
Seminggu berlalu setiap hari Keyla datang ke rumah sakit menemui Pras malam dia selalu berjaga bersama Bunda Pras pagi dia bekerja. Wajah Keyla pun mulai ada perubahan biasanya ceria sekarang terlihat sayu lingkar mata seperti panda badan sedikit kurusan tapi Keyla tak pernah mengeluh lelah Ibunya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk putrinya.
Hari ini Keyla sengaja mengambil cuti untuk menemani Pras di rumah sakit karena Bunda lagi kurang sehat.
"Sayang apa kamu tak apa Bunda tinggal?" tanya Bunda pada Keyla.
"Tidak apa Bunda istirahat saja nanti kalau Bunda sakit Mas Pras pasti sedih," ucap Keyla.
"Baiklah kalau begitu Bunda pulang dulu," pamit Bunda Pras kemudian keluar dari ruangan Pras di rawat.
"Iya, Bun hati-hati," balas Keyla. Setelah Bunda pergi Keyla duduk di kursi sebelah ranjang pasien.
"Sudah hampir tiga bulan kamu tertidur apa kamu tidak lelah Mas, apa kamu tidak ingin melihat indahnya dunia bersamaku kamu." Keyla terus saja mengajak Pras untuk berbicara tapi yang di ajak ngomong masih betah tertidur.
"Selamat sore Kak Dokter ingin cek pasien dulu," ucap perawat.
"Silahkan Sus!" Keyla beranjak dari duduknya.
Suster memberikan obat melalui selang infus, kemudian dokter memeriksa kondisi Pras saat ini.
"Gimana keadaannya, Dok?" tanya Keyla.
"Seperti yang kamu lihat belum ada perubahan kita sama-sama berdo'a mudah-mudahan ada mu'jizat dari Allah," ucap dokter itu kemudian keluar ruangan.
Keyla kembali duduk di samping Pras ia teringat ucapan dokter air matanya menetes begitu saja hingga jatuh membasahi tangan Pras.
Merasakan ada tetesan air yang terus menerus membasahi tangannya Pras mulai menggerakkan jari-jarinya Keyla yang melihat pergerakan itu dia langsung memencet tombol memanggil dokter. "Mas kamu sudah sadar?" tanya Keyla.
Tak lama dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Pras sungguh di luar dugaan rencana Allah memang indah.
"Gimana, Dok?" tanya Keyla.
__ADS_1
"Alhamdulillah sungguh mu'jizat dari Allah sebentar lagi dia akan sadar," jawab Dokter.
Mata Keyla berbinar mendengar ucapan Dokter. "Terima kasih Dok," ucap Keyla.
"Sama-sama nanti kalau terjadi sesuatu cepat panggil saya!" setelah itu dokter keluar ruangan.
Keyla kembali duduk menatap kearah depan menunggu semoga Pras membuka matanya dan benar saja beberapa menit kemudian perlahan Pras mulai membuka mata tapi panglihatanya belum jelas masih terlihat samar-samar.
"Mas kamu sudar?" Keyla kembali menangis saat melihat Keyla membuka matanya.
"Keyla," lirih Pras.
"Iya Mas ini aku," balas Keyla.
Pras menatap kearah Keyla. "Jangan menangis Key, aku tidak apa," ucap Pras menghapus air mata di pipi Keyla.
Keyla tetap saja menangis terisak dia begitu bahagia melihat Pras tersadar. "Aku panggilkan dokter dulu," ujar Keyla.
"Baiklah." Keyla menurunkan tangannya kembali tidak jadi memencet tombol darurat.
Pras terus saja menatap ke wajah Keyla tangannya menggenggam tangan Keyla.
"Mas, jangan terus menatapku seperti itu," protes Keyla karena membuat dirinya salah tingkah.
Pras tersenyum melihat Keyla seperti itu pipi mulai memerah. "Aku telfon Bunda dulu ya Mas," ucap Keyla.
"Nanti saja," sambung Pras.
"Apa kamu butuh sesuatu Mas?" tanya Keyla.
"Aku hanya butuh kamu di sini," jawab Pras.
__ADS_1
"Kamu ini Mas di rumah sakit masih saja ngegombal." Keyla mencubit kecil lengan Pras.
"Sakit Key," keluh Pras. Pandangannya tak beralih sedetik pun dari Keyla, dia begitu bahagia saat membuka mata orang yang dia lihat pertama kali adalah seseorang yang selalu berkelana dalam pikirannya.
"Bunda kemana?" tanya Pras.
"Tadi pagi Bunda pulang karena lagi kurang sehat," jawab Keyla.
"Aku mau minum Key," ucap Pras.
Keyla pun mengambilkan segelas air putih dan memberikannya pada Pras kemudian Keyla membantu Pras untuk bangun.
"Terima kasih," ucap Pras.
Keyla mengangguk dan tersenyum.
"Sekarang istirahatlah dulu," ujar Keyla.
"Kamu tetap disini ya jangan pergi," pesan Pras.
"Iya Mas." Keyla tersenyum melihat tingkah Pras yang ternyata manja.
Setelah Pras tertidur Keyla perlahan melepaskan genggaman tangannya saat sudah terlepas tiba-tiba si pasien bangun. "Mau kemana?" tanya Pras.
"Astaghfirullah, Mas aku cuma mau ngambil handphone ingin memberi kabar Bunda," ucap Keyla.
"Oh, ya sudah." Pras melepaskan tangan Keyla dan mengangguk. Kemudian Keyla meraih tasnya mengambil ponsel mencari kontak Bunda.
... *************************** ...
Jangan lupa like dan vote ya kakak 😊
__ADS_1