Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 55


__ADS_3

Pras mulai kesal dengan temannya karena mengingatkan masa lalunya akhirnya Pras memilih untuk pergi dari pada terus di paksa Robi dan Rendi untuk menemui seseorang yang selalu menunggunya di tempat mereka biasa nongkrong dulu.


Pras menarik tangan Keyla agar Keyla mengikutinya untuk keluar dari Cafe. Sampai di parkiran Keyla dan Pras masuk ke dalam mobil.


Suasana mobil jadi terasa sunyi karena dua insan yang berada di dalam hanya diam tanpa ada sepatah kata pun, Keyla sibuk melihat jalan sedangkan Pras fokus menyetir.


"Pras kenapa sih diam saja kan jadi merasa tidak enak begini, terus dia itu ada apa ya mukanya berubah sekali seperti memendam amarah," batin Keyla.


Keyla pun menatap ke arah Pras.


"Jangan hanya di pandangi, di cium juga boleh," sindir Pras. Pras melihat kearah cermin yang terlihat Keyla terus saja memperhatikan dirinya.


Sontak ucapan Pras membuat Keyla kaget karena dia kepergok memperhatikan Pras. seketika muka Keyla langsung berubah menjadi merah.


"Apaan sih." Keyla langsung melayangkan cubitan di lengan Pras.


"Saya ikhlas kok Key kalau kamu mau cium saya," goda Pras dengan senyum menggoda.


"Pras bisa diam nggak," omel Keyla.


"Manggilnya kenapa begitu lagi," protes Pras.

__ADS_1


"Biarin saja suka-suka aku mau manggil kamu apa mulut aku yang ngomong," ujar Keyla.


"Iya, iya, terserah kamu sayang," jelas Pras.


"Ih ... aku boleh nanya sesuatu tidak?" tanya Keyla.


"Boleh," jawab Pras.


"Apa yang kalian obrolin tadi itu mantan kamu Mas?" tanya Keyla, dia sudah tidak bisa menahan lagi untuk bertanya yang sebenarnya.


"Haruskah aku menjawab pertanyaan kamu?" Pras bertanya balik.


"Kalau tidak mau jawab juga tak apa," balas Keyla.


"Apa dulu dia perempuan yang sangat berarti bagimu?" tanya Keyla.


"Sudahlah jangan bahas itu lagi aku tidak ingin mengingatnya lagi semua sudah menjadi kenangan tidak perlu di ukir kembali," jelas Pras.


"Bukankah kata orang cinta pertama itu sulit untuk di lupakan." Keyla mulai memancing agar bisa mengetahui semuanya lebih dalam.


"Iya, tapi itu kalau kenangan terindah, sebaliknya jika itu buruk untuk apa di ingat lebih baik di buang sejauh mungkin agar lukanya tidak membekas sedikitpun," jelas Pras.

__ADS_1


"Apa luka itu sangat parah sampai kau harus membuang semuanya tanpa melihat sedikit keindahan bersamanya," ujar Keyla.


"Sudahlah Key jangan bahas itu suatu hari nanti kamu pasti akan tahu semuanya, tapi tidak sekarang." Pras memberikan penjelasan pada Keyla.


"Jika aku berarti bagimu, pasti kamu tidak akan pernah menutupinya dariku," sambung Keyla.


"Kamu adalah orang yang sangat berarti bagiku Key, separuh jiwaku ada dirimu." Pras memang sangat mencintai dan menyayangi Keyla dengan sepenuh jiwanya tapi itulah cinta tidak bisa di paksakan.


Keyla terdiam mendengar ucapan Pras, dia benar-benar merasa bersalah karena selama ini hanya bisa memberikan harapan saja air mata Keyla tiba-tiba menetes entah apa yang membuatnya menangis.


Pras yang melihat Keyla menangis dia langsung menepikan mobilnya. "Key, kamu kenapa menangis apa ada ucapanku yang salah?" tanya Pras.


Keyla menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Pras langsung memagang dagu Keyla agar berhadapan denganya, Pras mulai menghapus air mata Keyla yang telah membasahi pipi mulusnya.


"Jangan menangis sayang," ucap Pras.


"Maafkan aku Mas maaf," lirih Keyla.


"Maaf untuk apa kamu tidak punya salah padaku," ujar Pras dan langsung memeluk tubuh Keyla. Bukannya diam Keyla semakin terisak.


... *************...

__ADS_1


Aku kasih up banyak buat kalian. Jangan lupa like dan vote terus ya Kak.


lope lope buat kalian ❤️😘😘😘❤️❤️❤️❤️


__ADS_2