Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 71


__ADS_3

Setelah sarapan Keyla berangkat kerja kali ini dia bawa motor sendiri karena Pras ada kerjaan di luar kota jadi tidak ada yang antar jemput.


Sampai di toko Keyla membuka pintu masuk kedalam menaruh tasnya kemudian langsung mulai merapikan barang-barang sambil melayani pengunjung yang sudah mulai datang satu, dua orang.


Pagi hari biasanya pengunjung ibu-ibu yang mencari ikat rambut atau beli daster.


"Assalamualaikum. Pagi Key," sapa Heru.


"Wa'alaikumussalam, pagi juga Mas," balas Keyla. "Tumben sudah datang Mas?" Keyla yang heran melihat Heru datang pagi-pagi tidak seperti biasanya.


"Iya, Key sekalian nanti siang ada acara," jawab Heru.


"Oh, sendirian saja?" tanya Keyla.


"Tidak, noh." Heru menunjuk kearah luar terlihat Dewa baru akan masuk ketoko.


Keyla menoleh kebelakang ternyata ada Pak bosnya.


"Pagi semua." Dewa berjalan masuk kedalam toko menghampiri Keyla dan Heru.


"Pagi juga Pak," balas Keyla.


"Nanti siang ikut saya ke acara peresmian cafe teman saya," ucap Dewa disebelah Keyla.


"Ta-." Keyla belum selesai ngomong sudah di potong Dewa terlebih dahulu.

__ADS_1


"Tidak ada penolakan," sahut Dewa.


Keyla hanya bisa pasrah mungkin ini kesempatan buat dia juga untuk jujur pada Dewa bahwa dia sudah memiliki kekasih. Keyla tak ingin Dewa berharap lebih padanya.


"Baiklah," balas Keyla dari pada berdebat lebih baik mengalah.


Setelah selesai berbicara dengan Dewa. Keyla berjalan ke arah meja kasir duduk di kursi menunggu para pengunjung bayar belanjaan sambil mengecek data pembelian dalam satu minggu.


"Mba tolong ini tasnya di bungkus kado ya!" salah satu pembeli memberikan tas.


"Siap Mas." Keyla mengambil tas itu kemudian mulai membungkusnya.


Tak butuh waktu lama Keyla selesai. "Nih, Mas. Buat pacarnya ya?" Keyla memberikan paper bag pada pembeli itu.


"Terima kasih kembali," balas Keyla.


**


Tak terasa waktu berputar begitu cepat sekarang sudah saatnya Keyla pulang.


"Rin, lu mau bareng gua?" tanya Keyla pada Airin karena hari ini Airin tidak membawa motor.


"Iya, sampai gang depan," jawab Airin dengan senang hati dia mau dari pada naik ojek mending nebeng Keyla gratis lumayan uangnya bisa buat jajan.


Keyla merapikan meja kasir kemudian mengambil tasnya, tapi saat hendak berjalan keluar lengannya ditahan Dewa. "Mau kemana?" tanya Dewa.

__ADS_1


"Pulang," jawab Keyla.


"Apa kamu lupa yang tadi saya bilang?" Dewa menatap kearah Keyla.


"Astaghfirullah, lupa." Keyla menepuk jidatnya, padahal dia sudah janji mau ngajak Airin bareng. "Nanti Key balik lagi Pak, anterin Airin pulang dulu tidak enak hati tadi sudah janji," ucap Keyla.


"Motornya suruh bawa Airin saja," balas Dewa.


"Iya." Keyla berjalan menghampiri Airin yang sudah menunggu di depan toko.


"Rin, lu bawa saja motor gua, nih kuncinya." Keyla memberikan kunci motor.


Airin mengambil kunci tersebut tanpa bertanya apapun dia sudah tahu pasti Keyla akan pergi dengan Pak Dewa.


Setelah kunci ditangannya Airin menyalakan motor melajukan ke arah rumahnya. "Bye Key." Airin melambaikan tangannya.


Keyla kembali masuk kedalam toko setelah kepergian Airin. "lho Key, tidak jadi pulang?" tanya Vita.


"Jadi Vit, nanti." Keyla duduk di sofa belakang meja kasir memainkan ponselnya sambil menunggu Dewa selesai melihat data pemasukan.


*********


Hallo semua jangan lupa like dan taruh di rak kalian.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2