
bab 140
.
.
.
Namira memejamkan mata seraya mengusap dada dan mengatur nafasnya agar sedikit lega. sesak rasanya mendengar betapa mama tyas amat tidak menyukainya. usapan lembut Namira berikan pada perutnya dimana janinnya berada. supaya memberi ketenangan.
sang sopir hanya bisa melirik sesekali dari kaca spion depannya.
Dari jarak cukup jauh, seorang wanita tersenyum puas melihat Namira yang begitu syok saat keluar dari penjara.
Seraya mendengarkan lagu dalam mobil, wanita itu bersiul ria dengan mengunyah permet karet dan memainkannya dimulut.
"Namira..Namira..kau merasakan hidup tak tenang sekarang.. hah..nikmatnya..." wanita itu menasang hasfree ditelinganya.
" siapkan semuanya.. aku mau mulai nanti malam." ujar Wanita itu dengan penuh bahagia.
.
.
.
Mobil Namira berhenti didepan kantor widia. Nampak widia berdiri didepan kantor dengan melambaikan tangan menyambut Namira.
" apa kau tidak bekerja Mbak ??" tanya Namira yang baru turun.
" tidak. papaku sudah sehat dan aku disuruh istirahat." jawab Widia menyambut Namira dengan memeluk tubuhnya.
" Apa Bima bekerja juga ??" tanya Namira.
" iya.." Widia membuka pintu mobil dan memintanNamira masuk dulu.
" terima kasih.."balas Namira dengan segera masuk.
" kau kenapa tidak honeymoon ??" tanya Namira.
Widia menutup pintu mobil dan membalas dengan senyuman. "aku dan bima sepakat tidak honeymoon, mau dirumah saja."
" kalian itu pasangan pengantin baru yang aneh.." balas Namira
" kau kan juga tidak honeymoon Mira.." goda Widia.
__ADS_1
" yang penting aku sudah hamil" balas Namira dengan candaannya.
" Ha..ha..ha.." tawa mereka pecah didalam mobil.
meski kegundahan hati melanda Namira, namun berusaha tetap terlihat biasa.
.
.
Attalah dan Tio sudah selesai mengadakan rapat mereka.
" apa kau sudah bicara dengan Namira ??" tanya Tio.
" sudah."balas Attalah wajahnya terlihat amat gelisah.
" bagus." timpal Tio yang bergegas bangun
"Tio, apa ini akan aman ?? aku takut Mira kenapa-kenapa ??" tanya Attalah yang tidak bisa menyembunyikan rasa kawatir dihatinya.
Tio menghentikan langkahnya dan kemudian menerbitkan senyum " tenanglah, anak buahku tetap mengawasi Namira. kau tau, saat ini Namira sedang bersama widia."
" benarkah ?? mereka dimana ?? aman kan lokasinya ??" tanya Attalah dengan penuh semangat.
"tenanglah Atta, rencana kita akan gagal kalau kau tidak bisa bersandiwara ?!" protes Tio.
" aku hanya menduga dia kembali Attalah !! belum pasti. sekarang tenang dan usahakan biasa saja," terang Tio.
Attalah hanya bisa mendegus saja, Tio mendekat dan menepuk pundak temannya itu.
" tenanglah, anak buahku stay menjaga istri dan anakmu. mereka pasti akan aman." Tio mencoba menenangkan.
Attalah hanya membalas dengan anggukan saja.
.
.
.
Sementara disekolah Erlita, waktu belajar dikurangi sebab guru disekolahnya akan menghadiri Rapat.
Erlita berdiri diambang pintu kelasnya. namun tak nampak sang bunda. beberapa teman sudah keluar dari sekolah, hanya tinggal Erlita sendiri.
" Er nunggu bunda ya ??" suara guru Sekolah Erlita menghampiri.
__ADS_1
" Iya miss, bundanya belum jemput." balas Erlita sambil menoleh kearah guruNya.
" baiklah. miss temani ya.. tadi miss sudah hubungi bundanya Er, katanya masih dijalan."terang sang guru.
Erlita patuh dan segera ikut sang guru. baru beberapa langkah Panggilan untuk Erlita terdengar, hingga sang pemilik Nama dan Sang guru menoleh.
" Erlita !!" panggilnya.
Erlita menatap gurunya dan dijawab gelengan kepala oleh guru itu.
wanita seksi dan nampak begitu cantik berjalan mendekati mereka berdua.
" Saya saudara Tuan Attalah. saya disuruh menjemput Erlita." Wanita itu memperkenalkan diri.
guru itu meneliti penampilan dan wajah wanita itu.
" er. Er kenal tidak dengan tante ini ??" tanya sang guru.
Erlita segera menggeleng.
" dia memang belum mengenal saya. karna saya baru datang dari luar negeri."terang wanita itu.
" maaf sebelumnya nona, setau saya tuan Attalah tidak memiliki saudara." balas guru itu.
buukk !!!
" aakkhh !!"
Guru Erlita tersungkur akibat pukulan kuat ditengkuk lehernya. Erlita membulatkan mata dengan syok yang berlebihan. apa lagi saat melihat dibelakang gurunya ada pria bertopeng dengan kayu ditangannya.
"dasar guru menyebalkan !!!"
wanita cantik itu menyunggingkan senyum dengan penuh kelicikan.
Erlita menatap wanita cantik dan seksi itu.
" tante siapa ??" tanya Erlita dengan mimik mulai panik.
" ikut tante ya sayang " ujar wanita itu.
Erlita baru saja menggeleng, namun secepat itu juga Pria itu membungkam mulut Erlita, hingga anak kecil itu tak sadarkan diri.
" permainan dimulai.." ucap wanita itu yang segera memutar tubuhnya dan berjalan diikuti pria anak buahnya yang memakai topeng, yang menggendong Erlita.
.
__ADS_1
.
.