Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 61


__ADS_3

Setiap orang berhak memilih untuk masa depannya, karna dia yang akan menjalani. jangan pernah salahkan dia saat di tidak memilihmu, pasti semua ada alasan yang kuat kenapa dia menolakmu. Bukankah kita memang disuruh untuk memilih yang terbaik dari yang terbaik.


Seperti halnya Keyla, dia juga ingin mempunyai masa depan yang baik seperti impian dan harapannya.


*Hari kedua liburan.


Setelah membersihkan diri Keyla bersiap untuk berkeliling lagi kali ini dia ingin mengunjungi toko oleh-oleh.


"Ayolah! kita keluar kamar gue sudah lapar nih," ajak Airin.


"Vita, lu dandan lama banget sih," imbuh Airin.


Keyla, AIrin, dan Anita hanya memandangi Vita yang sibuk berdandan. Lima belas menit Vita selesai dengan make up ala-ala mua Vita.


"Ayo!" Vita berdiri dari duduknya merapikan pakaiannya kemudian mengambil tas kecil disampingnya dan menyelempangkan tas tersebut di sebelah bahunya. Dirasa sudah rapi Vita berjalan kearah pintu untuk keluar dari kamarnya. Keyla, Airin, dan Anita mengikuti dari belakang. "Kita dari tadi nungguin dia, kenapa jadi kita yang ditinggalin dia," gerutu Anita di sepanjang jalan menuju restoran hotel.


Setelah sampai restoran hotel, mereka berempat masuk kedalam, ternyata semua sudah berkumpul. Pak bos dan asistennya, serta karyawan cabang.


"Hai." Heru melambaikan tangannya kearah Keyla, dia pun tersenyum. Kemudian Keyla dan temannya berjalan menghampiri Heru.


"Sini duduk!" Heru mempersilakan Keyla duduk disampingnya.


Sebelum dia duduk Keyla menatap kearah teman-temannya seolah dia meminta persetujuan. Vita, Airin, dan Anita mengangguk sebagai jawaban. Setelah mendapat persetujuan temanya Keyla duduk di samping Heru di ikuti yang lain.


"Kalian kenapa lama sekali?" tanya Heru.


Semua langsung menatap kearah Vita. Vita yang melihat temannya menatap kearahnya dia langsung tersenyum manis. "Maaf," lirihnya.


"Saya sudah pesan makanan buat kalian," ucap Heru.


"Wah, Mas Heru memang yang terbaik." Anita mengacungkan kedua jempolnya kearah Heru.


"Biasa aja akali," celetuk Vita.


"Iya, nanti Mas Heru melayang," imbuh Airin.


"klian kenapa berdua sih sensi banget sama gue." Heru pura-pura marah.


"Sudahlah, ayo, makan!" ucap Dewa.


Karena pesanan mereka sudah datang.


Vita menyenggol bahu Keyla. Keyla pun menoleh. "Ada apa?" tanya Keyla.


"Pak Dewa kenapa jutek banget nggak seperti biasanya?" bukannya menjawab pertanyaan Keyla, Vita malah balik bertanya.

__ADS_1


Keyla menaikkan bahunya sebagai tanda jika ia tidak tahu. Sebenarnya dari tadi sudah sadar kalau ada yang berbeda dari Dewa tapi dia diam saja. Karena aneh saja saat Keyla duduk di samping Heru, Dewa hanya diam biasanya Dewa selalu protes ini itu, tapi kali ini dia diam saja. 'Pasti ada sesuatu, batin Keyla.


Keyla terus saja menatap kearah Dewa memperhatikan gerak gerik Dewa yang hanya mengaduk-aduk makanannya tanpa ada niat untuk memakannya.


Setelah selesai sarapan semua keluar dari restoran. Keyla dan yang lain langsung berjalan menuju lokasi saat ini. Karena tempatnya tidak terlalu jauh dari hotel jadi mereka memilih untuk berjalan kaki sekalian olahraga pagi.


Tanpa sengaja saat di perjalanan Keyla terjatuh karena tertabrak dengan anak kecil yang sedang lari. Keyla yanng tidak siap pun terjatuh.


"Au ...." Keyla meringis kesakitan sambil memegangi pergelangan kakinya yanng terluka karena terbentur batu.


Vita yang melihat Keyla terjatuh ia pun langsung menghentikan langkahnya. "Astagfirullah, Key." Vita yang melihat darah keluar dari kaki Keyla dengan lantang dia pun berteriak. "Pak Dewa, Keyla terjatuh," ucap Vita.


