Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 56


__ADS_3

Andai waktu bisa di ulang kembali aku akan memilih berdiam diri di rumah agar tidak pernah mengenal cinta yang membuatnya semakin bingung karena harus memilih salah satu dia antara mereka berdua.


Pras adalah orang yang sangat penyayang.


Dewa adalah orang yang perhatian dan dewasa.


"Hai, jangan melamun terus," ucap Dewa dengan menepuk bahu Keyla.


"Kapan datang?" tanya Keyla.


"Baru, makanya jangan melamun nanti kesambet." Dewa duduk disebelah Keyla sambil melihat buku catatan penjualan.


"Mba tolong di bungkus ya bonekanya," ucap pembeli.


"Iya, Mas silakan di tunggu sebentar ya," balas Keyla dengan ramah.


"Mita," panggil Dewa.


"Iya, Pak." Mita berjalan menghampiri Dewa. "Ada apa Pak?" tanya Mita.


"Tolong boneka itu di bungkus parcel," ujar Pak Dewa.


"Baik Pak." Mita mengambil boneka itu dan mulai membungkusnya dengan perasaan kesal.


"Mba yang ini berapa harganya?" pembeli bertanya harga tas yang berada di dekat Keyla.


"Itu ada harganya Kakak bisa di lihat." Keyla menunjuk kearah Tas yang di maksud pembeli.


"Mas Heru kemana Pak?" tanya Keyla.


"Ada di gudang lagi ngecek barang, minggu depan kita bongkar barang di gudang yang masih layak kita keluarin saja." Dewa memberitahu Keyla.


"Iya," balas Keyla.


"Ini parselnya sudah selesai Pak." Mita memberikan pesanan pembeli. Dewa pun mengambil boneka itu.


"Nih Key," ucap Dewa.


"Mas pesanan sudah Jadi." Keyla memanggil orang yang pembeli.


"Ah ... iya, Mba terima kasih," ujar pembeli itu.


"Sama-sama," balasnya dengan tersenyum ramah.


Siang hari waktunya Keyla pulang.

__ADS_1


"Keyla," sapa Vita.


"Hai, apa kabar kamu?" tanya Keyla pada Vita sudah satu minggu Vita ijin karena ada acara keluarga.


"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat. Gimana keadaan Pras?" tanya Vita.


Keyla hanya menjawabnya dengan senyuman dia bingung harus jawab apa pasalnya sudah hampir dua minggu Pras tak pernah memberi kabar.


"Lu berantem sama dia, atau sudah putus?" Vita merasa ada yang aneh melihat perubahan raut wajah Keyla.


"Pacaran saja enggak putus," ketus Keyla.


"Gue kira lu sudah jadian sama Pras," ucap Vita.


"Huh ... sudahlah tidak perlu di bahas lagi hanya waktu yang bisa menjawab," jelas Keyla.


"Sabar ya Key, semoga lu dapat yang terbaik," ucap Vita dengan mengelus punggung Keyla.


"Iya, Vit amin," balas Keyla dengan tersenyum kecil.


"Sayang, ayo pulang!" bisik Dewa di telinga Keyla.


"Ingat Pak ini toko lihat tuh masih banyak orang jangan bikin baper yang jomblo nanti mereka menangis," sindir Vita.


"Pak Dewa ngapain sih disini," omel Keyla.


"Suka-suka saya mau kemana juga, toko-toko saya," balas Dewa.


"Ah ... ya sudahlah terserah." Keyla beranjak dari duduknya mengambil tasnya dan pergi meninggalkan meja kasir.


"Vit, gue pulang dulu," pamit Keyla sambil berjalan menuju keluar toko dia berjalan dengan langkah cepat.


Pras mengikuti dari belakang karena Keyla berjalan cepat Dewa pun sama berjalan dengan cepat supaya bisa bersejajar dengan Keyla tapi tiba-tiba Keyla berhenti mendadak karena ada yang terlupakan.


Dewa yang berada di belakang tanpa aba-aba langsung menubruk tubuh Keyla dari belakang. "Ah ...." ucap Keyla saat tubuhnya terhayun kedepan dengan cepat Dewa menarik tubuh Keyla dan kini tubuh Keyla berada di pelukan Dewa suara deheman dari belakang menyadarkan mereka berdua dengan cepat Keyla melepaskan dirinya dari pelukan Dewa.


