Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Masih penuh misteri


__ADS_3

bab 138


..


Widia memejamkan matanya saat sesuatu yang kenyal nan hangat menempel dibibirnya. seolah menikmati ciuman dari Bima, Widia terus memejamkan matanya meresapi setiap sentuhan yang diberikan oleh Bima.


Dalam dan semakin dalam, Bima memberikan Ciuman yang berlanjut dengan penuh tuntutan. tak ada kata Cinta antara mereka berdua, namun dari sikap dan sifat keduanya sudah melambangkan telah tumbuh Cinta dihati keduanya.


Bima menggigit bibir bawah Widia hingga Widia membuka mulutnya, Secepat itu juga Bima memasuki mulut Widia dan meneliti setiap inci rongga mulut Widia.


widia sudah terbuai dengan dalamnya Ciuman Bima hingga secara tak sadar ia sudah menjatuhkan tas ditangannya dan mengalungkan kedua tangannya keleher Bima dengan pangutan yang tidak terlepas dan malah semakin dalam.


Suara decapan memenuhi kamar temaram yang berhiaskan lampu kerlap kerlip dari lampu hias yang sengaja disiapkan Bima malam itu.


Keduanya mengatur nafas terengah-engah saat Ciuman mereka terlepas guna menghirup asupan oksigen karna terlalu lama berciuman.


Bima mengembangkan senyumnya, sedangkan Widia menunduk malu saat sadar posisi ia yang bergelayut manja dileher Bima. bima yang tau Widia sedang merasa malu semakin mengeratkan tangannya yang melingkar dipInggang ramping Widia.


dan tanpa aba-aba lagi, Bima menyambar bibir ranum yang menjadi candu baginya.


kembali kedua anak manusia itu saling beradu ciuman. hingga tanpa sadar mereka sudah disisi ranjang, dan dengan sendirinya pula Keduanya terbaring diranjang tanpa melepas Ciuman hangat penuh tuntutan itu, Dengan Bima diatas widia.


Widia memejamkan matanya, saat Bima mulai meneliti setiap inci tubuhnya, bahkan Widia mendesah tertahan saat Bima mengecup leher jenjangnya, dan entah sejak kapan kedua anak manusia itu sudah tidak memakai kain sehelaipun untuk menutupi tubuh mereka.


Hingga malam penyatuan kedua mereka lalui bersama dan kini dalam keadaan sama-sama sadar dan sama-sama menginginkan.


suara- suara kenikmatan saat berusaha menggali lembah surga dunialah yang mereka rasakan memenuhi kamar itu. hingga beberapa kali pelepasan telah mereka capai. Lenguhan terus terdengar dan akan membuat siapa saja iri saat mendengarnya.


Widia terkulai lemas bersama ddengan Bima disisinya saat keduanya sudah sampai dalam puncak Nirwana kenikmatan, Bima mencium pucuk kepala Widia dengan penuh kelembutan


" terima kasih sayang.." ucap Bima dengan suara lirih.


mereka kemudian saling berpelukan dan akhirnya tertidur dengan tubuh masih sama-sama polos.


.

__ADS_1


.


" apa ?? tidak dijaga ?? apa mereka yakin jika pelakunya nenek tua itu ??" tanya Seorang wnaita kepada bawahannya yang baru saja memberi laporan.


" saya mengikuti tuan Attalah yang marah didalam penjara bos. saya Rasa Tuan Attalah mempercayai tipuan kita."terang anak buah itu.


Senyum penuh kelicikan nampak diwajah Wanita yang duduk menatap keluar dimana jalanan yang ramai nampak.


" bagus. lakukan sesuai rencana kita."


" kami permisi bos."pamit bawahan itu.


Wanita itu hanya menjentikkan jarinya pertanda ia mengijinkan.


" aku akan memulai menghabisi kalian satu persatu.." ujar Wanita itu dengan tatapan penuh kebencian yang mendalam.


.


.


.


atas permintaan Mama tyas para polisi menjaga mereka,


adam duduk dihadapan Mama tyas dengan wajah datar dan santai tanpa merasa kana apapun.


" ada apa kau kemari ?? bosan disel jelekmu itu ??" tanya Adam dengan membenahi duduknya bersandar.


" adam. ada yang mau aku bicarakan." mama tyas mencondongkan wajahnya agar mendekat pada Adam yang berhadapan dengannya.


Adam menyunggingkan senyum tipisnya "tentang putramu lagi ?? kau masih mau mengganggu mereka ??"


" bukan itu, apa anak buahmu ada yang masih bebas diluar ??" Mama tyas nampak begitu serius.


adam memicingkan matanya, lalu ikut mendekat dengan menautkan jemarinya dan meletaklkannya diatas meja. dengan wajah condong dan menatap serius mama tyas.

__ADS_1


" kenapa kau tanyakan itu ??" tanya Adam dengan serius.


" ada yang memakai namaku dan meneror anak kita."jawab mama tyas.


" memakai namamu ?? apa jangan- jangan kau berulah lagi ??" tuduh Adam.


pukk !!!


mama tyas memukul lengan Adam dengan keras.


" sejak dulu mana pernah aku berulah jika tidak denganmu !! dasar mafia !! anakku dalam bahaya !! dia diteror orang lain !!!" sanggah mama tyas.


" apa??" adam yang mulai ikut serius. bagaimanapun juga Attalah adalah putranya. mendengar sang putra dalam bahaya berhasil membuat Adam mendengarkan penjelasan Mama tyas yang menceritakan semua tuduhan Attalah terhadapnya.


Braakk !!!


Adam menggebrak meja dengan tangan terkepal.


" kurang ajar !! beraninya mereka mengganggu anak dan menantuku !!!"


" apa kau bilang ??!! menantu !!!" protes Mama tyas.


" tentu saja dia menantuku !! dia istri Attalah tyas !!!" balas Adam


" tapi aku tidak menyukainya Adam.. dia tidak selevel dengan kita !!" timpal mama tyas.


" terserah kau saja. aku tetap menganggap mereka anak, menantu dan cucuku !!!" Adam.memilih berdiri dan meninggalkan Mama tyas yang geram.


" Adam !! hey !! lalu bagaimana ??" teriak mama tyas.


" waktu sudah habis nyonya ." polisi langsung memegang kedua tangan Mama tyas dan membawa mama tyas pergi dari sel isolasi itu.


" sial.. kenapa dia jadi mendukung Attalah dan ****** itu !!!" umpat mama tyas dalam hati dengan kesal.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2