Karena rombongan Keyla berada dibelakang jadi Dewa maupun yang lain tidak ada yang melihat Keyla jatuh.


Mendengar teriakan Vita. Dewa, Heru, dan karyawan lainnya menghentikan langkahnya semua langsung menoleh kearah belakang. Keyla sudah tertunduk lemah dengan kepala bersandar di bahu Airin dan kaki di luruskan kedepan.


Dewa langsung lari menghampiri Keyla dan langsung mengangkat tubuh Keyla karena takut jatuh Keyla pun mengalungkan tangannya dileher Dewa dan menenggelamkan wajahnya di dada Dewa.


"kalian lanjut saja biar saya yang bawa keyla kehotel," ucap Dewa.


"Kita ikut," sahut Vita dan yang lain.


"Tidak, perlu," balas Dewa.


Dewa membawa Keyla ke dalam kamarnya. Setelah sampai Heru langsung membuka pintu kamar. Dewa masuk dan membaringkan tubuh Keyla diatas kasur.


Dewa membuka sepatu Keyla, dan mulai memegang kaki Keyla yang terluka.


"Biar saya obati dulu," ucap Dewa.


Heru memberikan kotak P3k yang selalu dia bawa kemana pun ia pergi.


Dewa mengambil kain kasa dan meneteskan alkohol untuk membersikan luka supaya tidak infeksi.


"Au ...," keluh Keyla.


"Tahan sebentar." Dewa dengan telaten membersikan luka Keyla dan mengobatinya.


Setelah selesai mengobati luka Keyla, Dewa duduk di samping Keyla.


"Terima kasih, Mas," ucap Keyla.


"Iya. Apa masih sakit?" tanya Dewa.


"Saya sudah mendingan," balas Keyla. Keyla semakin dilanda rasa bersalah, padahal dia selalu saja menolak Dewa, tapi Dewa tetap saja menyayanginya. "Maafkan aku Mas," batin Keyla.

__ADS_1


"Semalam, kamu pergi sama siapa?" tanya Dewa. Semalam Dewa tak sengaja lihat Keyla bersama Pras di tepi pantai, niat hati dia ingin ngajak Keyla pergi tapi ternyata Keyla sedang berduaan sama Firdaus. Tanpa ia sadari hatinya terasa sakit saat melihat Keyla bersama pria lain.


Memang sih dia tidak berhak mencampuri urusan pribadi Keyla. Tapi hatinya terus saja mendorong agar dia bertanya siapa lelaki yang semalam. Akhirnya Dewa pun memberikan diri untuk bertanya.


Keyla langsung mengerti arah pembicaraan Dewa. "Kak Firdaus," balas Keyla.


"Apa, dia pacar kamu?" tanyanya lagi.


"Bukan, kita hanya teman," jawab Keyla.


"Oh." Dalam hati Dewa mengucap syukur alhamdulilah kalau bukan pacar Keyla.


"Mas, Key mau nyusul yang lain," ujar Keyla.


"Nanti saja sore," balas Dewa.


"Kenapa harus nanti sore?" tanya Keyla.


"Nunggu panasnya ilang," jawab Dewa. Tiba-tiba muncul ide gila to benaknya.


"Key, kamu tahu nggak, kamu sekarang lagi dimana?" Dewa mulai melakukan aksinya.


"Tahu, kita lagi di hotel," jawab Keyla.


"Terus kamu lagi kamar siapa sekarang?" pertanyaan kedua.


"Dikamar Mas Dewa." Keyla terdiam memikirkan pertanyaan Dewa.


Dewa tersenyum licik, dia memegang tangan Keyla. "Mas mau ngapain?" tanya Keyla yang melihat pergerakan Dewa.


"Kira-kira ngapain ya, kalau cewek dan cowok berada dikamar hotel berduaan," ucap Dewa dengan tersenyum licik.


Mendengar ucapan Dewa Keyla pun tersadar kalau dia hanya berdua, karena tadi Heru pamit pergi keluar. Keyla hendak bangun dari tidurnya.


"Mau kemana sayang?" tanya Dewa sambil memegangi lengan Keyla.


"Key, ingin keluar Mas," jawab Keyla.


"Kenapa, apa kamu takut?" bisik Dewa di telinga Keyla. Keyla semakin takut dia benar-benar merasa takut Dewa khilaf.


**********


Hayo apa yang akan terjadi selanjutnya.


Jangan lupa dan vote ya kakak biar aku lanjutkan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2