
Memang kehidupan tak seindah yang kita bayangkan tak seperti yang kita inginkan.
Semu kita jalani sesuai dengan takdir Allah.
**
Hari ini Keyla jadwal masuk pagi. Kini dia sudah bersiap untuk berangkat.
"Selamat pagi, Bu," sapa Keyla saat di meja makan.
"Pagi juga sayang," balas Ibunya.
"Ayo, sarapan dulu!" ajak Ibunya.
"Siap, Ibu Ratu." Keyla menarik satu kursi yang berhadapan dengan Ibunya.
"Kamu mau makan pakai apa?" tanya Ibu yang ingin mengambilkan makanan untuk Keyla.
"Ibu, duduk. Biarkan Keyla saja yang mengambilkan makan untuk Ibu." Keyla menyendokkan nasi untuk Ibunya.
"Ibu, lawuhnya mau apa?" tanya Keyla.
"Telur balado saja," jawab Ibu.
Keyla mengambilkan satu telur dadar mata sapi sambal balado.
"Terima kasih, Nak." Ibu tersenyum ke arah Keyla. Meski dalam hatinya begitu pilu membayangkan jika anak semata wayangnya menikah pasti ia akan merindukan momen seperti saat ini. Dimana ia di ladenin saat makan, di temani saat ke pasar ngobrol, bercanda bersama. Ibu tak mampu membayangkan bagaimana nasibnya nanti saat Keyla jauh tak tinggal bersamanya lagi.
Ibu menatap makanan yang ada di depannya.
"Ibu, kenapa nasinya tidak di makan, apa Ibu sakit?" tanya Keyla dengan nada lembut.
"Ibu baik-baik saja, Key," jawab Ibu Keyla.
"Terus kenapa itu nggak di makan?" Keyla menghentikan makannya menatap ke arah Ibunya.
__ADS_1
"Bu, kalau ada masalah cerita lah jangan seperti ini," ucap Keyla.
"Ibu, baik-baik saja, Key." Karena tidak mau terus di interogasi Keyla. Ibu memaksakan makan.
Selesai sarapan Keyla berangkat kerja tak lupa dia membawa beberapa kue dan buah yang pemberian Pras kemarin.
"Bu, Key berangkat dulu ya. Assalamualaikum," pamit Keyla.
"Wa'alaikumussalam, hati-hati sayang," balas Ibunya.
Setelah berpamitan pada Ibunya. Keyla berjalan keluar rumah berangkat kerja menggunakan motor kesayangannya.
Tiga puluh menit Keyla sampai di toko memarkirkan motornya terlebih dahulu sebelum dia membuka toko.
"Mba Key," panggil Joki.
"Hai, Jok, sini!" Keyla melambaikan tangannya agar joki menghampirinya.
"Ada apa, Mba?" tanya Joki saat berada di depan Keyla.
"Nih, buat kamu di makan ya jangan di buang," ucap Keyla.
"Kali gitu," ujar Keyla.
"Eh, bentar Mba Key habis ada acara apaan tumben bawa makanan banyak?" Joki yang penasaran.
"Kepo, udah sana ngojek lagi nanti keburu siang rezekinya di ambil setan," ujar Keyla.
"Memangnya setan juga nyari duit Mba?" tanya Joki dengan polosnya.
"Iyalah, dia juga kan butuh duit buat beli makan," jawab Keyla.
"Setan makannya apa Mba?" Joki yang tak sadar jika sedang di kerjain Keyla.
"Apa aja dia makan dia doyan semua makanan." Keyla menjawab pertanyaan Joki sambil menahan tawa.
__ADS_1
"Masa sih, Joki baru tau." Joki berpikir sejenak.
"Sudah jangan banyak berpikir sono ngojek!" Keyla menyuruh Joki segera pergi ngojek dia takut Joki tanya-tanya lagi nanti dia bingung jawabnya ini aja rasanya sudah tidak tahan pengen ketawa lepas.
"Iya, ya, terima kasih ya Mba." Joki menyalakan motornya.
"Sama-sama." Setelah kepergian Joki. Keyla membuka gembok toko sambil tertawa cekikikan.
"Heh, ngapa lu tertawa sendirian?" Airin menepuk bahu Keyla mengagetkan si empunya.
"Astaghfirullah, Airin kebiasaan lu ya mau bikin gua mati muda," omel Keyla.
"Lagian lu kenapa tertawa sendirian udah kayak orang kurang ke sambet Mbah pagi?" tanya Airin.
"Hist." Keyla menjitak jidat Airin.
"Sakit dodol," keluh Airin.
"Kalian kenapa?" tanya Nita yang baru datang.
"Tak apa," jawab mereka bersamaan.
"Aneh." Airin berjalan masuk melewati kedua temannya.
"Lha tuh anak." Keyla dan Airin juga masuk kedalam toko.
"Lu bawa apaan Key?" tanya Airin.
"Oh, ini nanti gua bagi sekarang kita membersikan toko terlebih dahulu sebelum pembeli datang," ucap Keyla.
"Ok, deh." Airin menaruh tasnya terlebih dahulu sebelum memulai aktifitas.
Mereka mulai menyapu, mengepel, membersikan etalase, mengecek barang-barang yang ada di toko.
Setelah semua rapi mereka mulai di tempat masing-masing. Keyla kasir, Airin bagian pojok, Nita lantai dua.
__ADS_1
***
Jangan lupa like dan vote ya Kakak 😊.