidak akan mendapat pertolongan,



اِلَّا مَنۡ رَّحِمَ اللّٰهُ‌ؕ اِنَّهٗ هُوَ الۡعَزِيۡزُ الرَّحِيۡمُ



Kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Dia Mahaperkasa, Maha Penyayang.



اِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّوۡمِۙ



Sungguh pohon zaqqum itu,



طَعَامُ الۡاَثِيۡمِ



makanan bagi orang yang banyak dosa.



كَالۡمُهۡلِ ۛۚ يَغۡلِىۡ فِى الۡبُطُوۡنِۙ



Seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut,



كَغَلۡىِ الۡحَمِيۡمِ



seperti mendidihnya air yang sangat panas.



خُذُوۡهُ فَاعۡتِلُوۡهُ اِلٰى سَوَآءِ الۡجَحِيۡمِ



”Peganglah dia kemudian seretlah dia sampai ke tengah-tengah neraka,



ثُمَّ صُبُّوۡا فَوۡقَ رَاۡسِهٖ مِنۡ عَذَابِ الۡحَمِيۡمِؕ



kemudian tuangkanlah di atas kepalanya azab (dari) air yang sangat panas.”



ذُقۡ ۖۚ اِنَّكَ اَنۡتَ الۡعَزِيۡزُ الۡكَرِيۡمُ



”Rasakanlah, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang perkasa lagi mulia.”



اِنَّ هٰذَا مَا كُنۡتُمۡ بِهٖ تَمۡتَرُوۡنَ



Sungguh, inilah azab yang dahulu kamu ragukan.



اِنَّ الۡمُتَّقِيۡنَ فِىۡ مَقَامٍ اَمِيۡنٍۙ



Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman,



فِىۡ جَنّٰتٍ وَّعُيُوۡنٍ



(yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air,



يَّلۡبَسُوۡنَ مِنۡ سُنۡدُسٍ وَّاِسۡتَبۡرَقٍ مُّتَقٰبِلِيۡنَۚ



mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, (duduk) berhadapan,



كَذٰلِكَ وَزَوَّجۡنٰهُمۡ بِحُوۡرٍ عِيۡنٍؕ



demikianlah, kemudian Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah.



يَدۡعُوۡنَ فِيۡهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ اٰمِنِيۡنَۙ



Di dalamnya mereka dapat meminta segala macam buah-buahan dengan aman dan tenteram,



لَا يَذُوۡقُوۡنَ فِيۡهَا الۡمَوۡتَ اِلَّا الۡمَوۡتَةَ الۡاُوۡلٰى‌ ۚ وَوَقٰٮهُمۡ عَذَابَ الۡجَحِيۡمِۙ



mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya selain kematian pertama (di dunia). Allah melindungi mereka dari azab neraka,



فَضۡلًا مِّنۡ رَّبِّكَ ‌ؕ ذٰ لِكَ هُوَ الۡفَوۡزُ الۡعَظِيۡمُ



itu merupakan karunia dari Tuhanmu. Demikian itulah kemenangan yang agung.



فَاِنَّمَا يَسَّرۡنٰهُ بِلِسَانِكَ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُوۡنَ



Sungguh, Kami mudahkan Al-Qur'an itu dengan bahasamu agar mereka mendapat pelajaran.



فَارۡتَقِبۡ اِنَّهُمۡ مُّرۡتَقِبُوۡنَ



Maka tunggulah; sungguh, mereka itu (juga sedang) menunggu



suara merdu milik nisa membuat asror terbangun dari tidur nya itu .


iya memandangi istri dengan terkagum kagum asror merasa beruntung memilik istri solehah seperti nisa ..


next...

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2