
bab 141
.
.
.
Perkelahian tak terelakkan didepan sekolah Erlita. anak buah Tio yang menjaga Erlita harus berusaha mengambil Erlita yang hendak dibawa wanita misterius itu.
" serahkan nona kami !!"teriak anak buah Tio.
" habisi mereka !!" perintah wanita itu yang dengan segera mengangkat senjata dan melayangkan banyak sekali tembakan.
dorr..
dorr..
dorr..
dorr..
Dengan langkah cepat pula, wanita itu segera masuk kedalam mobil bersama Erlita yang berada dalam gendongannya dan pergi begitu saja.
salah satu anak buah Tio pun segera mengejar dengan mengendarai mobil juga. aksi kejar kejaraan pun terjadi dijalan raya yang masih ramai.
" kalian fikir.bisa mengejarku !!?" gumam wanita itu dengan terus menambah kecepatannya.
Dan pada saat Wanita itu memutar arah menuju jalan sepi, ia melempar benda kecil seperti bola kearah mobil anak buah Tio. dan..
Doomm...!!!
" bravo !!! anak tikus sudah mati.." wanita itu kegirangan saat melihat mobil anak buah Tio meledak, dan terus melaju dengan kecepatan tinggi.
.
.
Namira begitu kawatir saat ia terjebak macet untuk menjemput putrinya. ia dan Widia langsung memutar arah menuju sekolah Erlita saat guru sekolah Erlita mengabari jika waktu belajar dipercepat dan anak-anak sudah keluar.
" tenanglah Mira.. Er pasti dijaga gurunya.." Widia mencoba menenangkan.
__ADS_1
" iya mbak. cuma nggak tau kenapa perasaanku tidak enak."balas Namira.
" doakan yang baik-baik saja..?" hibur Widia.
Namira hanya bisa mengangguk. terjebak diantara banyaknya mobil tak bisa memutar arah dengan leluasa. Namira hanya memasrahkan semuanya kepada Allah Swt.
.
.
" apa ??!!" Tio bangkit dari duduknya daat mendapat laporan dari anak buahnya.
Mata Tio membulat saat mendengar penuturan anak buahnya.
" bodoh sekali kalian !!! lalu dimana Jeck ??!" tanya Tio dengan suara meninggi.
....
" cepat kerahkan yang lain !!! saya akan menyusul !!" perintah Tio dengan bernada kesal. sembari mematikan panggilannya.
" sial !! Attalah pasti akan marah padaku jika tau semua ini !!!"umpat Tio dengan geram.
kembali ia menggeser layar ponsel hendak menghubungi Lagi.
...
" gawat Bima.. kita kecolongan !!" ucap Tio dengan mempercepat langkahnya.
...
" aku tunggu dimarkasku !!" Tio langsung mematikan panggilan dan masuk kedalam mobil. melesat pergi dari kantornya.
.
.
.
Sementara Wanita yang membawa Erlita ternyata belum berhasil lolos. ia kembali diikuti Dua mobil jeep hitam.
" Kenapa anak buah Tio banyak sekali sih !!!" gerutu wanita itu. ia menekan hansfree ditelinganya.
__ADS_1
" aku butuh bantuan !!" ucapnya saat panggilan sudah terhubung.
brrakkk !!!
kap belakang mobil wanita itu ditabrak oleh mobil jeep yang mengikutinya.
" ahhh !! sial !!!" umpatnya.
Wanita itu melirik spionnya, " mereka bukan anak buahnya Tio. lalu siapa ??" wanita itu bertanya-tanya sendiri. ia memutar otaknya seraya menancapkan pedal gasnya. sesekali ia melirik Erlita yang ia baringkan dibangku belakang.
Dorr..
dorr..
dorr..
" ahh.. shitt !!! mereka membawa senjata juga !!!" kembali wanita itu mengumpat dengan kesal .
Buru-buru ia meraih sesuatu dari dalam lacinya.
" untung masih ada." ujar wanita itu dengan senyum liciknya.
Dengan berani wanita itu memutar arah mobilnya hingga berhadapan dengan mobil yang memgejarnya.
Dengan kecepatan tinggi wanita itu segera mengarahkan mobil nya tanpa takut.
hingga saat sudah dekat, Dengan lihainya wanita itu memutar kembali mobilnya seraya melempar bahan peledak miliknya, dari kaca jendelanya yang terbuka.
dan..
dommm !!
doommm!!
api berkobaran dengan dahsyatnya. para pengguna jalan yang lain ikut terdampak bahkan yang berada dekat mobil yang mengikuti Wanita itu ikut meledak.
kehebohan terjadi dijalan raya siang itu. hingga menyebabkan kemacetan yang begitu panjang.
.
.
__ADS_1
.