Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 80 Patah ke 2.


__ADS_3

Semua memang tak semudah itu, melupakan seseorang yang kita cintai dan sayangi. Tapi, kita juga tak bisa memaksa cinta karena cinta yang tulus bukanlah cinta terpaksa tapi cinta hadir dengan sendirinya.


***


flashback


Saat Dewa masuk ke toko ia tak melihat para karyawannya yang dia dengar adalah suara-suara akhirnya Dewa memilih masuk diam-diam melangkahkan kakinya dengan perlahan di dekat meja kasir dengan posisi menunduk supaya tidak ketahuan. (Udah kayak maling ya, hehehe).


Dewa mendengarkan semua percakapan karyawannya dia begitu terpuruk saat mendengar Keyla sudah tunangan. Seketika ucapan Keyla membuat nyeri di hatinya. Sakit itu yang ia rasakan. Dewa mengira nggak secepat ini belum lama jadian masa langsung tunangan.


Dewa perlahan pergi meninggalkan cewek-cewek yang asyik ngobrol. Dewa keluar toko memilih untuk pergi ke parkiran karena saat ini sendiri itu lebih baik baginya.


Flashback off.


Beberapa hari ini Dewa memilih kerja di rumah dia menyuruh Heru yang mondar mandir nganter dan ngecek barang.


Entah kenapa sulit baginya untuk move on dari sosok Keyla, cewek sederhana, apa adanya tapi, mampu membuat dia klepek-klepek.


Dewa menatap langit-langit kamarnya meratapi nasibnya yang begitu malang.


'Andai, kamu tahu aku berharap hanya kamulah perempuan yang akan mendampingi ku sampai akhir hayat ku, tapi ternyata semua itu hanyalah mimpi. Aku tetap berterima kasih karena kamu pernah bersinggah di hati ku meskipun saat ini tinggal luka. Aku tak menyesal pernah mencintaimu, karena hadirmu mampu membuat dunia ku berwarna.


Jika waktu di putar kembali aku akan memohon kepada Allah agar mempersatukan kita berdua lebih dulu supaya aku tak merasakan sakitnya penolakan.

__ADS_1


Awal kamu bilang sudah memiliki pacar kamu tau hatiku seakan hancur dan itu terulang kembali saat kamu bercerita bahwa kamu sudah tunangan rasanya dunia ku begitu gelap, luka pertama belum mampu aku sembuhkan kini luka kedua membawa aku semakin terpuruk dalam penyesalan karena tak bisa memiliki mu lebih awal.' batin Dewa.


Dewa perlahan menutup matanya mengistirahatkan otak nya agar tidak terus-menerus berpikir keras karena cinta.


Tak butuh waktu lama Dewa terlelap dalam tidurnya.


***


Pagi hari.


Hari ini sebelum berangkat ke toko pusat Heru mampir ke rumah Dewa mengambil mobil terlebih dahulu untuk membawa barang-barang.


"Assalamualaikum," ucap Heru di depan pintu.


"Iya, Bi," balas Heru. "Dewa ada di rumah, Bi?" tanya Heru.


"Ada, Mas, masuk!" Bi Enun mempersilakan Heru masuk.


Heru masuk ke dalam tanpa permisi lagi dia menuju kamar Dewa yang berada di lantai dua.


"Woi, bangun," teriak Heru di depan pintu kamar.


"Berisik," sahut Dewa.

__ADS_1


Mendengar ada suara Dewa, Heru membuka pintu kebetulan tidak di kunci dia masuk ke dalam menghampiri Dewa yang masih berada di atas kasur sambil menikmati acara televisi siaran pagi.


"Lu, ngapa selimutan begitu, sakit?" Heru yang melihat Dewa menutupi tubuhnya pakai selimut memakai tempel-tempel di kepala.


"Biasa." Singkat padat jelas jawaban dari Dewa.


"Sudahlah, jangan kamu pikirin lagi, nanti sakit parah terus innalilahi cuma gara-gara cinta kan konyol. Berita duka pengusaha muda sukses ganteng meninggal dunia karena patah hati," ucap Heru dengan nada orang menyiarkan berita.


Tanpa basa-basi Dewa langsung melempar bantal ke wajah Heru. "Teman laknat lu," omel Dewa.


"Gua kan cuma ngasih tau. Lagian lu cowok cemen banget gitu duang di pikirin sampai sakit begini," ujar Heru.


"Eh, lu aja belum ngerasain, awas saja kalau lu ngalamin terus ngeluh ke gua. Gua lakban tuh mulut," balas Dewa.


"Nggak akan," tegas Heru.


"Ok, gua inget-inget ucapan Lu," ucap Dewa


Heru mengangguk-anggukan kepalanya.


Jika kita belum merasakan sesuatu masalah memang mudah berkata atau memberi nasihat tapi, saat kita mengalaminya sendiri susah mencari solusi.


****

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote ya kakak


__ADS_2