Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 52


__ADS_3

Setelah mendapat kabar Pras sudah sadar Bunda dengan cepat langsung berangkat ke rumah sakit di antar sopir pribadinya.


Sampai di ruangan Pras perlahan Bunda membuka pintu dilihatnya Keyla sedang tertidur dengan posisi duduk dan kepalanya berada di


ranjang dan Pras mengelus lembut kepala Keyla.


Bunda tersenyum saat melihat kedua insan itu, dengan langkah pelan Bunda menghampiri Pras. "Nak." Bunda langsung memeluk tubuh Pras di iringi aliran air mata kebahagiaan.


"Bunda, jangan menangis Pras tidak apa," ucapnya. Pras paling tidak tega melihat Bundanya menangis.


"Bunda bahagia sayang," ujar sang Bunda.


Keyla terbangun karena mendengar obrolan seseorang perlahan dia mendangkakkan kepalanya di lihat Bunda dan Pras yang sedang berpelukan.


"Sayang, kamu ke bangun ya gara-gara Bunda," ucap Bunda.


"Tidak Bunda Key ingin ke kamar mandi," balasnya tak mungkin dia jawab jujur kalau sebenarnya bangun karena mendengar obrolan orang. Keyla beranjak dari duduknya dan berjalan menuju toilet.


"Apa Keyla selalu disini Bun?" tanya Pras.


"Iya, setiap hari dia menunggumu," jawab Bunda Pras.


Ada perasaan bahagia dalam hati Pras mendengar ucapan sang Bunda ternyata Keyla selalu di sampingnya saat dia terbaring sakit.


"Sayang, apa kamu sudah makan?" tanya Bunda Pras pada Keyla.

__ADS_1


Keyla menggelengkan kepalanya.


"Kenapa nggak bilang kalau belum makan?" sambung Pras.


"Ayo kita makan bareng Bunda bawa bubur ayam nih!" Bunda memberikan plastik yang berisi tiga kotak box bubur ayam.


"Kamu makan saja dulu biar Bunda yang suapin Pras," ujar Bunda Pras.


"Bunda saja yang makan biar Keyla saja yang suapin Mas Pras," balas Keyla.


"Baiklah." Bunda Pras memilih untuk mengalah saja dari pada berdebat dengan Keyla. Bunda Pras mengambil satu kotak bubur.


"Mas ayo makan!" Keyla mulai menyuapi Pras.


"Kamu juga makan ya," ucap Pras. Keyla mengangguk sebagai jawaban.


Pras pun membuka mulutnya. Suapan kedua Pras mengambil sendok yang di pegang Keyla.


"Kenapa Mas?" tanya Keyla.


"Sekarang gantian kamu harus makan ayo, a ...!" Pras ganti menyuapi Keyla. "Ayo, makan kalau tidak saya juga nggak mau makan," ucap Pras.


"Mas," ujar Keyla.


"Ayo, sayang!" Pras tersenyum manis.

__ADS_1


Seketika ucapan Pras membuat pipi Keyla berubah menjadi merah dia jadi salah tingkah Keyla pun langsung membuka mulutnya.


"He'em disini masih ada orang," sindir Bunda Pras. Sontak mereka berdua langsung menengok ke arah sofa di mana Bunda Pras duduk.


Keyla mencubit lengan Pras. "Sakit sayang," keluh Pras.


"Mas," ucap Keyla. "Apa?" tanya Pras sengaja menggoda Keyla. Keyla pun pasrah sajalah dari pada berdebat dengan Pras pasti kalah.


Akhirnya dua insan manusia itu makan dengan bergantian sampai bubur habis.


Bunda Pras yang melihat interaksi mereka berdua, terus saja mengembangkan senyumnya.


Setelah menyuapi Pras Keyla merapikan sisa makannya. "Mas, minum obat ya." Keyla memberikan segelas air putih dan obat yang diberikan Dokter. Keyla dengan telaten merawat Pras tanpa merasa lelah.


"Mas mau kemana?" tanya Keyla yang melihat pergerakan Pras ingin turun dari brankar.


"Pengen ke kamar mandi," jawab Pras kemudian beranjak dari tidurnya.


"Biar Key bantu Mas." Keyla memegang selang infus sampai di depan kamar mandi.


"Nggak ikut masuk sekalian," goda Pras dengan tersenyum penuh arti. Keyla langsung mencubit lengan Pras. "Sana cepat apa aku tinggal pulang nih." Keyla pura-pura berbalik badan.


"Iya, iya saya masuk." Pras dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi.


... ************************** ...

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote ya kakak.


__ADS_2