Kalau toko ramai pasti mereka akan menjadi tontonan gratis pemandangan yang indah di siang bolong. Lumayan kan buat nyegerin mata, hehe.


"Ehem ...." Vita berdehem di belakang Dewa dan Keyla. Vita tak sengaja melihat mereka saat ingin membersihkan etalase depan. Vita pun kaget saat melihat pemandangan di depan matanya dengan posisi tangan Dewa melingkar di perut Keyla karena menahan Keyla agar tak jatuh.


Vita berasa di kasih bonus di siang hari melihat sahabatnya dan bosnya, tapi ada yang berbeda dengan Vita kalau Vita bahagia melihatnya, lain halnya dengan Mita dia merasa terbakar api yang sangat panas wajahnya seketika berubah merah, tangannya mengepal, hatinya terasa seperti di tusuk-tusuk pisau.


"Dasar cewek ke gatelan," sindir Mita saat lewat depan Keyla dan pergi begitu saja keluar dari toko menuju parkiran saat berjalan mengambil motornya Mita tak melihat ada batu di depannya dia pun terjatuh karena dia jalan dengan emosi jadi begitulah akibatnya.


"Aduh ...," keluh Mita karena tersungkur jatuh nyium tanah. Heru langsung menolong Mita.

__ADS_1


"Ayo gue bantu!" Heru mengulurkan tangannya Mita pun menyambut uluran tangan Heru tetap saja dengan perasaan kesal. Mita berdiri melepaskan tangan Heru kemudian dia berjalan dengan tertatih-tatih menuju motornya.


Vita, yang melihat tertawa jahat. "Dasar, tuh anak ada saja kelakuannya bikin orang ngakak saja siang-siang," ujar Vita.


"Hust, nggak boleh begitu," omel Keyla sebenarnya dia juga pengen ketawa tapi takut dosa, hehe.


"Kualat tuh dia Key, haha." Vita masih saja tertawa jahat. Keyla hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Vita.


Setelah kepergian Mita. Keyla dan Dewa melanjutkan perjalanannya. "Kamu ngapain sih Mas ngikutin aku," omel Keyla.


"Ayo, kita makan bareng kamu belum makan siang kan sayang!" Dewa menarik tangan Keyla agar masuk kedalam mobilnya yang sudah terparkir di depan toko.


"Suka banget maksa," kesel Keyla setelah berada di dalam mobil.


"Biarin saja," balas Dewa.


"Duh mantap benar ya siang-siang habis dapat bonus," sindir Heru.


"Siapa yang dapat bonus Mas?" tanya Keyla yang bingung dengan ucapan Heru.


"Itu samping lu," jawab Heru.


"Apaan sih lu," sambung Dewa.


"Pak Dewa tuh memang ngeselin banget bikin malu saja." Keyla berkata dengan wajah kesal.


"Kenapa harus malu, kita nggak berbuat apapun hanya begitu saja," imbuh Dewa dengan santainya padahal dia tadi juga deg deg'n jantung berpacu dengan cepat.


"Itu juga membuatku malu menjadi tontonan orang yang berada di toko," jelas Keyla.


"Tak perlu malu itung-itung kita bikin orang senang sesaat," ucap Dewa tanpa dosa apa semua cowok begitu ya.


"Ah ... terserah kamu sajalah Mas pusing bicara sama kamu." Keyla langsung membuang muka ke arah jendela.


" Jangan ngambek gitu sayang kan tadi saya tidak sengaja jadi harus di maafkan." Dewa menarik wajah Keyla agar menghadap dirinya.


"Dilarang bermesraan di dalam mobil ingatlah! di sini masih ada orang, gue bukan robot," protes Heru.


"Mulut lu gue lakban nih," Kesal Dewa pada Heru. Kemudian dia kembali menarik pelan wajah Keyla.


"Lihat saya Key," ucap Dewa dengan tersenyum manis dia menatap kearah Keyla dengan teliti. Keyla menundukkan kepalanya dia begitu malu saat berpandangan dengan seseorang.


... **********************...


Ayo! jangan lupa like dan Vote ya Kakak 😊🥰❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2