
Karena waktu semakin larut, udara juga semakin dingin. Firdaus dan Keyla beranjak dari duduknya, Keyla kembali ke hotel sedangkan Firdaus bergabung bersama teman-temannya yang masih menikmati indahnya malam dengan alunan musik petikan gitar yang mereka mainkan.
"Dari mana, Lu?" tanya Fakhri pada Firdaus.
"Tadi tidak sengaja gue lihat Keyla, jadi gue samperin saja dan gue sempatkan buat ngobrol sama dia," jawab Firdaus.
"Kalau sudah sama cewek lupa teman. Eh, tapi Keyla kesini sama siapa?" Fakhri bertanya lagi.
"Dia bilang sama bosnya dan semua karyawan toko DA Collaction," balas Firdaus.
"Oh ...," sambung Fakhri.
****
Disebelah jendela kamar, seorang perempuan cantik sedang duduk termenung menatap kearah luar yang semakin gelap karena waktu semakin larut malam.
Vita, yang menyadari tidak ada seseorang di sampingnya, ia pun membuka matanya dan mengarahkan pandangannya mencari keberadaan orang tersebut.
Saat matanya mengarah ke jendela kamar yang terbuka dan melihat sosok yang dia cari sedang duduk dilantai dan menyandarkan kepalanya di kusen jendela.
__ADS_1
Vita, bangun dari tidurnya menghampiri sahabat itu, kemudian dia duduk di depan sahabatnya tersebut.
"Key," panggil Vita, ya perempuan cantik itu adalah Keyla. Setelah bertemu kembali dengan Firdaus membuat dirinya semakin dilanda kegelisahan.
Keyla yang fokus dengan lamuannya, dia tak menyadari kehadiran Vita. Karena merasa ada yang memanggil dirinya Keyla pun menoleh kearah sumber suara. "Kamu, bikin kaget saja Vit." Keyla kembali menatap kearah luar.
"Apa, kamu ada masalah Key?" tanya Vita.
Keyla hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Kalau tidak ada masalah, kenapa kamu belum tidur ini sudah larut malam?" Vita sangat mengenal Keyla, jadi dia tahu bagaimana Keyla kalau seperti ini pasti dia sedang menghadapi masalah.
"Key, kita itu sahabatan sudah lama, bukan satu atau dua tahun, jadi aku sangat paham tentang dirimu," imbuh Vita.
"Ceritalah! aku akan selalu menjadi pendengar terbaik untukmu, jika kamu sedih bahuku siap menjadi sandarannya," ujar Vita.
"Terima kasih, Vit." Keyla masih saja menatap kearah luar.
"Dulu, aku iri dengan mereka yang memiliki kekasih, saat melihat mereka dalam hati aku juga ingin seperti mereka, diperhatikan seorang lelaki yang sangat mencintai dan menyayangi kita. Kini Allah memberikan apa yang aku inginkan saat itu. Tapi ternyata semua itu membuatku pusing tujuh keliling," jelas Keyla.
__ADS_1
"Aku, takut menyakiti mereka Vit, jika aku bilang aku tidak menyukai itu munafik, jujur aku bahagia saat aku tahu mereka menaruh hati padaku, tapi sekarang aku bingung harus memilih yang mana," imbuh Keyla.
"Memilih antar Pak Dewa, Pras, dan Firdaus?" tanya Vita.
"Iya, aku kira dia sudah melupakanku karena sudah hampir 6 bulan aku dan dia tak pernah komunikasi." Keyla menghembuskan nafasnya.
Keyla tak pernah menyangka jika Firdaus masih menyimpan perasaan yang sama seperti dulu.
"Apa, Kak Firdaus mengungkapkan perasaannya lagi?" tanya Vita.
"Iya, jika aku tahu akan seperti ini, mungkin dulu aku tak akan pernah meminta dan menginginkan sesuatu yang akhirnya membuat ku semakin pusing," jelas Keyla. Lebih baik hidupnya yang dulu jomblo nggak harus pusing mikirin ini mikir itu.
"Key, Allah itu menyayangimu, memperlihatkan semuanya karena Allah ingin kamu memilih yang terbaik untukmu dimasa depan. Bukankah kamu pernah bilang hidup itu pilihan, jadi kita harus teliti dalam mencari pendamping hidup," ujar Vita.
Keyla mengangguk sebagai jawaban.
"Sekarang kamu bisa tanya pada dirimu sendiri, siapa diantara mereka yang mampu membuatmu merasa nyaman, sabar, dan berani berjuang untuk mu," imbuh Vita.
Keyla hanya diam dia mencerna ucapan Vita.
__ADS_1
*******************
Jangan lupa like dan vote ya kakak.