Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Dirumah sakit


__ADS_3

bab 151


.


.


Derasnya air hujan malam itu Tak membuat Tio mengurangi kecepatannya. Sembari menoleh kebelakang sesekali, Tio terus melajukan mobilnya menuju Rumah sakit. nampak sekali Mika yang mengalami kejang dan sudah tak sadarkan diri.


" bertahanlah.. kumohon.." gumam Tio yang terus memacu pedal gasnya.


hingga Rumah sakit yang dituju sudah terlihat. buru-buru Tio membelokkan mobilnya dan masuk kedalam rumah sakit itu.


dengan gerak cepat pula Tio membawa Tubuh Mika yang sudah bersimbah darah akibat rembesan dari pelipis Mika,


" dokter !!! suster !!! pasien darurat !!!" teriak Tio dengan Mika dalam gendongannya.


suster yang melihat langsung menyiapkan brankar dan secepat nya pula Tio meletakkan Mika diatas brankar itu.


" maaf tuan, silahkan lakukan pendaftaran dulu." ucap Sang suster saat akan membawa Mika.


" bisa tidak nanti saja !!!! temanku sedang sekarat !!!" bentak Tio.


" biarkan dia, apa kalian lupa dia asisten saya." suara Attalah dari belakang membuat sang suster menunduk seketika.


" maaf tuan." ucap sang suster.


dengan segera Suster itu membawa Mika yang terbaring diatas brankar menuju ruang operasi dengan Tio yang terus mengikuti.


Diluar Namira merasa keheranan, " kenapa suster tadi mengenalmu ??"


Attalah menggenggam jemari Namira dengan erat. "Rumah sakit ini termasuk properti milik Alm. papa."

__ADS_1


Namira menggangguk pertanda mengerti.


" kau yakin tidak mau pulang ??" tanya Attalah memastikan.


Namira mengangguk dengan pasti. " aku mau memastikan kondisi wanita itu."


" kau sudah memaafkan dia ?? dia menculik putri kita sayang ??!" balas Attalah.


" tapi dia punya alasan mas.. aku mau mendengar semuanya..bahkan dari orangtua yang mengaku ayahmu tadi." ujar Namira seraya melangkah masuk kedalam menuju ruang operasi.


Attalah hanya bisa pasrah. Namira tidak akan bisa dicegah dalam hal apapun.


.


.


Sementara Erlita yang dibawa Widia dan Bima keapartemen Bima masih begitu ketakutan. bahkan tubuhnya tak berhenti bergetar. sesekali Bima melayangkan ciuman kasih sayang pada anak itu. bahkan sepanjang jalan Bima mencoba menghibur Erlita dengan candaan dan cerita-cerita menarik.


" semoga ketika kita punya anak kau juga bisa semanis itu Bima.." batin Widia sembari mengekor dibelakang Bima yang menggendong Erlita.


" kita sudah sampai..Er nggak mau lihat rumah paman ??" tanya Bima dengan suara begitu lembut.


Erlita memberanikan diri membuka mata dan melihat Bima membuka pintu apartemennya.


Widia membuka lampu agar pencahayaan didalam ruangan bisa terlihat.


" Er mau mandi ??" tanya widia semanis mungkin.


Erlita segera menggeleng, dengan terus mengeratkan tangannya yang mengalung dileher Bima.


Bima yang sangat mengerti kembali mengusap punggung Erlita dengan lembut.

__ADS_1


" Er sayang.. bibi widia kan baik, apa Er tidak mau dengan bibi Widia ??" tanya Bima.


" Er, masih takut paman.." ujar Er masih dengan suara gemetar.


" Er sudah aman. Er tau kan paman ini polisi ??" terang Bima. Erlita segera mengangguk dengan pelan.


Widia mengulurkan tangannya. " ayok, mandi sama Bibi ya ??" ajak Widia.


Erlita menurut dan segera turun dari gendongan Bima. lalu memegang jari Widia mengikuti widia menuju kamarnya.


" anak pintar.. nanti bibi belikan baju baru mau ??" tawar Widia mencoba menghibur.


" mau bibi.." balas Erlita.


Widia segera mengangguk dengan senyum lebar dibibirnya.


Widia menggiring Erlita menuju kamar mandi.


" Bibi, kakak jahat tadi dimana ?? sama bunda ??" tanya Erlita.


" bunda dirumah sakit bersama ayah. bibi juga tidak tau keadaan kakak jahat itu. apa Er marah dengan kakak jahat tadi ??" tanya Widia balik.


erlita hanya menggeleng pelan.


" hmm..baiklah ayo mandi, terus nanti kita shoping bersama setelah makan. mau ??" tawar Widia kembali.


" mau bibi.." balas Erlita penuh semangat.


Widia segera menyiram tubuh mungil Erlita, dan menyabuni dengan penuh kelembutan. hanya sebentar saja Erlita sudah nampak terlihat biasa dan mulai bisa tertawa kecil saat candaan Widia layangkan.


.

__ADS_1


.


__ADS_2