Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
tak kuat


__ADS_3

bab 132


.


.


.


hueekkk...


hueekkk...


hueekkkk...


Attalah memuntahkan semua isi didalam perutnya dikamar mandi.


Sebuah pemandangan yang tak pernah dilihat sepanjang hidup Attalah. Sebuah jari terjatuh begitu saja dilantai dengan darah yang menetes begitu banyak. membanyangkannya saja Membuat Attalah terus memuntahkan semua yang ada diperutnya.


Pria itu terus berteriak karna rasa sakit yang luar biasa.


Tio tertawa terbahak-bahak, apa lagi saat melihat wajah Attalah yang baru keluar kamar mandi begitu pucat pasi.


" kau mau kemana Atta ??" tegur Tio Ketika melihat Attalah membalikkan tubuh dan berjalan kearah pintu.


" aku mau bicara denganmu !!!" balas Attalah tanpa peduli Pada Tio dan pria peneror keluarganya.


Anak buah Tio menarik pria itu kembali. "aakkhh!!! baiklah..baiklah..aku akan bicara !!!" pria itu.


langkah Attalah terhenti seketika. Tio pun tersenyum penuh kepuasan. meski aksinya tadi sedikit ekstrim setidaknya ia sudah bisa membuka mulut pria gila itu.

__ADS_1


Attalah kembali memutar tubuhnya dan menuju pria asing yang terus merintih kesakitan.


" cepat katakan !!!" bentak Attalah.


Tio hanya melipat kedua tangannya setelah memberi kode pada anak buahnya untuk melepaskan pria itu.


" yang..ya..ng menyuruh sa..ya..Nyonya..Tyas.."ucap Pria itu dengan nafas masih terbata. sakit yang luar biasa masih dirasakan pria itu.


Attalah seolah tak percaya,benar dugaannya. mama tyaslah yang melakukan kejahatan itu lagi. tapi bagaimana bisa ?? bahkan mama tyas sedang dalam penjara ??


" hey Tikus !! jangan sembarangan ya ?! orang yang kau sebut itu sedang dipenjara !!" tegur Tio dengan menujuk memakai wajahnya


" untuk apa saya bohong !! cukup satu jari saya yang hilang !!! saya tidak mau kehilangan jari lagi !!!" balas pria itu dengan wajah nampak serius.


"tapi jika kau bohong bukan hanya Jarimu yang hilang, nyawamu juga akan aku buang !!!" timpal Tio dengan wajah nampak tak suka.


" terserah anda saja !! nyonya tyas menyuruh saya melalui panggilan telfon. bahkan wajahnya saja saya belum tau. saya hanya diberi transferan sejumblah uang dari beliau!!" terang pria itu. wajahnya nampak serius, nyaris tak terlihat menipu.


Attalah menggebrak meja begitu saja. tangannya terkepal kuat. ia memutar tubuhnya dan melangkah dengan sangat cepat.


" Atta !! Attalah !!" panggilan Tio diabaikan oleh Attalah begitu saja.


Tio bergegas menyusul Attalah yang lebih dulu keluar.


" urus dia !!" perintah Tio kepada anak buahnya sembari berlari keluar.


Tio berlari kecil Agar bisa mengejar Attalah.


" hey Atta !!! tunggu !!!" panggil Tio dengan sedikit keras.

__ADS_1


Attalah terus melangkahkan kakinya tujuannya adalah keluar. dan Tio sangat yakin jika tujuan utama Attalah adalah penjara.


braakkk !!


kembali Attalah membanting pintu mobilnya.


Tio memegangi jendela kaca Mobil Attalah yang masih terbuka.


" hey !! dengar dulu, bisa saja tikus tadi berbohong kan ??!!" ujar Tio mencoba memberi solusi.


" jika dia berbohong bagaimana bisa tikus tadi mengenal mamaku Tio !!!" balas Attalah penuh frustasi.


kekecewaan dan kemarahan bercampur aduk menjadi satu.


" mamamu orang yang terkenal Atta !! sadarlah itu !!" timal Tio dengan ikut ngotot.


" Singkirkan tanganmu !! biar aku sendiri yang meminta mamaku mengakuinya !!" Attalah menaikkan kaca jendela mobilnya.


" Atta. aku ikut ya ??" tawar Tio namun Attalah seakan sudah dikuasai emosi berlebih dan langsung melesat begitu saja meninggalkan Tio begitu saja.


Tio sedikit kawatir. ia masih tidak percaya jika mamanya Attalah pelaku peneror itu.


ia merogok ponsel dan mengirim pesan kepada anak buahnya, entah apa tidak ada yang tau. Seolah Tio hendak mencari tau lebih dalam lagi.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2